BAB XIII : Momen Kebersamaan
Kastil Meyer, Reveria, 2017.
Seluruh anggota inti Keluarga Meyer berkumpul untuk sarapan pagi bersama di meja makan yang dipenuhi hidangan sederhana namun menggugah selera. Summer merasa gugup karena ini adalah pertama kalinya ia bertemu langsung dengan anggota keluarga laki-laki dari keluarga Meyer. Sebelumnya, Lady Eleanor telah menunjukkan beberapa foto mereka dan mengajak Summer untuk sesi foto keluarga yang baru.
Menu sarapan hari itu terdiri dari sup jagung hangat, roti segar, sosis, dan telur. Minumannya tersedia berbagai pilihan seperti teh, kopi, dan susu. Summer merasa sangat ingin mengundang saudara-saudaranya di panti asuhan untuk bergabung, karena roti hangat dan susu di sini sangatlah memuaskan dan lezat.
"Selamat pagi," sapa kepala keluarga Meyer, Sir Reginald Meyer dengan senyum hangat.
"Pagi semua," jawab putra sulung keluarga Meyer, Lexter Meyer, dengan nada ceria dan suara beratnya yang khas.
"Pagi," sahut Summer dan Lady Eleanor bersamaan.
"Adikku, selamat datang di Keluarga Meyer," ucap Lexter sambil melihat Summer yang menundukkan kepalanya di seberang meja. "Maafkan aku karena kemarin sedang dalam perjalanan bisnis dan tidak bisa menyambutmu secara langsung. Ibu, ayah, kita harus merencanakan acara penyambutan khusus untuk Brianna."
"Ayah juga merasa menyesal karena tidak bisa menyambutmu dengan baik di hari pertama. Maafkan ayah, karena harus berada di peternakan untuk memantau kelahiran sapi. Meskipun ada banyak pekerja, ayah merasa perlu turun tangan sendiri. Peternakan itu berada di luar kota, jadi perjalanan pulang memakan waktu. Jika ada kunjungan berikutnya, ayah pasti akan mengajakmu," tambah Sir Reginald, menunjukkan keprihatinannya.
Summer merasa bahwa acara penyambutan ini bisa menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk dirinya. Baginya, acara tersebut bukan hanya tentang berbaur dengan keluarga bangsawan, tetapi juga kesempatan untuk mulai menyusup ke dalam dunia sosial mereka dan menggali informasi penting tentang pelaku. Momen ini adalah langkah awal yang bagus untuk mengidentifikasi siapa yang mungkin terlibat dalam permasalahan yang sedang dihadapinya. Semakin cepat ia bisa mendapatkan informasi yang diperlukan, semakin cepat pula ia bisa lepas dari Jonathan.
"Tidak perlu khawatir, Kak Lexter, Ayah. Aku mengerti bahwa aku datang tiba-tiba. Aku akan mengikuti keputusan kalian untuk acara penyambutan," jawab Summer dengan senyuman lembut, berusaha menampilkan rasa terima kasih yang tulus.
"Kami tidak ingin memaksamu, sayang," ucap Lady Eleanor dengan nada lembut namun penuh perhatian. "Jika kamu merasa belum nyaman bertemu dengan banyak orang, kita bisa mengatur acara penyambutan yang lebih sederhana, hanya untuk keluarga inti saja. Kita berempat."
Sir Reginald mengangguk setuju, menambahkan, "Kami benar-benar ingin memastikan bahwa kamu merasa diterima dan nyaman. Setelah apa yang terjadi kemarin dengan paparazi, kami memahami bahwa kamu mungkin merasa tertekan."
Summer merasa sangat berterima kasih atas pengertian dan perhatian mendalam yang ditunjukkan oleh keluarga Meyer. "Apakah Jonathan banyak menekanmu dalam beberapa hari ini?" tanya Sir Reginald dengan suara bariton yang penuh kepedulian, menegaskan rasa pedulinya terhadap keadaan Summer.
"Emmm, mungkin karena aku masih dalam proses beradaptasi, jadi rasanya sedikit sulit. Tapi aku yakin semuanya akan menjadi lebih baik seiring waktu," jawab Summer, merasa terhibur oleh dukungan yang tulus dari keluarganya.
"Brianna, apakah Jonathan benar-benar menjadwalkan kelas-kelas yang membosankan untukmu?" tanya Lexter dengan nada penasaran saat sarapan.
Summer awalnya merasa bahwa etiket meja makan bangsawan akan sangat ketat, namun suasananya sangat berbeda. Seluruh anggota keluarga saling melemparkan pertanyaan satu sama lain selama sarapan, membuat suasana hangat dan terasa begitu menyenangkan.
"Ya, dia memang menyiapkan beberapa kelas untukku. Aku akan memulai dengan kelas etiket hari ini, setelah sarapan," jawab Summer.
"Oh, hell," Lexter mengeluh, suaranya penuh kekesalan. "Ibu, apakah guru etiket yang dikirim Jonathan adalah Miss Harper? Brianna, aku harus memberitahumu bahwa dia adalah wanita yang sangat menakutkan. Minta pada Jonathan untuk membatalkan kelas itu!"
Summer sedikit tercengang mendengar reaksi Lexter, sementara kedua orang tua angkatnya hanya tertawa mendengar kekesalan Lexter. Suasana menjadi ceria dengan tawa mereka, membuat Summer merasa lebih nyaman.
*****
Summer duduk menunggu kedatangan gurunya di ruang perpustakaan keluarga. Selama sarapan, Lexter terus saja menceritakan betapa tidak sukanya dia dengan pengalaman pelatihan etiketnya dengan Miss Harper. Summer jadi menebak-nebak apakah Miss Harper bisa menerimanya dengan baik, melihat dari cerita Lexter yang begitu percaya diri menegur kakak angkatnya itu dengan begitu tegas.
Pintu perpustakaan terbuka, Summer menoleh untuk melihat seorang wanita anggun dengan setelan jas putih yang sangat pas, membuat usia paruh baya wanita itu tampak seperti kembali ke masa remaja. "Ibu, apa yang membuat Ibu datang ke sini? Ada sesuatu yang ingin Ibu sampaikan?" tanya Summer, heran melihat Lady Eleanor masuk sendirian.
Lady Eleanor tersenyum dan sedikit tertawa. "Hari ini, Ibu akan menjadi guru etiketmu. Ibu juga tidak suka dengan Miss Harper karena dulu dia pernah memukul Lexter. Jadi, Ibu yang akan membantumu belajar. Tenang saja, Ibu akan membuat kelas ini menyenangkan," jelas Lady Eleanor.
Ada rasa lega yang menyusup dalam hati Summer sekaligus terharu dengan kepedulian Lady Eleanor pada dirinya. " Tadinya jika Miss Harper yang datang aku akan menjahilinya jika mengusikku, seperti yang ibu ceritakan padaku kemarin malam," ucap Summer yang melemparkan sedikit candaan.
"Wah, Sayang, Ibu tidak cerita itu untuk dicontoh," balas Lady Eleanor dengan teguran lembut.
Setelah beberapa saat, Lady Eleanor berubah mimik wajahnya menjadi serius, berdiri dengan tegak, dan menatap Summer dengan penuh perhatian. "Brianna, sebelum kita mulai, aku ingin mengingatkanmu tentang beberapa hal penting mengenai peranmu sebagai tunangan Perdana Menteri."
Summer menatap penuh perhatian, "Tentu, Bu. Aku ingin memahaminya dengan baik."
Lady Eleanor mengambil sebuah buku kecil dari rak dan meletakkannya di atas meja. Summer membaca judul buku tersebut dan menyadari bahwa buku itu berisi panduan etiket dan peran pasangan pejabat pemerintahan.
"Pertama-tama, ingatlah bahwa sebagai tunangan Perdana Menteri, setiap tindakanmu akan diperhatikan dan dinilai oleh publik dan media. Etiketmu harus selalu sempurna. Ibu sangat bangga dengan responmu kemarin saat bertemu dengan paparazzi, kau bisa menguasai dirimu dengan baik. Lakukanlah seperti itu," jelas Lady Eleanor sambil menunjuk beberapa poin dalam buku.
"Etiket pertama yang harus kau perhatikan adalah cara berpakaian. Saat menghadiri acara formal, pastikan pakaianmu sesuai dengan kode yang ditentukan dan tidak terlalu mencolok. Pilihan warna yang lembut dan desain yang elegan selalu lebih baik," tambah Lady Eleanor.
Summer mengangguk, menyimak setiap detail dengan seksama. Ia menyadari bahwa banyak hal baru yang harus ia pelajari dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya. "Baik, Bu. Aku akan pastikan untuk meneliti dulu acara yang ingin aku datangi sebelum memilih pakaian."
"Selain itu, perilaku saat berinteraksi dengan tamu dan media sangat penting. Jangan pernah menunjukkan ketidaksenangan atau kemarahan di depan umum. Jaga senyummu dan selalu bersikap ramah, meskipun situasinya tidak menyenangkan."
"Apa ada batasan khusus yang harus aku perhatikan saat berbicara dengan media atau tamu?" tanya Summer, semakin mempersiapkan diri untuk peran barunya.
"Ya, ada beberapa batasan. Hindari membahas topik yang terlalu pribadi atau kontroversial. Jaga setiap jawaban tetap singkat dan sopan. Jangan terlalu terbuka tentang masalah pribadi atau konflik. Publik relations adalah bagian besar dari peranmu."
Lady Eleanor menghentikan penjelasannya sejenak, mengamati ekspresi Summer yang serius. "Terakhir, ingatlah bahwa sebagai tunangan Perdana Menteri, kamu juga harus menghormati batasan-batasan pribadi. Jaga jarak dan privasi dalam hubunganmu dengan Jonathan. Ada garis tipis antara profesionalisme dan kehidupan pribadi yang harus kau patuhi."
Summer merasa sedikit tegang, ia merasa bahwa sejak kemarin Lady Eleanor selalu memberikannya nasihat untuk bisa memiliki batasan yang jelas dengan Jonathan. Ia juga selalu mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan terlalu jauh pada hubungan professional ini. Summer sempat merasa bahwa, ini adalah sebuah kekhawatiran seorang ibu. Tapi, untuknya sikap Keluarga Meyer masih harus diwaspadai. Summer pun memaknai peringatan Lady Eleanor sebagai peringatan untuk selalu bersikap professional pada perannya sebagai tunangan pura-pura seorang Jonathan Alden yang membawa nama Keluarga Meyer.
"Aku mengerti, Bu. Aku akan mematuhi semua aturan ini. Aku tidak ingin mengecewakan Jonathan atau keluarga," kata Summer dengan tekad.
Lady Eleanor tersenyum lembut. "Bagus sekali, Sayang. Aku tahu kau akan melakukannya dengan sangat baik. Jika ada hal lain yang perlu kau tanyakan, jangan ragu untuk bertanya."
Lady Eleanor memeluk Summer dengan lembut dan melanjutkan membimbingnya melalui materi etiket dengan penuh perhatian. Summer merasa lebih siap menghadapi tanggung jawab barunya setelah pengarahan yang mendetail ini, meski ada keraguan di dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
Jiahhhh, Mr. Jo malah rebutan Brianna sama Kak Lexter di postingan ini! 😂
Udah lah, Mr. Jo, jangan cemburu!
Brianna cuma punya waktu khusus buat kamu, kok! 😉☕️
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro