
➤ [01]
Membuka mata, ia mendapati dirinya masih berada di dalam sebuah tenda yang sama seperti hari kemarin. Dengan helaan napas berat dan panjang, ia bangkit dari tempat tidurnya yang keras dan dingin, melangkah menuju sebuah cermin retak yang diletakkan berhadapan dengan tempat tidurnya.
Ekspresinya kosong, namun iris emasnya yang memiliki beberapa lingkaran merah, menyala dengan terang dan penuh dengan kegilaan yang samar. Menyadari hal itu, ia menyeringai tipis kemudian menyugar surai pendeknya.
"Selamat pagi, Kyouki," seringainya melebar dengan perlahan, membuat sebuah senyuman cantik penuh kelicikan dan kegilaan di sana, "menyedihkan sekali, lagi-lagi kau tidak punya kesempatan untuk balas dendam sendiri."
Sekilas, iris emasnya berkilat penuh amarah, namun kemudian ia tertawa pelan melihatnya, "Kau tidak punya kemampuan untuk mengambil alih tubuhmu, Kyouki."
"Tidak sampai aku berhasil keluar dari sini."
Ia menolehkan kepalanya ketika suara seseorang menginterupsi pembicaraan tunggalnya di depan cermin. Ia memutar bola mata bosan dan melangkah menghampiri orang yang sedang menunggunya di depan tenda. Alisnya tertaut ketika ia melihat orang kepercayaannya ada di sana.
"Oh, halo, Haruchiyo," ia menyapa dengan ramah, namun iris emasnya berkata sebaliknya, "apa kau butuh sesuatu pagi hari ini?"
Haruchiyo, atau yang lebih lengkapnya adalah Akashi Haruchiyo. Seorang Tuan Putra yang melarikan diri dari Kerajaannya karena satu dan lain hal, sekaligus yang merupakan orang kepercayaan gadis bersurai pendek ini.
"Nona, apa saya tidak boleh menemui Anda tanpa alasan apapun?" tanyanya memelas, kemudian meraih tangan gadis itu untuk dikecup punggung tangannya, "saya hanya sekadar merindukan Anda."
Ia mengulurkan tangannya yang lain untuk mengelus surai sewarna gulali itu, kemudian merambat pada wajah cantik yang memiliki luka di kedua sudut bibirnya, lalu yang terakhir adalah matanya; kelopak mata dengan bulu mata lentik.
"Karena biasanya, kau kemari hanya untuk melaporkan sesuatu, Haru," paparnya pelan, yang membuat laki-laki cantik itu sedikit mengerucutkan bibirnya, "lalu, kau benar-benar hanya merindukanku?"
Haruchiyo mengangguk mantap dengan sorot mata memelas yang membuat Kyouki menghela napas berat. Gadis bersurai merah terang itu tersenyum samar dan menyisipkan surai sewarna gulali ke belakang telinga, 'Kau pikir aku tidak tahu?'
Baru saja ia akan bicara kembali, seekor burung gagak menghampiri mereka dan bertengger di pundak Kyouki; sedikit banyak untuk ketikdaksukaan Haruchiyo, laki-laki itu mendecih yang membuat Kyouki geleng-geleng kepala.
"Tumben sekali Tuan Putra Pertama mengirimiku pesan tidak resmi seperti ini," gumamnya pelan sembari mengambil gulungan surat yang terikat di salah satu kaki burung gagak itu.
Membuka gulungan surat tersebut, ia mengernyit ketika sesuatu jatuh dari sana.
Sebuah racun.
'Kepada Panglima Yuuma Kyouki yang terhormat, sehubungan dengan datangnya surat tidak resmi ini kepada Anda, saya ingin menyampaikan sebuah informasi mengenai dinamika di dalam istana, juga mengenai Kaisar.'
Kyouki mengangguk pelan, kemudian mendongak dan tersenyum pada Haruchiyo, "Haru, pergilah dan beritahukan pada yang lain untuk berkemas. Kita akan pulang dua jam lagi."
"Tapi, nona⸺"
"Akashi Haruchiyo," nadanya tegas dan memerintah, "ini perintah. Pergilah dan beritahu yang lain bahwa kita akan pulang dua jam lagi."
Menahan rasa kesalnya sambil melirik burung gagak dan surat di tangan Kyouki, Haruchiyo membungkukkan tubuhnya dan pergi dari sana. Selepas memastikan bahwa haruchiyo benar-benar pergi dari sana, Kyouki masuk kembali ke dalam tendanya.
Di dalam tenda, Kyouki duduk di depan cermin sambil memangku dagu. "Tidak buruk juga memiliki Tuan Putra Pertama sebagai sekutu. Iya, kan, Kyouki?" ia melirik pada cermin, kemudian tertawa pelan.
'Berkaitan dengan agenda kepulangan anda ke kekaisaran, para Perdana Menteri dan petinggi lainnya sepakat untuk menggelar sambutan kepulangan anda bersamaan dengan ulang tahun Kaisar, satu bulan dari sekarang. Para Perdana Menteri dan petinggi lainnya memiliki maksud lain dalam menggelar acara tersebut bersamaan; dan saya minta maaf karena tidak tahu detail dari rencana terselubung ini.'
Kemudian, iris emas dengan beberapa lingkaran merah itu menginspeksi racun yang ada di depannya. Sekilas, botol kecil ini sama sekali tidak terlihat seperti racun, karena cairan di dalamnya begitu bening menyerupai air minum. Namun, kyouki tidak bisa dikelabui hanya dengan hal seperti ini; dalam sekali lihat, dia sudah tahu bahwa botol ini berisikan racun.
Racun turun-temurun milik Yuuma Grand Duchy.
'Kemudian, mengenai botol kecil yang terselip di dalam surat ini; itu adalah satu-satunya racun milik Yuuma Grand Duchy yang tersisa di tempat saya. Alasan saya memberikan racun tersebut kepada Anda adalah, saya berharap bahwa anda bisa mengembangkannya sekali lagi tanpa diketahui siapapun dan atas izin saya, tentu saja.'
'Karena untuk menjalankan rencana yang anda ajukan empat tahun lalu, racun milik keluarga anda begitu dibutuhkan.'
Ia menautkan alisnya, kemudian tersenyum dan mengangkat botol racun tersebut. "Rencana empat tahun lalu, ya? Aku penasaran apa yang terjadi di Kekaisaran selama waktu-waktu itu sehingga Tuan Putra Pertama menerima proposalku?"
Ia tertawa samar dengan cantik, menggeleng pelan kemudian berdiri. Mengulurkan tangannya pada gagak di bahunya untuk berpindah, lalu mengelus kepala hewan tersebut. Ia memejamkan matanya dan mengeluskan pipinya pada kepala gagak tersebut.
"Yah, apapun yang terjadi, itu tidak penting."
Ia berbalik, menggulung kembali surat tersebut dan menyimpan botol racun tersebut di saku celananya; ia memutuskan untuk tidak mengirim balasan terhadap surat tersebut karena sebentar lagi dia juga akan menempuh perjalanan pulang ke kekaisaran.
"Karena yang terpenting, rencanaku diterima olehnya dan itu sudah lebih dari cukup."
.
.
.
.
reminder, bahwa cerita ini adalah cerita non-pairing. jadi segala interaksi yang terjadi antara OC dan karakter di cerita ini nggak akan menjurus ke sana. maaf banget mengecewakan kalian, tapi aku merasa bahwa cerita ini emang cocok untuk nggak memiliki pairing, love interest, dan sejenisnya.
-arte♡.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro