The Job
AUTHOR POV
Joomin bersiap-siap untuk bersekolah dengan matanya yang masih mengantuk.
"Ah.. Aku malas.. Aku masih mengantuk."katanya pada dirinya sendiri, sambil merenggangkan badan.
Tapi ia tetap melanjutkan rutinitas tiap harinya. Ia beranjak ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam sekolahnya.
"Sampai kapan aku akan menyimpan rahasia ini?"
===
JOOMIN POV
Kami bertiga belas masuk ke mobil Suho Hyung dan berangkat ke sekolah kami.
"Joomin-ah?"tiba-tiba Luhan Hyung menepuk pundakku.
"A-Apa, Hyung?"
"Kau baik-baik saja?"
Tidak. Aku tidak. Aku takut rahasia ini lambat laun akan ketahuan.
"Aku baik-baik saja."kataku sambil menunjukan senyum palsu.
===
KRIIIINGGG!!
Bel tanda sekolah selesaipun berbunyi dan membuat aku menghela nafas senang.
"Joominnie, kau tak mau pulang bersama kami?"tanya Baekhyun Hyung.
"Ah.. Ani. Aku masih ada urusan sedikit."kataku yang hanya dibalas dengan ucapan 'O' dari Baekhyun.
"Baiklah. Kami duluan dulu ya."katanya lalu beranjak pulang.
Akupun berjalan ke tempat dimana aku mencari uang. Uang untuk bisa terlepas dari mereka.
Bukannya aku tak mau bersama mereka. Tapi aku takut aku menjadi beban di sana.
"Annyeong."kataku ketika masuk.
Akupun memulai rutinitas setiap soreku.
===
AUTHOR POV
Tanpa Joomin ketahui, ada beberapa orang yang mengikutinya dari belakang. Mereka menonton semua yang Joomin lakukan.
Mulai dari ia berjalan ke tempat kerjanya, mengajar beberapa orang untuk bela diri, sampai menerima upah berupa uang.
Joomin beranjak keluar sambil membawa tas sekolahnya.
Ia bersenandung kecil.
"Joomin."
Joomin tersentak mendengar suara yang familiar dan iapun berbalik untuk melihat siapa itu.
"Su-Suho Hyung? Apa yang kau lakukan di sini?"
"Maafkan kami. Kami membuntutimu sedari tadi. Kami penasaran apa yang membuatmu keluar setiap sore. Ternyata kau.. bekerja."
"A-Aku.."Joomin membeku. "M-Maafkan aku karena tak memberi tahu kalian sebelumnya."ia menghela nafas.
"Tidak apa. Tapi kau harus menjelaskan ini semua kepada kami semua di rumah."
===
JOOMIN POV
Kini aku benar-benar merasa bersalah dan aku merasa.. malu.
Kini kami bertigabelas duduk di ruang tv, berkumpul untuk mendengar penjelasanku.
"A-Aku.."aku bingung harus mulai dari mana. Aku menghela nafas, "Aku tak enak pada kalian.. Jadi aku memutuskan untuk bekerja, dan jika aku sudah mendapat uang yang cukup, aku akan mencari kos atau flat atau semacamnya..."
"..Agar aku bisa pindah dari sini dan tak lagi merepotkan kalian semua. Dengan mencari uangkan aku juga bisa membiayai sekolah sendiri.."kataku sambil menunduk. Aku menunggu reaksi mereka.
"Maafkan aku karena tak memberi tahu kalian semua tentang ini.."kataku masih sambil tertunduk.
Tiba-tiba Suho Hyung yang disampingku menepuk pundakku.
"Aku bangga padamu."
"A-Apa?!"aku bingung.
"Aku bangga padamu. Jujur saja. Kau mencari pekerjaan demi hal yang sebenarnya tak perlu kau risaukan. Kami sama sekali tidak keberatan dan sama sekali tidak kerepotan. Kau justru membuat kami semakin bahagia dan kami juga semakin banyak teman. Kami senang kau bisa di sini selama ini membantu kami jika ada tugas atau apa.. Jadi Joomin, jangan pernah kau berpikir lagi bahwa dirimu membuat kami kerepotan. Kau sudah kami anggap sebagai saudara sendiri."Suho Hyung beranjak memelukku.
Mataku semakin panas dan panas. Dan tanpa bisa kucegah, air mata mengalir keluar ke pipiku.
"Terimakasih.."kataku sambil balas memeluknya.
Yang lain beranjak dari duduknya dan memelukku.
"Big hug!"kata Chanyeol.
"Kau tak perlu bekerja lagi, Joomin."kata Suho Hyung membuatku kaget.
"W-Wae?"
"Kulihat setiap kau pulang dari tempat itu kau terlihat sangat lelah. Belum lagi ada tugas sekolah atau pekerjaan rumah. Kau pasti juga selalu membantu pekerjaan rumah dna tugas kami. Maka itu kau selalu kurang tidur dan lelah, kan? Maka itu aku meminta kau untuk berhenti bekerja."
Aku menghela nafas. Apa yang dikatakan Suho Hyung benar. Aku terlalu lelah. Aku mengangguk untuk menurut lalu tersenyum.
"Yaaaayyy!"teriak Baekhyun Hyung.
"Kini kita bisa pulang bersama terus deh!"kata Luhan Hyung sambil merangkul pundakku.
"Hahaha iya!"
Aku merasa senang.. Dan lega. Tapi ketika teringat bahwa aku yeoja dan mereka belum mengetahui hal itu, membuatku tersadar dan merasa masih ada hal yang mengganjal lagi.
===
A/N : Akhirnya update!^-^
Comment and Vote!♡
Saranghae~
-16Nov14-
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro