Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

-11.2-


Rasa dingin langsung menjulur dari ujung kaki hingga ujung kepala Celine sehingga ia memilih untuk menunduk daripada memandangi ketiga pria yang entah mengapa tiba-tiba kompak diam untuk menunggu jawabannya. Apa yang harus ia jelaskan? Bahwa ia dijodohkan dengan Reinald oleh Jonathan? Serta Thomas yang memaksanya untuk menjadi menantu?

Hah! Ia bisa gila. Celine meremas kedua pahanya kuat-kuat, mencoba untuk memberi kekuatan pada dirinya sendiri, namun sepertinya gagal... karena ia tidak kunjung membuka mulut untuk menjelaskan apa yang ingin didengar oleh Bagas.

Celine menarik dan menghembuskan napas berulang-ulang kali lalu menelan ludah sekuat tenaga seakan ada sebongkah batu besar yang berbaur dalam air liurnya. "Celine gak tahu harus mulai dari mana."

Bagas mengerutkan kening kemudian meremas bahu Celine pelan dan menarik Celine agar mereka saling berhadapan. "Bagaimana jika ayah yang bertanya, lalu kakak yang jawab?"

Celine menganggukkan kepalanya.

"Bagaimana Bapak Thomas dan Reinald bisa ada di rumah kita?" tanya Bagas langsung pada intinya.

"Mereka antar Celine pulang, Yah," jawab Celine jujur. Ia benar-benar jujur, kan? Memang benar Thomas dan Reinald bertujuan untuk mengantarnya pulang.

Bagas mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, "bagaimana kakak bisa kenal dengan mereka?"

Bagas dan Celine tidak sadar bahwa Thomas tengah mengamati mereka dengan penuh minat, sedangkan Reinald menetapkan pandangan matanya pada Celine.

"Hmmm," Celine mengangkat wajahnya untuk menatap Bagas, "sebenarnya Celine kenalnya sama Reinald, Yah."

"Bagaimana bisa?" tanya Bagas lagi, kumisnya bergerak naik turun seiring dengan gerakan bibir saat berbicara.

"Celine dikenalin sama Jonathan," jawab Celine dengan mulus, ia merasa seperti menemukan soal ujian yang jawabannya sudah berhasil ia hapal di luar kepala.

"Siapa lagi Jonathan itu? Berapa banyak pria yang kamu kenal di luar sana tanpa sepengetahuan ayah?"

Nada bicara Bagas semakin meninggi, membuat Celine sadar bahwa ia begitu bodoh dengan menambah jumlah tokoh dalam hidupnya yang harus ia jelaskan secara rinci kepada Bagas yang penuh rasa ingin tahu. Wajar saja Bagas bertingkah seperti itu, karena selama ini Celine tidak pernah dekat dengan seorang priapun... apalagi membawa dua orang pria ke rumah pada malam hari—meskipun sebenarnya Thomas harus dikecualikan karena ia sudah jauh melebihi umur Celine sehingga tidak bisa dianggap lagi sebagai teman pria.

"Kekasih Rachael?"

[OPEN ORDER DI INSTAGRAM @COCONUT BOOKS TGL 28 JUNI 2020 - 15 JULI 2020]

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro