Who's Her?
JOOMIN POV
Aku minta izin pada seniorku. Agar bisa menonton penampilan mereka.
Aku berjalan menembus kerumunan, sampai aku berada di bagian tengah kerumunan.
Aku menonton penampilan mereka..
Mereka benar-benar keren. Pertama Thunder, Love Love Love, Run, dan lalu Moonlight, dan saat itu, mata Sehun dan aku bertemu.
Kami saling tatap, lalu Sehun memberikanku senyuman manisnya.
*blush*
Aku hanya membalasnya senyum lalu pergi meninggalkan kerumunan fans mereka.
Kenapa aku jadi begini aneh?!
===
AUTHOR POV
Festival untuk hari pertama, hampir selesai. Setelah mereka berduabelas menampilkan penampilan mereka, mereka memutuskan untuk beristirahat sekalian makan siang di cafe, yang sempat HunHan datangi.
"Ini cafe yang kau maksud?"tanya Kai ke Sehun.
"Ne."
"Lumayan juga."katanya lalu masuk ke dalam bersama yang lain.
"Maid di sini ada yang cantik."bisik Sehun ke arah Kai, berharap Luhan tak mendengarnya. Dan memang Luhan tak mendengarnya, karena ia sedang asik bermain dengan rubiknya.
"Jinjja?"tanya Kai semangat.
"Iya. Lihat saja nanti."
"Yessh!"Kai mulai bersemangat.
"EHEM."D.O dengan tak sengaja mendengar percakapan mereka berdua. "Apa yang kalian bicarakan?"
"A-Aniyo.."kata Kai lalu duduk di samping Sehun.
===
JOOMIN POV
Baru saja aku mau keluar untuk mencari udara segar karena tak ada pelanggan sama sekali, tetapi tiba-tiba ada para namja masuk ke dalam cafe. Dan itu artinya aku tak bisa keluar. Aku harus melayani mereka.
Kulihat mereka satu-persatu..
UH-OH!
Mereka berduabelasT^T Tadi hanya HunHan, tapi sekarang bahkan mereka semuaT^T
Bagaimana ini?!
"Sana kau layani mereka, Joomin~" ledek seniorku yang tahu bahwa aku adalah namja. Ya.. Bukan benar-benar namja sih..
Sial.
"Aku tidak mau."
"Mau kuberi tahu Eunri Eonnie, huh?"katanya sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Arrghh!"aku frustasi. "ARASSEO!"kataku sambil mengentak-entakkan kaki dengan kesal ke arah mereka.
Aku. Akan. Segera. Ketahuan. Kalau. Begini. Caranya!!!
"Annyeong~ Silahkan dipilih."aku mencoba untuk bersikap manis dan tersenyum semanis mungkin.
===
AUTHOR POV
Mereka berduabelas mengambil tempat untuk duduknya masing-masing. Sambil menunggu pelayan, mereka mengobrol satu sama lain tentang penampilan mereka dan festival 4 hari ke depan.
"Chen! Tadi kau hampir terpeleset saat Overdose! Aku nyaris tertawa! AHAHAHAHA!"kata Chanyeol yang kini sudah tertawa terbahak ditemani Baekhyun.
"Aish."kata Chen.
"Kau harus lihat waja-"
"Annyeong~ Silahkan dipilih."kata seorang yeoja yang memberikan buku menu pada mereka.
Semuanya yang tadinya berisik dan sibuk sendiri, kini mengarah kepada yeoja cantik ini.
"Gamsahamnida~"kata Kai lalu menatap yeoja tersebut, bukan menu.
"Psst Kai!"
"Eh-Oh ya..?"
"Jangan ditatap terus! Benar kan apa yang kubilang? Ia cantik?"
"Sangat~"kata Kai lalu memandang yeoja itu lagi.
"Ehem."maid itu berdeham. "Mau pesan apa?"tanyanya dengan senyuman manisnya.
"Uhm.."Suho membacakan satu persatu pesanan mereka.
"Itu saja?"ucap maid tersebut yang sebenarnya adalah Joomin.
"Ne."ucap Chanyeol sambil tersenyum mengagumi wajah maid tersebut.
"Arasseo. Tunggu sebentar ya."
"Ne~ Lama pun tak apa~"ucap Kai pelan tapi masih bisa terdengar.
"Ish!"D.O memukul lengan Kai.
Yang lain hanya tertawa.
===
"Makanan di sini enak juga."ucap D.O kagum.
"Iya betul."kata Chanyeol setuju.
"Besok, besok, besok, dan besoknya lagi kita tak ada penampilan lagi kan?"tanya Chen.
"Molla~"ucap Baekhyun yang sedang asik meminum minumannya.
"Tidak ada lagi. Penutupnya, penampilan dari senior."jawab Suho.
"Oohh."Chen hanya ber-oh ria.
"Itu berarti, kita bisa ke sini kapanpun kita mau dong?!"tanya Kai semangat.
"Yup~"ucap Lay.
"Yesshhh!!"dua maknae itu hanya tersenyum-senyum girang.
===
AUTHOR POV
"Kau boleh pulang."kata Eunri kepada Joomin yang sudah berganti pakaian.
"Gomawo. Akhirnya aku terbebas dari pakaian ketat itu. Aku pasti aneh saat memakai itu."katanya lalu menghela nafas.
"Aniyo! Kau malah terlihat cantik!"katanya lalu ia menutup mulutnya, "Ups, mianhae."
"Aish. Ya sudah, aku mau pulang dulu ya Noona. Annyeong~"
"Annyeong~ Dan oh ya jangan lupa besok datang lebih pagi, agar aku bisa memakaikan make up lebih maksimal."
"MWO?! ANIIII aku tidak mau datang kalau begitu."
"Aish baiklah. Aku tidak akan memakaikan make up secara menor. Natural oke? Dan oh ya, sejak kau jadi maid di sana, cafenya jadi semakin laku. Tahun lalu tidak seramai sekarang loh."
"Jinjja? Baguslah."kata Joomin lalu mengemas barang-barangnya. "Annyeong."katanya lalu pergi dari ruang OSIS yang luas itu.
"Yup annyeong~"
===
"Oh ya, Joomin sedari tadi tidak terlihat. Ke mana ya dia?"tanya Chen yang baru tersadar.
"Benar juga kau. Ke mana ya dia?"Suho bingung.
"Aku akan mencarinya ke dalam. Kalian diam saja-"
"Hoii!"tiba-tiba suara Joomin terdengar dari kejauhan.
"Nah itu dia."kata Baekhyun terlihat lega. "Ke mana saja kau?"
"Oh.. Itu.. Uhm aku dipanggil ketua OSIS."
"Selama itu?"
"Yup."kata Joomin.
"Ya sudah ayo kita pulang."
===
Kini saatnya makan malam, dan mereka semua sudah berada di ruang makan.
"Selamat makan!"teriak Chanyeol bahagia, menandakan ia kelaparan.
"Enak!"kataku setelah menelan suapan pertama. "Pasti masakan D.O."
"Haha iya Hyung. Apakah tidak kurang asin atau apa?"
"Ani! Ini benar-benar pas dan enak."kata Joomin dengan mulut penuh makanan.
"Jinjja? Syukurlah.."katanya lalu tersenyum menunjukkan bentuk mulutnya yang berbentuk hati.
"Ish. Kau lucu sekali."kata Joomin lalu mencubit pipi D.O yang ada disampingnya.
Tanpa sadar, pipi D.O merona merah.
Kai yang melihat mereka hanya menatap dengan kesal. Lalu ia tiba-tiba teringat sesuatu.
"Oh ya, tadi di cafe ada maid cantik. Tapi kami lupa menanyai namanya."kata Kai lalu menghembuskan nafas kesal dengan pura-pura. Ia hanya mau memanas-manasi D.O. D.O hanya memberikannya death glare.
"Iya betul. Tadi kau tak ada sih! Sayang sekali, padahal ia cantik sekali loh.."Sehun meledek Luhan. Luhan hanya memukul lengan Sehun dengan main-main. Sehun tertawa kecil.
===
JOOMIN POV
"Iya betul. Tadi kau tak ada sih! Sayang sekali, padahal ia cantik sekali loh.."
*blush*
Aku merasakan pipiku memanas karena kata-kata Sehun. Padahal ia hanya menggoda Luhan Hyung.
"J-Jinjja? Sayang sekali ya.."kataku berpura-pura menyesal.
Aku menyesal karena tak melihat diriku sendiri?-_-
Lagipula mengapa sih mereka membicarakan 'aku'?
"Besok aku akan menanyakan nomornya~"ucap Kai.
"Aku juga~"kata Sehun. D.O dan Luhan hanya memberikan mereka tonjokan kecil.
===
HunHan & KaiSoo>♡<
Read, comment, and vote please.
Commentnya jangan cuma 'next' atau sejenisnya please^^ Comment gimana setelah kalian baca ini♡ Oke?^^
Saranghae~
-30Sept14-
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro