
3
"Yaah~ akhirnya selesai juga !" (Name) memekik senang, melihat kamarnya tertata rapi. Ia kemudian menatap Tsumugi yang sedari tadi membantuku.
"Terima kasih, emm.. Takanashi Tsumugi, kan ?"
"Ah, panggil saja Tsumugi, Rokuya-san"
"Aww, imut~ jangan terlalu formal padaku panggil saja aku '(Name)', atau 'onee-san' juga boleh kok"
Tsumugi tertawa canggung. Ia sedikit tersentak ketika kedua tangan (Name) menepuk bahunya.
"Sebagai hadiah karena membantuku, bagaimana kalau kita jalan-jalan ? Tenang saja, aku yang bayar.."
"T-tapi aku punya pekerjaan yang harus ku selesaikan"
"Nanti ku bantu. Sekarang kita jalan-jalan dulu, Tsumugi juga butuh udara segar, kan ?"
(Name) tersenyum memaksa, membuat Tsumugi makin gugup.
"Ya.."
"Baiklah.."
(Name) memekik senang mendengar persetujuan setengah hati dari Tsumugi, saking senangnya (Name) sampai memeluk Tsumugi dengan erat.
"Kalau begitu, ayoo !!"
(◕ᴗ◕✿)
"Tsumugi ! tempat ini indah sekali ! Estetok !!"
"Tsumugi ! jembatan ya di sana juga bagus ! Warnanya merah merona seperti bibir tante-tante !"
"Tsumugi ! Bunga ya di sana sangat cantik !"
"Tsumugi ! Ikan yang di sana kok peyot ?! Wajahnya seram !"
"Tsumugi !"
"Tsumugi !"
"Tsumugi !!"
Tsumugi berdiri diam menatap (Name) yang sedang berjalan di jembatan merah dengan sedikit malu. Bukan Tsumugi yang melakukannya, tapi entah kenapa dirinya yang malu.
(Name) terlihat seperti orang kampungan.
"Yaah~ yang tadi itu sangat menyenangkan ! Terima kasih, Tsumugi !"
"Ahaha.. sama-sama, Rokuya-san"
"Sudah kubilang, panggil saja aku '(Name)', tidak usah terlalu formal begitu. Oh, cafe yang di sana bagus, ayo ke sana !!"
Tsumugi dengan pasrah membiarkan (Name) menariknya, lagi. Entah sudah berapa kali (Name) menyeret Tsumugi ke berbagai tempat. Tak apalah, sesekali menyenangkan anak orang.
"Tsumugi ingin pesan apa ?"
"Samakan saja dengan (Name)-san"
(Name) duduk memangku dagu dengan aura bunga-bunga. Akhirnya setelah sekian lama (Name) bisa liburan juga.
"Oh iya, aku baru ingat.." (Name) membuka tasnya, kemudian mengambil sebuah buku yang cukup tebal dan menyerahkannya pada Tsumugi.
"Ini untukmu, Tsumugi"
"A-apa tidak apa-apa, (Name)-san ?!"
"Tidak apa-apa, sedari tadi kau menatap buku ini, kan ? Ini untukmu, juga sebagai balasan telah menemaniku jalan-jalan "
"Terima kasih banyak, (Name)-san !"
'Imut ! Tidak baik untuk kokoro !'. (Name) memegangi dadanya ketika melihat Tsumugi tersenyum dengan imajiner bunga-bunga disekitarnya.
"Oh, Tsumugi, sedang apa kau di sini ?"
Mereka berdua sontak mengalihkan pandangannya pada sesosok uban yang barusan menyapa Tsumugi, dan dibelakangnya ada lelaki tinggi bersurai coklat.
'G-ganteng euy.. seksoy..'
Gaku tanpa di suruh mendaratkan bokongnya pada kursi kosong di sana, diikuti oleh Ryuu, bedanya lelaki satu ini duduk dengan ekspresi tak enak, sebelum (Name) membolehkannya duduk.
"Tsumugi sedang belajar mendesign panggung, kan ? Bagaimana kalau nanti datang melihat latihan TRIGGER untuk mengamati ?"
'Mulus sekali'
(Name) kemudian beralih pada Ryuu dan dibalas senyum oleh lelaki itu, membuat (Name) kembali memegangi dadanya yang tak sakit.
'Pesonanya bukan main ! Ini juga tidak baik untuk kokoro !'
"A-anu.. apa kau baik-baik saja ?"
"Tidak, tidak baik.."
Mendengar ucapan (Name), Gaku serta Tsumugi kini menatap (Name) yang masih menunduk sambil memegangi dadanya, Tsumugi juga ikut panik.
"Apa dada-mu terasa sakit ?"
Ryuu bertanya lagi, mencoba tenang meskipun sebenarnya ia juga panik.
"Sangat.."
"Apa kau punya penyakit jantung ?!"
"Tidak, tapi sepertinya aku jatuh.."
"Jatuh.. ?"
(Name) mengangkat kepalanya dan menatap Ryuu.
"Sepertinya aku jatuh dalam pesonamu.."
"Eh.. ?"
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro