하녀3
"Dan mulai sekarang, Baekhyun yang akan menemanimu menghilangkan bosan sebagai maidmu."
Keduanya, Baekhyun maupun Heojoo, terbelalak kaget sebelum mengucapkan hal yang sama.
"APA?!"
"Maid?!" Baekhyun teriak dengan terkejut. Lalu appa nya yang berada tepat di sebelahnya menyikutnya agar ia menutup mulutnya. "Tapi, appa bilang aku akan menjadi asiste-"
"Maafkan anakku. Ia memang sedikit cerewet." Sangjoon buru-buru menutup mulut Baekhyun dengan tangannya dan tersenyum dengan canggung.
Joowon tersenyum mengerti, "Tidak apa."
"Maidku adalah Baekhyun?!" Heojoo masih melotot ke arah appa nya dengan tatapan tak percaya.
"Ya, Heojoo. Ia akan membantumu menghapus bosan dan melayani-"
"Aku tidak akan melaya-"
"Ia akan melayani Heojoo dengan sangat baik." Lagi-lagi pembicaraan Baekhyun dipotong oleh appa nya yang menutup mulutnya dengan tangannya.
Baekhyun menatap appa nya dengan kesal.
Ia membiarkan anaknya yang malang ini menjadi seorang maid?!
"Baiklah kalau begitu. Baekhyun bisa mulai bekerja hari ini dan kamarmu ada di sebelah sana, nak." Joowon tersenyum ke arah Baekhyun yang melotot kaget ke arahnya.
"Apa maksudnya kamarku ada di sana?!" Baekhyun berbisik cukup keras di telinga appa nya.
Appa nya hanya tersenyum kecil, "Kau akan tinggal di sini, Baekhyun."
"APA?!"
===
Baekhyun menggerutu ketika ia membongkar semua pakaian dari dalam kopernya dengan wajah cemberut.
"Appa hanya bilang aku akan menjadi asisten! Bukan maid!" Dengan kesal ia membanting pakaian mahalnya ke atas kasur barunya yang lumayan besar.
Setelah membereskan semua pakaiannya ke dalam lemari, ia mengernyit heran mengapa baju-baju itu tak bisa rapi dengan sendirinya? Biasanya baju-bajunya akan rapi tanpa ia- oh well, dia punya maid dulu. Dan sekarang? Ia yang menjadi maid. Sepertinya ini karma karena ia selalu memperlakukan para maidnya dengan buruk.
"Sial!" Ia mengutuk sebelum benar-benar merapikan pakaiannya agar setidaknya.. lemarinya bisa tertutup.
Setelah 2 jam berkemas dengan barang-barangnya yang banyaknya sebanyak 5 koper(atau bahkan lebih?) Ia akhirnya merebahkan tubuhnya di kasur barunya.
Tubuhnya kini penuh keringat dan ia merasa sangat teramat lengket.
Dengan malas ia menyeret kakinya ke kamar mandi. Ia tadi hampir berteriak untuk menyuruh maidnya menyiapkan air panas untuknya, namun ia teringat bahwa ia tidak lagi memiliki maid.
Ia merengek dan mau tak mau ia menyiapkan air mandinya sendiri.
===
Heojoo tengah memakan kripik kentang kesukaannya sambil menonton film komedi di ruang tengah ketika ia teringat bahwa rumahnya kedatangan orang baru.
Dan orang baru itu anehnya adalah Byun Baek Hyun, maid barunya yang dulunya adalah anak jutawan yang selalu mengikuti acara glamor bersama appa nya.
Ia diam-diam menggerutu tak jelas. Kini hidupnya tak akan lagi sama dengan hidupnya yang sebelumnya.
Namun ia tiba-tiba terpikirkan oleh sesuatu.
Diam-diam ia tersenyum miring. Ia memiliki ide. Idenya yaitu; ia akan membuat Baekhyun tak tahan dengan dirinya sehingga ia akan mengundurkan diri dan.. YEAY! Hidupnya kembali sempurna! Ide yang brilian, bukan?
Dengan senyuman nakal yang masih terpampang di wajahnya, ia berteriak. "BAEKHYUN!!"
Baekhyun yang tengah mencoba eyeliner terbarunya langsung melompat kaget ketika namanya dipanggil. Otomatis, eyelinernya menjadi tak rapih sehingga itu terlihat berantakan.
"AISH!" Ia segera mengambil tissue yang berada di sampingnya, dan segera berjalan turun.
"Baekhyun!" Heojoo memanggilnya untuk yang kedua kalinya. Bahkan tatapannya tak beralih dari televisi di depannya.
Baekhyun dengan kesal menyahut, "Apa?"
"Ambilkan aku jus jeruk di kulkas." Ia berkata, bahkan tanpa melihat ke arah Baekhyun.
Dengan kesal Baekhyun melangkahkan kakinya ke- "Dapurnya di mana?" Tanya Baekhyun.
Heojoo menepuk tangannya tiga kali, lalu seorang pelayan wanita paruh baya tergopoh-gopoh datang dengan wajah ramahnya. "Ada apa, Nona?"
"Beritahu dia di mana dapurnya berada." Dengan kurang ajar Heojoo mengusir mereka berdua.
"Dasar kurang-"
"Mari kuberitahu di mana dapurnya, Baekhyun-ssi." Dengan cepat wanita itu menarik lengan Baekhyun yang hampir meneriakki 'majikan'-nya sendiri.
"Apa ia selalu begitu?!" Baekhyun bertanya kepada kepala maid, Nyonya Choi. Nyonya dan Tuan Choi(sang supir pribadi keluarga Cha) merupakan sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak.
"Tidak, Baekhyun-ssi. Ia biasanya akan mengambil minum sendiri dan melakukan apapun sendiri. Aku juga bingung mengapa ia tiba-tiba begini." Nyonya Choi menghela nafas.
Baekhyun merengek, "Aku benar-benar malas jika harus melayani yeoja sepertinya!"
Nyonya Choi tersenyum mengerti, ia menuang jus jeruk ke gelas berukuran sedang. Sedangkan Baekhyun duduk di depan konter.
"Ia akan bersikap kasar kepada orang baru. Tapi jika kau sudah mengenalnya lebih lama, ia yeoja yang hangat dan baik walaupun sedikit keras kepala." Nyonya Choi memberinya segelas jus jeruk untuk diberikan kepada Heojoo.
"Apa kau juga mau?" Nyonya Choi bertanya pada Baekhyun.
Baekhyun menggeleng, "Aku tidak suka jus jeruk."
Nyonya Choi mengangguk lalu tersenyum. "Baiklah. Kau bisa panggil aku kapanpun kau mau untuk membantunu jika kau kesulitan dengan Nona Heojoo."
Baekhyun mengangguk. Setidaknya sedikit bersyukur bahwa di rumah ini ada orang yang bersikap hangat kepadanya.
"Terimakasih, Bibi."
Nyonya Choi tersenyum.
Baekhyun kembali ke ruang tengah dengan membawa jus jeruk di tangannya.
Ia memberikannya pada Heojoo.
Heojoo tanpa menengok ke arahnya mengambil jus jeruk tersebut, tanpa mengucapkan satu katapun.
"Apa kau bahkan tidat berniat untuk mengucapkan terimakasih?" Baekhyun mendengus kesal.
Heojoo menatapnya sebentar lalu mendengus, "Itu kan memang tugasmu sebagai maidku."
Baekhyun menggeram diam-diam. "Menjadi maid bukan berarti diperlakukan dengan buruk!" Ia berkata sebelum berjalan ke kamarnya dengan kesal.
Diam-diam ia juga menelan kata-katanya sendiri. Ia memperlakukan para maidnya dengan buruk dulu. Sudah jelas bahwa ini adalah karmanya.
===
Heojoo diam-diam tersenyum tepat ketika Baekhyun meneriakkan kalimat itu di depannya.
Dasar.
"Nyonya Choi!" Ia berteriak ke arah dapur.
Nyonya Choi buru-buru berjalan ke arahnya, "Ya, Nona?"
"Apa Baekhyun berbicara sesuatu kepadamu tadi?"
"Tidak, Nona."
Heojoo tersenyum miring, "Tolong beritahu appa aku ingin pergi ke mall."
"Baik. Mohon ditunggu sebentar, Nona." Nyonya Choi tanpa bertanya segera berjalan ke arah telfon rumah dan menelfon Tuan Cha.
Setelah memberitahunya, Heojoo diizinkan untuk pergi ke mall bersama Baekhyun. Dan diantar oleh Tuan Choi.
Nyonya Choi mengabarkannya ke Heojoo. "Nona, Nona diizinkan pergi asalkan bersama Baekhyun dan diantar Tuan Choi."
Heojoo lagi-lagi tersenyum miring, "Baiklah."
Memang itulah rencana awalku. Pergi bersama Baekhyun.
===
Sesampainya di mall, mata Baekhyun langsung berkilauan dengan penuh semangat.
Ia hendak memasuki salah satu toko fashion ketika Heojoo menarik bajunya.
"Ya!" Baekhyun melepaskan tarikannya.
"Tidakkah kau ingat kau seharusnya menemaniku?" Heojoo menaikkan sebelah alisnya dengan menyebalkan.
Baekhyun mempoutkan pipinya. Namun ia tetap menuruti Heojoo.
Heojoo masuk ke salah satu toko pakaian. Baekhyun kira ia akan memilih hot pants, atau dress, atau baju-baju lucu. Namun ternyata, Heojoo memilih jeans robek-robek yang membuat Baekhyun mengernyit heran.
"Seleramu sangat jelek." Baekhyun diam-diam berbicara.
Heojoo mengangkat alis sebelah kirinya, "Kau bilang apa?"
"Seleramu sangat jelek!" Baekhyun melotot ke arahnya, balik menantang.
Heojoo tersenyum miring, "Kau yang tak punya selera fashion! Ini kan sedang booming sekarang. Cih, dasar."
Baekhyun memutar bola matanya, "Kau bilang aku tak punya selera fashion? Lihat apa yang kupakai sekarang? Ini yang namanya fashion!" Baekhyun menunjuk-nunjuk kemeja biru dongker miliknya, beserta jeans hitam, dan sepatu adidas berwarna putih. Tak lupa ia memakai snapback yang membuat penampilannya semakin terlihat menarik.
Heojoo harus mengakui bahwa penampilan dan selera fashion Baekhyun memanglah bagus, tapi ia tak boleh kalah karena ia punya rencana tersendiri; ia harus mengeluarkan Baekhyun dari rumahnya. Ia akan membuatnya tak tahan dan boom! Hidupnya akan kembali normal.
"Whatever." Kata Heojoo, "Kau adalah maidku! Kau yang harusnya menuruti kata-kataku!"
Baekhyun hendak berteriak kepadanya namun ia tiba-tiba teringat kata-kata appanya yang mengatakan bahwa keluarga Cha adalah satu-satunya yang membantu mereka.
Ia mempoutkan pipinya sebelum mengalah pada Heojoo.
Akhirnya setelah belanja jeans sobek-sobek yang menurut Baekhyun sangat jelek, flannel, dan kaos hitam, serta ikat pinggang, merekapun selesai.
"Bawakan ini." Heojoo dengan malas memberikan seluruh plastik belanjaannya ke tangan Baekhyun.
Baekhyun dengan mata melotot melihat ke arahnya. Dengan kesabaran minimal, ia menghela nafas dengan kasar dan mencoba untuk tidak berteriak pada yeoja satu ini.
Setelah 4 jam berkeliling-keliling mall, akhirnya Heojoo memutuskan untuk pulang. Baekhyun merasa tangannya sangat teramat sakit membawa belanjaan yang begitu banyak. Dan Heojoo bahkan tak membawa satu belanjaannya sama sekali.
Ia malah membeli bubble tea, dan tak menawarkan Baekhyun yang kelelahan. Baekhyun diam-diam menggerutu kesal. Ia juga ingin bubble tea! Tapi gengsinya terlalu besar untuk meminta itu pada Heojoo.
Setelah pulang, Heojoo segera duduk di sofa. Baekhyun mengikutinya dari belakang dengan wajah lelah dan kesal.
"Taruh itu di situ." Heojoo menunjuk meja di depan sofa yang sedang didudukinya.
Dengan malas akhirnya Baekhyun melempar semua belanjaan Heojoo ke atas meja.
Heojoo menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Jangan protes. Aku lelah." Kata Baekhyun sebelum naik ke atas, tepatnya ke kamar barunya.
Baekhyun merebahkan dirinya di kasur, menghela nafas, dan termenung.
Bagaimana perasaan para maidnya dulu jika ia membentaknya? Bagaimana rasa lelah para maid yang setiap harinya menemaninya berbelanja, membuatkannya minuman, makanan, dan segala macam? Baekhyun tak habis pikir.
Baekhyun akhirnya memutuskan untuk mandi. Sedikit kesal karena tak ada orang yang menyiapkannya air panas. Namun ia mau tak mau menyiapkannya sendiri.
Ia mengganti pakaiannya menjadi lebih santai; kaos putih dan celana panjang leopard.
Seusai mandi, ia merebahkan dirinya lagi di atas kasur, dan menutup matanya.
Great. Ini hari pertamaku menjadi maid dan rasanya aku sudah mau pingsan!
===
A/N : Mian belum sempet update gara gara ada try out, kartul, dan ini itu. Huft. Cape ugha jadi anak kelas 12:(
Belom lagi tahun ini ada USBN yang notabenenya nentuin kelulusan. Ada essay pula😢
Yah kan jadi curhat.
Biar author seneng yuk mending langsung vote dan komen aja guys😉😂
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro