Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

19. tragedy

Yeonhae tengah membaca di ruang perpustakaan, ketika tiba-tiba seorang pelayan masuk dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan; takut, kalut, panik, bingung.

"Nona.." Katanya dengan suara setengah ketakutan.

"Ada apa?" Tanya Yeonhae dengan sedikit rasa takut. Sudah pasti sang pelayan akan membawa kabar buruk.

Sang pelayan membungkukan badannya dengan kaku, "Maaf untuk memberi tahu ini, Nona.." Lagi-lagi pelayan itu membungkuk.

Yeonhae mengerutkan dahinya dengan bingung, "Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Tuan.. Dan Nyonya.. Mengalami kecelakaan saat hendak terbang ke Nagasaki. Mereka terjatuh ke lautan luas, dan jasadnya ditemukan tadi pagi.. Namun.... Mereka meninggal, Nona.." Pelayan itu membungkuk untuk kesekian kalinya.

Namun, di sisi lain, Yeonhae membeku di tempat. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan rasa takut.

"Kau pasti bercanda, kan?" Yeonhae terus menerus menggeleng-gelengkan kepalanya layaknya orang gila.

Pelayan tersebut menggeleng, "Saya tidak bercanda, Nona. Kami mendapat kabar ini dari teman Nyonya.."

Yeonhae menjatuhkan buku yang tengah ia pegang. Bunyi keras berdentam memenuhi ruangan perpustakaan.

Ia terdiam dan tak berbicara apa-apa. Ia menunduk. "B-Baik.. Terima kasih atas kabarnya.. Tolong tinggalkan aku sendiri."

"Saya turut berduka cita, Nona.." Kata pelayan tersebut sebelum menutup pintunya dan meninggalkan Yeonhae sendirian.

Yeonhae membenam wajahnya dengan bantal yang ada di atas sofa, tepatnya di sampingnya.

Ia menjerit sebelum menangis tersedu. Ia belum pernah kehilangan anggota keluarga sebelumnya.

Walaupun appa nya selalu bersikap kasar kepadanya, ia tetap merupakan appanya.

Ia menangis dan menangis sampai tiba-tiba pintu perpustakaan terbuka lebar, ia mendengar suara langkah berlari ke arahnya, sebelum tiba-tiba merasakan pelukan hangat.

"Semuanya akan baik-baik saja.." Suara Baekhyun membuatnya sedikit tenang. Namun, suara Baekhyun sendiri terdengar gemetar dan dipenuhi rasa takut.

Baekhyun juga sudah disampaikan oleh seorang pelayan ketika ia sedang berjalan di taman tadi. Dan hal pertama yang ia lakukan setelah diberi tahu adalah, bertanya di mana Yeonhae dan berlari ke arahnya. Menahan air matanya sendiri.

Ia ingin bersikap tegar dan kuat di depan Yeonhae. Dan ia berjanji ia akan membuat adiknya nyaman dan tenang.

Yeonhae melepaskan bantalnya, sebelum balas memeluk Baekhyun.

"A-Appa.. E-Eomma.." Yeonhae menangis dipelukan Baekhyun.

Baekhyun tanpa sadar meneteskan air mata melihat adiknya seperti ini. Dan ia juga sedih bukan main mendengar berita ini. Ia tak habis pikir bagaimana hidup tanpa eommanya.

"Aku berjanji akan selalu ada di sampingmu.." Baekhyun berkata dengan air mata yang masih bercucuran.

Yeonhae terus menangis dan menangis.

Mereka berdua menangis di ruang perpustakaan sampai tak sadar bahwa mereka tertidur.
===

Baekhyun mengerjapkan matanya tak percaya ketika melihat list untuk melanjutkan usaha orangtuanya.

Ia tak percaya bahwa ia harus break kuliah untuk sementara waktu, untuk menangani perusahaan eomma nya untuk sementara ini.

"Tuan Byun, hutang perusahaan ini cukup banyak. Kalau kita hanya berdiri sendiri, perusahaan kita lama kelamaan akan hancur." Kata seorang sekretaris dari Perusahaan eommanya Baekhyun. Ia memberi tahu Baekhyun akan hal ini.

Hal ini membuat Baekhyun merasa ia perlu bunuh diri saat ini juga. Tapi ia tak boleh lari dari kenyataan dengan cara seperti itu. Apalagi ia masih ada Yeonhae yang perlu ia lindungi.

"Apakah ada cara untuk mengatasi hutang ini, Tuan Kang?" Baekhyun menghela nafas.

Orang yang disebut dengan Tuan Kang hanya mengangguk, "Sebenarnya bisa. Baru-baru ini, Im Company mengajak untuk bekerja sama. Dan nanti, anak dari pemilik Im Company akan datang untuk menemui anda. Membicarakan tentang hal ini."

Baekhyun terpekur, Im? Itu berarti tak lain dan tak bukan adalah Eunwon.

Baekhyun lagi-lagi menghela nafas, "Baik. Terimakasih Tuan Kang."

Tuan Kang membungkuk sebelum meninggalkan Baekhyun sendirian.
===

Pintu ruang direktur terbuka, dan menampakkan wajah Eunwon.

Eunwon, dengan wajah yang berpura-pura sedih, langsung berlari ke arah Baekhyun.

"Oppa!" Ia langsung memeluk Baekhyun. "Aku turut berduka cita.."

Baekhyun hanya terdiam, "Ya terimakasih."

"Oppa, apa kau tahu? Bahwa hutang perusahaan ini ternyata sangat banyak?" Tiba-tiba ia membuka topik.

Baekhyun menghela nafas, "Ya aku tahu."

"Aku tahu solusinya, Oppa!" Katanya, dengan wajah yang tiba-tiba cerah.

"Apa?" Tanya Baekhyun malas.

"Perusahaan kedua orangtuaku bisa membantumu." Ia tersenyum lebar. "Dengan cara, kau menikah denganku, dan hutang tak perlu kau cemaskan lagi."
===

Baekhyun mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Yeonhae yang ada di sampingnya melihat ke arahnya dengan cemas.

"Ada apa, Oppa?"

Baekhyun menghela nafas, "Tidak.. Hanya saja.. Pekerjaan eomma membuatku stress.."

Yeonhae menepuk-nepuk pundaknya, "Semangat!"

Baekhyun tersenyum kecil, "Ya, adik kecilku." Ia mengacak-acak rambut adiknya. Sebelum menghela nafas lagi.

Ia memutuskan untuk memberi tahu Yeonhae tentang hal ini.

"Yeonhae, kau harus tahu satu hal." Baekhyun meremas tangan adiknya, dan berkata dengan wajah cemas

"Apa itu?" Tanyanya, tak kalah cemasnya dengan Baekhyun.

Baekhyun menghela nafas sebelum menggeleng-geleng, "Perusahaan eomma.. Memiliki banyak hutang. Dan salah satu cara untuk melunasi hutangnya adalah dengan cara.."

Yeonhae melihat ke arahnya dengan ekspresi cemas.

"Aku harus bekerja sama dengan Im Company. Atau dengan kata lain, aku harus menikahi Eunwon agar hutang-hutang perusahaan terlunasi.." Ia menghela nafas untuk yang kesekian kalinya hari itu.

Yeonhae hanya bisa terdiam, "Lalu..? Apa kau ingin menikahinya?"

Baekhyun menggeleng keras, "Sama sekali tidak."

Yeonhae terdiam. Dan diam-diam ia merasa lega.

"Aku rasa.. Ini semua adalah rencana Eunwon.." Baekhyun meremas tangannya.

"Apa maksudmu?" Tanya Yeonhae bingung.

"Ia sengaja membuat orangtua kita meninggal, agar aku bisa menjadi penerus perusahaan eomma. Dan ternyata setelah aku tahu bahwa perusahaa eomma banyak hutang, ia tiba-tiba menawarkan diri untuk menikah denganku agar bisa melunasi hutang. Apa itu masuk akal?"

Yeonhae berpikir sejenak, "Benar juga.. Kalau begitu, coba oppa pastikan lagi. Apa memang benar perusahaan eomma terlibat banyak hutang. Bisa saja ia berbohong soal itu.."

Baekhyun mengangguk-angguk, "Tapi yang pertama kali memberitahu soal ini adalah.. Tuan Kang, sekretaris dari perusahaan eomma.."

Yeonhae berpikir lagi, "Apakah mungkin? Bila sang sekretaris sengaja dibayar oleh perusahaan Eunwon untuk berbohong soal ini?"

Baekhyun membulatkan matanya tak percaya. Sebelum menepuk tangannya dengan penuh kemenangan. "Kau jenius! Aku seharusnya tak langsung percaya akan hal ini."

Yeonhae tersenyum, "Oppa punya teman dari perusahaan lain kan? Mengapa oppa tidak memastikan saja kepada mereka?"

Baekhyun tersenyum lebar, "Kau jenius, Yeonhae! Ya! Besok aku akan memastikan semuanya."
===

A/N : Keep revomment ya:3
Hargai waktu author yang udah luangin buat bikin chapter ini^^
Gomawo~

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro