Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

♕-22


-幸せな読書-

"Ini kuburan Lami, well... Udah lebih bagusan karena udah dihiasi dan disemen." Kata Jisung kepada Bambam, karena tadi Bambam mengajaki Jisung untuk pergi ke kuburan Lami.

"Lo yang ngurusin semua? Termasuk biayanya?" Tanya Bambam.

"Iya. Gua yang bayar semuanya, termasuk biaya tambahan otopsi waktu itu." Jawab Jisung.

Bambam berjongkok, melihat makam milik adiknya itu, dia menitiskan air matanya "Maaf gua gabisa jagain lo, dek."

Jisung hanya memperhatikan Bambam, Jisung ingin menanggis namun dia sudah lelah menanggis, hampir setiap malam dia menanggisi Lami.

"Dek, baik-baik ya disana. Sorry, gua nggak merhatiin lo selama ini." Kata Bambam dengan isak tangisnya. Dia menyesal? Tentunya. Dia jarang memperhatikan Lami, dia berusaha untuk cuek karena takut jika Lami akan dibully oleh teman-temannya karena dia adalah Vampire.

"Bukan salah lo. Ini salah gua juga." Jisung ikut berjongkok dan mengelus punggung Bambam.

"Makasih ya, bro. Gua bangga Lami bisa punya pacar kek lu meskipun Lu angel." Kata Bambam dengan senyumnya.

"Sama-sama, bro. Yaudah gua tinggal dulu ya, gua ada janji sama temen-temen." Pamit Jisung.

"Iya. Gua disini dulu ya."

"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Bambam? Baik kah? Kalian mau menikah? Tanya Nyokapnya Y/N.

Y/N menghela nafas beratnya "lagi nggak jelas, dia memang perhatian, dia mengubungiku setiap hari, tapi aku masih tidak mau menikah dengannya, ma."

"Kan sudah mama bilang, lebih baik mama aja yang korbanin diri mama, kamu bisa kok bahagia sama orang lain."

"Mah, nggak bisa gitu. Mama harus terus sama aku. Lebih baik aku nikah sama Bambam daripada aku harus kehilangan mama."

"Kamu masih bisa sama yang lain, contohnya si Hyunjin itu."

Y/N yang baru saja minum air putih langsung menyemburkan air itu lagi "Apaan sih ma? Hyunjin itu bukan pacar aku."

"Tapi kalian lucu banget loh. Mama sih pengennya kamu sama Hyunjin, mama bahkan rela kehilangan nyawa mama untuk kamu sama Hyunjin bahagia."

"Mah udah jangan ngomong gitu. Mamah harus sama aku terus."

Nyokap menitiskan air matanya "ah sudahlah jangan sampai mama jadi cenggeng begini."

"Dua minggu lagi kalian akan melaksanakan final test kalian, jangan lupa, persiapkan. Kalian harus semangat untuk mengikuti ujian itu, supaya bisa mencapai perkuliahan yang kalian inginkan." Jelas Pak Suho kepada murid-muridnya.

"Haish, cepet banget sih udah 3 tahun di SMA. Bakalan pisah sama Jisung deh, sayang banget gua baru kenal Jisung beberapa bulan yang lalu." Gumam Y/N.

"Hah bilang apa lo?" Tanya Jisung, sahabat dan teman sebangku Y/N.

"Gapapa, sayang aja bentar lagi kita pisah." Kata Y/N.

"Haha, gausah takut. Kita masih bisa sering ketemu kok." Jawab Jisung.

"Ini tugasnya harus kalian kerjakan ya! Bapak ada rapat penting jadi kerjakan saja tugasnya. Ketua kelas! Jaga ketenangan!" Perintah Pak Suho.

"Baik Pak." Jawab anak-anak serentak.

Namun, kelas Y/N tuh anak-anak munafik semua. Tetep aja berisik, maupun disuruh tenang pun ga penting.

"Sung, Kalo gua kangen sama lo gimana?" Tanya Y/N.

"Yaudah ketemuan aja bareng-bareng. Ngumpul gituh." Balas Jisung.

"Elu nggak ada perasaan lebih sama gua?" Y/N mengobrol dengan Jisung tapi keduanya sama-sama mengerjakan tugas dari Pak Suho, Pak Suho killer soalnya.

Jisung menatap Y/N "Maksudnya?"

"Gausah sok gatau. Jisung..."

"Gua suka sama lo." Lanjut Y/N.

Wajah Jisung memerah "jangan nge prank, ga lucu." Jawab Jisung.

"Gua nggak bercanda."

"Ah um... Eh iya nomor 2 apa jawabannya? Ajarin dong!"

"Jangan ngalihin pembicaraan."

"Nggak beneran deh gua nggak ngerti nomor 2."

"Yasudahlah mungkin bukan saatnya untuk menyatakan perasaan." Pikir Y/N.

"Oh begitu! Terima kasih!" Kata Jisung sesudah Y/N mengajaki Jisung soal nomor 2.

"Iya."

"Ah iya, Dan masalah pernyataan perasaan lo tadi..."

"Gua masih nggak tau sama perasaan gua sendiri, gua masih kepikiran sama Lami." Kata Jisung.

"Jangan pernah mikirin sesuatu Yang nggak bakalan lo dapetin lagi, Lami itu udah bahagia disana. Jangan mengharapkan dia lagi, lihat yang sudah ada di depan mata, sung." Jelas Y/N.

"Hmm... Baiklah..."

"Gua bersedia jadi pacar lo kalo elu mau." Kata Jisung.

Wajah Y/N memerah "tapi bagaimana dengan tanggapan anak-anak NCT dream? Mereka tidak suka denganku."

"Nggak masalah, apa salahnya jika sesorang saling mencintai?" Kata Jisung.

"So, then. I'm your girlfriend, am I?" Tanya Y/N.

"Yes." Jisung mengecup pucuk kepala Y/N.

Ya setidaknya Jisung bisa menjadi pacar pertama dan pacar terakhirnya sebelum menikah dengan Bambam. Sekarang lupakan sejenak masalah Lami dan Bambam, hanya sisa 2 minggu dia bisa begini dengan Jisung.

Hyunjin
Online

Jin! |
Aku diterima oleh Jisung! |

Hyunjin
|Oh sudah jadian?
|Bagaimana dengan Bambam?

Ah lupakan saja tentang Bambam|

Hyunjin
|Baiklah yang terbaik untukmu
|Bahagia ya bersama Jisung :)

Iya terima kasih |

Hyunjin
|Aku ada urusan sebentar
|Nanti aku chat lagi

Baiklah|

"Chat dengan siapa?" Tanya Jisung.

"Ah, dengan Minho, saudara ku yang ada di Daegu itu." Kata Y/N.

"Oh."

"Y/N tuh memang tidak peka ya."

"Semoga dia bahagia, meskipun bukan bersama gua." Kata Hyunjin.

Hyunjin menatap cermin "Salah sendiri kenapa aku terlalu berharap dengannya, siapa yang ingin dengan lelaki berdosa seperti ku?"

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro