Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

BAB XV : Pesta Pertunangan Yang Terlambat

Kastil Keluarga Meyer, Reveria, 2017.

Sepertinya tekad Jonathan untuk segera pulih dan menghadiri Royal Ascot tidak bisa dibendung. Secara tidak sengaja, Summer meluapkan kekhawatirannya tentang Jonathan yang terlalu memaksakan diri untuk rehabilitasi saat berbincang sore dengan Lady Eleanor di taman. Mendengar keluhan tersebut, Lady Eleanor yang juga khawatir langsung menghubungi Jonathan dan menegur sikap keras kepala Jonathan dengan tegas. Lady Eleanor kemudian memutuskan untuk merencanakan pesta besar untuk secara resmi mengumumkan pertunangan Jonathan dan Summer. Dalam negosiasi yang intens, bahkan Sir Reginald ikut terlibat, dan akhirnya diputuskan bahwa pesta pertunangan resmi akan diadakan sebulan kemudian.

Hari ini, Summer duduk di depan meja riasnya, mengenakan bathrobe dan sedang dirias oleh make-up artist pilihan Lady Eleanor. Ibu angkat Summer itu sangat bersemangat dengan pesta pertunangan ini, memperlakukannya seolah-olah itu adalah persiapan untuk pernikahan. Dia memastikan bahwa gaun, dekorasi, dan riasan Summer harus sempurna. Lady Eleanor juga tidak lupa memastikan bahwa pakaian Jonathan juga harus sempurna.

Pesta diadakan di taman belakang Kastil Keluarga Meyer. Sejak pagi, suasana sangat sibuk, dengan semua orang bergerak cepat untuk mempersiapkan acara. Jonathan telah tiba di kastil sejak pagi dan setelah bertemu dengan Summer, dia tampak santai dan sibuk bermain dengan kakak angkatnya. Yang membuat Summer semakin jengkel adalah sikap tenang Jonathan; dia tidak menunjukkan sedikitpun rasa gugup. Sebaliknya, Summer merasa sangat gugup, terutama karena beberapa nama tamu undangan, termasuk Pangeran Mahkota Frederick dan tunangannya, Lady Eveline Carleton, membuat situasi semakin menegangkan. Summer merasa tertekan karena harus membohongi Putra Mahkota Kerajaan secara terang-terangan.

Summer tampak mempesona setelah persiapan berjam-jam, mengenakan gaun berwarna ivory yang memberikan kesan lembut dan hangat. Gaun tersebut memiliki potongan yang memeluk tubuhnya dengan pas, menonjolkan siluet feminin yang anggun. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan diatur menjadi lebih bergelombang, menambahkan kesan elegan.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu, dan kepala Lexter muncul melongok ke dalam ruangan. "Adikku, kau sudah selesai bukan?"

"Ya, kak. Sedikit lagi," jawab Summer sambil memeriksa gaunnya di cermin.

Lexter mengerutkan dahi. "Aku harus menyambut Pangeran Frederick terlebih dahulu, tapi aku tidak bisa menemukan Jonathan. Terakhir aku lihat, dia ada di ruang istirahatmu. Sepertinya calon adik iparku yang bodoh itu tertidur lagi. Tolong bangunkan dia dan pastikan dia sudah siap. Setelah itu, sambut pangeran dan pasangannya di bawah, jangan terlalu lama!"

Lexter tersenyum sambil melirik para perias yang tidak bisa menahan tawa mendengar dia menghina Jonathan, teman baiknya yang merupakan seorang pejabat tinggi kerajaan.

Summer sedikit tersentak, baru menyadari bahwa Jonathan memang beristirahat di ruang santainya. Ternyata, kamar Summer ini sangat besar, dengan kamar tidur yang luas, sebuah wardrobe besar, dan terhubung ke ruang santai yang memiliki sofa-sofa nyaman dan pemandangan taman indah milik Keluarga Meyer.

Jonathan, yang sudah siap berpakaian dua jam yang lalu, memasuki ruangan itu setelah merasa lelah dari persiapan dan berkata ingin menunggunya di sini. Namun, Summer belum sempat mengecek ke ruang bersantai tersebut.

"Baiklah, aku akan segera ke sana," kata Summer sambil berusaha menahan tawa. "Jangan khawatir, aku akan pastikan Jonathan tidak terlalu lama terlelap."

Lexter tersenyum lebar. "Aku akan berharap padamu. Jangan sampai kita semua terlambat hanya karena tokoh utama pria kita malam ini yang malas bangun."

Setelah Lexter pergi, Summer menuju ruang santai dengan senyum di wajahnya, merasa sedikit terhibur dengan komentar Lexter. Sesampainya di ruang santai, ia menemukan Jonathan duduk di sofa dengan jas yang sudah ditanggalkan, dasi yang belum terpasang, dan memejamkan mata. Lampu ruangan tidak dinyalakan dengan terang, hanya lampu kecil di atas nakas di samping sofa yang menyala, dan tirai diturunkan hingga menutup sebagian kaca yang langsung terlihat dari luar ruangan.

Summer mendekat untuk membangunkan Jonathan, namun melihat dahi Jonathan yang berkerut, ia menangkap sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dengan cepat, ia mempercepat langkahnya menuju Jonathan.

Summer mengelus bahu Jonathan dengan lembut, membangunkannya hati-hati agar tidak kaget. "Hei, acara sudah hampir dimulai. Bahkan sahabat-sahabatmu sudah datang. Pangeran Frederick juga sudah sampai. Kita harus menyambut mereka."

Sejenak tidak ada jawaban dari Jonathan. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Summer, semakin khawatir.

Mata Jonathan mulai terbuka, dan ia tersenyum melihat penampilan Summer. "Kau cantik sekali malam ini. Tolong beri aku waktu lima menit lagi."

Dahi Summer berkerut heran. "Apa kau sedang melantur? Kau baik-baik saja?"

Mata Summer teralihkan ke meja di depan Jonathan, di mana terlihat kotak obat dan gelas air mineral yang sudah tandas. Jonathan menangkap arah pandangan Summer dan mulai menjelaskan. "Saat aku selesai bermain dengan Lexter, pinggangku terasa nyeri kembali. Aku hanya ingin meminta ruang yang sunyi untuk beristirahat sejenak, tapi aku tertidur. Sekarang aku tidak bisa bangun, Bree," ujar Jonathan memelas.

"Apa? Aku akan memanggil seseorang dan membawamu ke rumah sakit," kata Summer, bangkit dari duduknya, tapi di tahan oleh Jonathan.

"Kecilkan suaramu, jangan biarkan orang lain tahu. Tetap tenang di sini bersamaku. Lima menit lagi aku pasti bisa mengontrol kakiku," ujar Jonathan dengan nada meminta.

Summer teringat penjelasan Norin bahwa dokter mengatakan tusukan itu tidak mengenai titik vital Jonathan, namun ia tidak tahu bahwa efeknya bisa sebesar ini pada tubuh Jonathan. Dengan penuh kepedulian, Summer memutuskan untuk membantu Jonathan.

"Baiklah, aku akan tetap di sini dan membantumu," kata Summer dengan lembut. Ia duduk di samping Jonathan dan mulai memijat kakinya dengan lembut, mencoba meredakan ketidaknyamanan yang dialami Jonathan.

Jonathan menutup matanya dan menghirup napas dalam-dalam saat Summer memijat kakinya. Rasanya begitu menenangkan dan membantu mengurangi rasa nyeri. Ia merasakan kehangatan dan perhatian yang tulus dari Summer.

Setelah beberapa menit, Jonathan merasa kakinya mulai lebih baik. Dengan usaha yang gigih, ia berhasil bangkit dari sofa dengan bantuan Summer. Meskipun masih sedikit tergoyang, ia merasa siap untuk menghadapi acara.

Summer menggandeng tangan Jonathan dengan penuh dukungan saat mereka berjalan menuju tempat pesta. Suasana di antara mereka terasa lebih hangat dan mesra, dan Jonathan merasa tersentuh oleh kepedulian dan perhatian Summer. Mereka berdua memasuki ruangan pesta bersama, dengan Jonathan merasa lebih baik berkat bantuan Summer.

*****

Summer sangat takjub saat memasuki area taman yang digunakan untuk pesta. Dekorasinya sangat mewah, didominasi oleh warna putih dan hijau yang menciptakan suasana yang elegan dan segar. Panggung tinggi di tengah area dihiasi dengan latar belakang kain draperi putih yang menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh ribuan kuntum mawar putih yang menghiasi meja tamu dan seluruh area pesta, memberikan kesan mewah dan romantis.

Lampu gantung kristal yang berkilauan yang entah bagaimana bisa tergantung di area taman, menambah nuansa glamor dan elegan pada ruangan. Pencahayaan lembut dari lampu-lampu tersebut menciptakan suasana hangat dan intim, sementara penggunaan lilin dan vas bunga dengan berbagai ukuran semakin mempercantik dekorasi. Tata letak meja tamu yang simetris menambah keindahan dan keteraturan ruangan, menciptakan tampilan yang estetik dan memikat.

Kedatangan Summer dan Jonathan disambut hangat oleh Lady Eleanor dan Sir Reginald. Segera setelah itu, Sir Reginald membuka acara dengan pidato singkat namun penuh makna.

"Selamat malam semuanya, terima kasih telah hadir di acara pengumuman pertunangan putri kami dan Jonathan Alden. Awalnya pertunangan ini hanya pembicaraan antar keluarga dan sudah berlangsung selama dua tahun. Saat ini, publik telah mengetahui dan banyak yang bertanya-tanya. Ini adalah salah satu permintaan dari pasangan karena mereka ingin privasi mereka terjaga. Pengadopsian putri kami memang emosional saat itu; kami ingin ia beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum terjun ke masyarakat. Tidak ada sedikit pun niat kami untuk membohongi publik, tetapi ini adalah pilihan terbaik kami saat itu untuk kenyamanan kedua anak kami. Saya berharap hubungan ini dapat terus menguat hingga pernikahan dan maut yang memisahkan. Jonathan Alden, saya juga meminta Anda untuk menjaga putri saya dengan baik."

Pidato Sir Reginald disambut dengan tepuk tangan meriah, dan Summer merasa terharu. Kata-kata Sir Reginald benar-benar menyentuh hati Summer, memberinya rasa memiliki dan kehangatan yang selama ini dia rindukan.

Beberapa saat setelah pidato, Jonathan dan Summer mendekati Pangeran Frederick dan Lady Eveline, yang berdiri di dekat panggung.

"Yang Mulia Frederick, Lady Eveline, selamat malam," sapa Jonathan, tersenyum ramah. "Aku ingin memperkenalkan Brianna Caitlin Meyer, tunanganku."

Pangeran Frederick menyambut Summer dengan senyum lebar dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. "Selamat malam, Brianna. Aku sangat senang akhirnya bertemu denganmu. Lexter sering bercerita tentangmu, dan aku bisa melihat bahwa semua pujian itu benar. Jonathan, aku berharap pemulihanmu berjalan dengan baik; kau jarang terlihat di perkumpulan akhir-akhir ini."

Lady Eveline juga mengulurkan tangannya, tersenyum hangat. "Selamat malam, Brianna. Senang sekali bisa berkenalan denganmu."

Summer membalas senyuman mereka dan menjabat tangan mereka dengan lembut. "Selamat malam, Pangeran Frederick, Lady Eveline. Senang sekali bisa bertemu dengan kalian. Terima kasih atas sambutannya. Dan jika Anda tahu, kakak saya itu memang suka melebih-lebihkan," ujar Summer sambil tersenyum.

Pangeran Frederick tertawa ringan. "Aku harap kau merasa nyaman di sini. Jika ada yang bisa kami bantu, jangan ragu untuk memberi tahu kami."

Lady Eveline menambahkan, "Dan jika ada hal-hal yang perlu dijelaskan tentang acara atau tradisi, aku dengan senang hati akan membantu."

Summer merasa lega dengan kehangatan sambutan mereka. "Terima kasih banyak. Itu sangat membantu."

Sementara percakapan berlangsung, Lexter tiba di samping mereka dan bergabung. "Hei, Brianna, Jonathan, aku berharap kalian menikmati acara ini. Dan sepertinya aku belum sempat memperkenalkan kalian kepada beberapa teman lama."

"Lexter, kita baru saja berbicara dengan Pangeran Frederick dan Lady Eveline," kata Jonathan menahan rasa jengah pada Lexter yang tiba-tiba bergabung dan tidak melihat situasi mereka yang sedang berkenalan. "Mereka sangat ramah dan telah banyak membantu Brianna merasa lebih nyaman."

Lexter tersenyum. "Itu bagus! Aku yakin kalian akan cepat beradaptasi. Mari jadwalkan waktu untuk kita main bersama. Brianna, jika kau perlu apa-apa, jangan ragu untuk mencari kami ya, " ucap Lexter sambil memeluk bahu Summer.

"Terima kasih, Kak Lexter. Aku akan mengingat pesan kalian semua," jawab Summer.

Ketika percakapan berlanjut, Summer merasa perlu ke toilet. Ia meminta izin dan pergi ke ruang toilet yang terletak di dekat area pesta.

Di dalam toilet, Summer mendengar suara beberapa wanita yang sedang bergosip. Ia berhenti sejenak, mencoba mengidentifikasi sumber suara. Ada satu wanita dengan rambut kemerahan yang tampak tengah membahas sesuatu dengan penuh semangat.

"Tidak percaya dia jadi tunangan Jonathan Alden," ujar wanita berambut kemerahan. "Semua ini hanya untuk menutupi skandal Jonathan yang sebenarnya. Katanya dia punya simpanan dan hubungan pertunangannya dengan Brianna Caitlin Meyer hanyalah alibi. Sangat mungkin Brianna hanya dipilih untuk memperbaiki citra publiknya."

Kata-kata itu seperti tamparan keras bagi Summer. Ia merasa terkejut dan bingung. Walaupun Jonathan sebelumnya telah memperingatkannya tentang rumor yang sering beredar dalam acara sosial, ia tak menyangka akan mendengar desas-desus seperti ini.

Summer mencoba menenangkan dirinya dan segera kembali ke acara. Di satu sisi, ia membenarkan bahwa rumor bisa menyebar dengan cepat di lingkungan sosial, seperti yang pernah dikatakan Jonathan. Namun, di sisi lain, ia tak bisa menahan rasa curiga terhadap niat Jonathan, bertanya-tanya apakah ada kebenaran dalam gosip tersebut.

Saat Summer kembali ke area pesta, ia berusaha menutupi kecemasannya. Jonathan melihatnya dan segera mendekatinya dengan perhatian.

"Segalanya baik-baik saja?" tanya Jonathan dengan lembut.

Summer tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan ketegangan di wajahnya. "Ya, hanya perlu beberapa menit untuk diriku sendiri. Terima kasih."

Jonathan mengangguk, lalu menggenggam tangan Summer dengan lembut. "Mari kita nikmati malam ini. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja."

Dengan usaha, Summer berusaha untuk mengalihkan pikirannya dari gosip yang baru saja didengarnya dan fokus pada momen kebersamaan dengan Jonathan dan para tamu lainnya.

.
.
.
.
.

Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Apakah Summer bisa terus percaya Jonathan?








Terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya!🙏🤗

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro