Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

하녀2

Baekhyun dengan malas menarik kopernya ke dalam rumah barunya yang jauh, ralat sangat jauh lebih kecil daripada rumah lamanya.

Ia biasa hidup dengan para maid yang selalu melayaninya, bermain games di rumah, menghabiskan setiap harinya berdiam si rumah sambil menunggu appanya pulang dan membawakannya pakaian, dompet, tas, atau eyeliner kesukaannya.

Eomma Baekhyun sudah lama meninggal akibat jatuh dari tangga di rumahnya, lalu mengalami pendarahan sehingga ia tak tertolong. Itu merupakan salah satu sebab mengapa dirinya menjadi lebih manja daripada sebelumnya. Ia takut kehilangan appanya sehingga ia ingin mendekatkan dirinya ke appanya. Sayangnya, appanya begitu sibuk menjalankan bisnisnya selama ini.

Yah.. Namun itu berhenti ketika ia mendengar berita menggemparkan yang menyatakan bahwa perusahaan appanya baru saja terkena tipu.

Unbelievable. Pikir Baekhyun sambil memutar bola matanya.

Dengan tubuh lunglai ia menempatkan dirinya di sofa yang super keras.

"Aih! Terbuat dari apa sih sofa ini? Benar-benar keras!" Rengeknya sebelum menjatuhkan kopernya tepat di sebelahnya.

Appanya yang melihat kelakuan anaknya hanya bisa menggeleng-geleng.

"Baekhyun, kau harus mulai terbiasa dengan hidup seperti ini. Kita akan memulai hidup baru. Bantulah appa, Baek."

Baekhyun sejujurnya merasa kasihan dengan appanya. Sewaktu itu appanya yakin ia merasa seperti terhasut atau semacamnya. Karena saat ia menyetujui kerja sama dengan C Corp, appanya benar-benar tak tersadar.

Sekarang saat Baekhyun berusaha mencari tahu apa itu perusahaan C Crop, tak ada sejumput informasipun mengenai perusahaan tersebut. Seperti perusahaan itu memang tak pernah ada sebelumnya.

"Cobalah untuk bekerja, Baekhyun." Appanya menatapnya dengan lelah.

Baekhyun memasang wajah aegyonya, "Tapi appa.. Aku tak bisa bekerja! Dan yang pasti, bagaimana kalau aku tersesat di luar sana? Bagaimana kalau aku terjatuh dan kepalaku bocor? Bagaimana kalau-"

"Jangan berlebihan." Appanya menghela nafas. "Kau adalah namja berumur 22 tahun. Kau tak akan melakukan hal sekonyol itu."

Baekhyun memanyunkan bibirnya dengan sebal.

"Sekarang appa ingin menghubungi keluarga Cha dahulu, kau bisa beristirahat."

"Bagaimana dengan air panas dan tempat tidurku?" Baekhyun bertanya sambil melirik appanya. Namun appanya telah menghilang di balik salah satu pintu.

Ia menghela nafas, "Sepertinya aku harus melakukan itu sendiri."
===

Heojoo memajukan bibirnya dengan kesal ketika appanya lagi-lagi mengingatkan ia untuk tidak keluar dari rumah dan tak melakukan hal-hal konyol seperti keliling kompleks layaknya anjing liar, kata appanya.

Hari ini appanya tak pergi ke perusahaan karena hari ini mereka akan menyambut maid barunya.

Kata appanya, maid nya yang satu ini sedikit 'spesial' daripada maid-maid lain di rumahnya.

Diam-diam ia berlari ke kamarnya, hanya untuk melihat apakah ia mempunyai peluang untuk keluar dari rumahnya, hanya untuk sekedar mencari angin di luar sana.

Ia membuka jendela, melihat ke sekeliling, namun tiba-tiba suara di belakangnya membuatnya kaget setengah mati.

"Heojoo." Ucap appanya dengan suara bassnya.

Ia menelan ludah sebelum membalikan badan, "Y-Ya.. Appa?"

"Kau mau ke mana?" Tanyanya sambil mengepalkan tinjunya.

"Uh.. Hanya ingin membuka jendela agar udara dapat masuk-"

"Tutup jendelanya."

"Tapi kan hanya udara segar yang masuk! Aku kan tak akan melompat dari ketinggian 4 meter dan berkeliaran seperti anjing liar." Ia memutar bola matanya.

"Heojoo tutup jendelanya dan tutup mulutmu itu!"

Heojoo dengan kesal membanting jendelanya sehingga membuatnya sedikit berguncang dan terdapat sedikit retak di sisi kiri jendela.

"Ups." Ucapnya sebelum ia berlari ke bawah dengan kecepatan kilat.

"HEOJOO!"

Jadilah adegan saling mengejar antar anak dan bapak.
===

"Baekhyun! Appa ada kabar bagus!" Tuan Byun tiba-tiba keluar dari kamarnya dengan wajah semringah.

Baekhyun yang sedang asik memainkan game di ponselnya buru-buru melihat ke arah appanya.

"APAKAH KITA AKAN KE HAWAII?" Baekhyun hendak meloncat senang.

Appanya menggeleng, "Bukan, Baek. Bahkan lebih bagus!"

"APAKAH APPA AKAN MEMBELIKANKU EYELINER YANG TERBARU?!" Baekhyun kini meloncat di atas sofanya dengan senang.

Appanya menggeleng, "Bukan, nak. Bahkan lebih bagus lagi! Appa menemukan pekerjaan untukmu!"

Baekhyun terjatuh dari sofanya dengan posisi yang tak enak dilihat, "APA?!"

"Bukankah itu bagus? Kau bisa bekerja dan-"

"AKU? BEKERJA?" Baekhyun menunjuk-nunjuk dirinya sendiri seakan ia baru saja memenangkan lotere.

"Ya! Dan pekerjaannya tak begitu sulit namun hasilnya lumayan, Baek."

Baekhyun mengerang, "Pekerjaan macam apa yang tak begitu sulit? Semua pekerjaan sulit!" Ia merengek dengan kesal.

"Hanya sebagai asisten sebuah pemilik perusahaan. Bukankah itu luar biasa?!"

"ASISTEN?! LUAR BIASA? Apanya yang luar biasa oh astagaaaaa!" Baekhyun kembali merengek sebelum memukul-mukul sofa keras yang di dudukinya.

"Ini bukanlah pekerjaan yang sulit, Baek. Percayalah."

"Ya, ya aku percaya. Sangat teramat percaya." Ia memutar bola matanya dengan sarkastis.

Appanya hanya tersenyum kecut, "Gunakanlah baju terbaikmu. Appa akan membawamu ke tempat di mana kau bekerja."

"ANDWAEEEE!"
===

Tuan Cha melangkahkan kakinya ke arah kamar anak satu-satunya itu.

"Apa kau sudah rapi?" Tanyanya dari balik pintu.

"..."

Dengan kesal Tuan Cha membuka pintunya dan menemukan anak-perempuannya-yang-nyaris-mirip-laki-laki itu tertidur pulas di kasurnya yang besar dan berwarna merah darah.

"HEOJOO!" Teriaknya dan membuat Heojoo terbangun dengan kaget.

"Apa? Ada apa?" Tanyanya sambil menguap lebar.

Tuan Cha menarik nafas lalu membuangnya, "Bukankah sudah kubilang tadi untuk bersiap-siap karena sebentar lagi maid nya akan datang?"

"Apanya yang harus disiapkan? Kan yang datang hanya seorang maid-"

"Jaga omonganmu, Cha Heo Joo." Tuan Cha lagi-lagi menahan amarahnya hari ini untuk yang kesekian kalinya.

Heojoo hanya bisa menghela nafas, "Baik, baik. Aku akan bersiap."

Dengan kesal setengah marah, Joowon berjalan ke lantai bawah dengan hentakan kaki.

"Tuan." Tiba-tiba kepala maid berjalan dengan tergesa-gesa ke arah Joowon. "Mereka sudah datang."

Joowon membelalakan matanya dengan kaget, "Suruh anak itu turun dan jangan menggunakan pakaian yang aneh aneh."

Wanita separuh baya itu mengangguk patuh, "Baik, Tuan."

Dengan cepat ia menghilang ke lantai atas.

Joowon melihat penampilannya di cermin dekat tangga sebelum melangkahkan kakinya ke ruang tamu.

"Joowon! Terimakasih telah memberikan pekerjaan! Aku benar-benar beruntung." Pria yang tampak seumur dengannya segera memeluknya ketika ia tiba.

"Sangjoon-ah, seharusnya aku yang berterimakasih kepadamu." Joowon memeluk pria itu. Lalu pandangannya terjatuh pada namja yang berdiri di sampingnya dengan pakaian yang terlihat mahal.

"Silahkan duduk." Katanya sebelum duduk berseberangan dengan mereka di sofa elegan miliknya. "Aku.. Ikut sedih mendengar berita itu, Sangjoon-ah.."

Pria yang bernama Sangjoon hanya bisa tersenyum pasrah, "Terimakasih, Joowon. Kau satu-satunya penolong kami." Ia tersenyum tulus. "Omong-omong, ke mana Heojoo?"

Joowon melirik ke lantai atas untuk memastikan apakah anaknya itu sudah siap atau belum. "Dia masih di atas. Sebentar lagi akan turun." Lalu ia beralih untuk melihat ke namja kecil di samping Sangjoon. "Omong-omong, anakmu tampan." Ia tersenyum tulus ketika melihat namja tersebut.

Namja itu hanya bisa tersenyum malu.

Lalu tiba-tiba, Heojoo yang sedari tadi ditunggu-tunggu akhirnya turun dengan menggunakan kaos putih polos dan celana selutut. Rambutnya sedikit berantakan dan wajahnya sama sekali tak berpoleskan make up.

Tatapan Heojoo terjatuh pada pria tua di depan appanya, sebelum pandangannya beralih ke arah namja yang lebih tinggi sedikit dari appanya.

Ia membulatkan matanya tak percaya, antara tak percaya dan kagum. Ia sudah lama tak melihat namja itu. "Appa? Kata appa, maid nya akan datang?" Bisiknya ditelinga appanya.

Joowon melotot ke arahnya. Sebelum melihat ke arah dua orang di depannya dengan canggung.

"Heojoo, perkenalkan ini Byun Sang Joon, pemilik perusahaan Byun yang sewaktu itu appa ceritakan mengalami penipuan.."

Heojoo membulatkan bibirnya membentuk huruf 'O' sebelum membungkukan badannya dengan kaku.

"Dan ini.. Adalah anaknya yang bernama Byun Baek Hyun."

Heojoo mengangguk-angguk. Ya aku ingat sekarang, ia namja manja yang bernama Baekhyun.

Joowon menatap Sangjoon sebentar, sebelum Sangjoon tersenyum dan mengangguk, "Dan mulai sekarang, Baekhyun yang akan menemanimu menghilangkan bosan sebagai maidmu."
===

A/N : 😂😂😂🔫

Freak banget gak sih bbh jadi maid?😂
Gapapa yekan, biar ffnya beda dari yang lain🔫

Makasih banyak bagi yang udah luangin waktunya buat baca ff ini, bahkan vote dan komen😚💓

Loaf ya💞

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro