Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

FACE TO FACE

Judul tidak mungkin berbohong

Jam pelajaran seperti biasa, hal yang paling dinantikan oleh murid murid adalah, datang nya saat saat istirahat

Harapan mereka pun terwujud, jam istirahat berbunyi, mereka segera keluar meninggalkan kelas serta pelajaran yang membuat stress isi kepala

Naru tentu saja ikut keluar, dengan Yukari

"Mau kemana ?," tanya Yukari

"Tentu saja, kelas Ai," ucap Naru

"Naze ? Bukan kah dia bisa menghampiri kita ?," tanya Yukari heran

"Ck, kau tahu sendiri, bahwa dia jarang sekali keluar kelas bukan ?," Naru sedikit berdecak

Yukari mengangguk paham. Tak jauh lagi, mereka akan segera sampai di kelas 2-A yang mana merupakan kelas Ai sendiri

"Sumimasen !," teriak Naru menggema di kelas 2-A membuat Ai yang satu satu nya berada di kelas itu terkejut

"Naru-san, Yukari," ucap nya

"Sedang apa ? Makan sendiri ?," tanya Yukari

"I-iya, ehehe," Ai terkekeh

"Oh ya, setelah ini, kita ada rapat," ucap Naru to the point

"Hm ? Rapat apa ?," tanya Ai yang selesai memakan bekal nya

"Mana aku tahu, tanya lah saja pada sang ketos," ucap Naru sedikit tidak suka, pasalnya,ia malas jika ada yang namanya rapat osis

"Ahah, baik baik, pergi sekarang ?, aku selesai makan,"

"Ya, tapi aku belum, ah, ayo, kau ikut saja ke kantin bersama kami," ucap Naru menggandeng Ai

Ai hanya menurut

Sementara perjalanan menuju kantin, terlintaslah sebuah pertanyaan di benak Yukari

"Kalian tahu Haru ? Yayoi Haru ?," tanya Yukari

"Iya," jawab Naru dan Ai serempak

"Dia tampan," ucap Yukari yang membuat 2 gadis di samping nya terkejut

"Ehh !?,"

"Kenapa ? Aku jujur," nada Yukari polos

"Yukari," Naru menepuk jidat nya

"Yukari sejujur itu ya," ucap Ai, entah memuji atau tidak

"Yaa, memang Haru tampan, entah mengapa aku menyukai nya,"

"Ehem," Naru berdehem, Ai hanya tertawa

"Sebagai teman ! tidak lebih !,"

"Haha, teman bisa saja jadi cinta," ucap Naru

"Hunph," Yukari sedikit kesal

"Kalau Naru-san ? Bagaimana ?,"

"Yah, aku tidak suka dengan siapapun, "

"Hontou ? Kurasa kau sangat dekat dengan ketua osis yang berkharisma itu," Yukari memulai pembalasan

"Hajime, Mutsuki Hajime namanya," ucap Naru mencibir

"Hahah, kau mengenalnya juga ya,"

"Tentu saja ! Kau tahu ? Setiap kali ada rapat osis, dia selalu menyerahkan tugas nya pada ku ! Hah ! Osis macam apa dia,"

"Sabar Naru-san," ucap Ai

Yukari hanya terkekeh

Sementara itu, ada sebuah kelompok yang berisi pangeran pangeran tampan, mereka berjumlah 12 namun di bagi menjadi 2 grup masing masing berisi 6 orang

Six Gravity

Dan

Procellarum

Mereka merupakan idol di Tsukiuta High School . Membawakan lagu lagu setiap sekolah mengadakan sebuah acara

Begitu tampan nya mereka, hingga semua warga sekolah mengenal mereka

"Hajime, jangan lupa setelah ini kita ada rapat osis," ucap Haru yang merupakan pembina osis di Tsukiuta High School

"Ha'i,"

"Entah mengapa aku mulai risih menjadi sorotan di kelas," ucap Kakeru dengan nada lesu

"Mou, gadis gadis itu berisik sekali, tidak ada yang mau menjauh dari kita selama sehari," Koi menambahkan

"Ahah, mau bagaiman lagi," Aoi tertawa

"Aoi-san tidak risih ?, menjadi sorotan banyak murid yang bermayoritaskan gadis gadis ?," tanya Kakeru

"Sebenarnya, risih, tapi aku abaikan, kalau kita tanggapi mereka, mereka akan terus menggoda kita," ucap Aoi

Kakeru mengangguk paham

Naru berjalan hendak kembali ke kelas nya, tak sengaja ia menjatuh kan buku kecil nya di dekat kaki seseorang

"Oh bagus," gumam nya kesal

Sementara ia melihat Ai serta Yukari masih menunggu nya dengan berbincang bincang

Naru berjongkok hendak mengambil buku tersebut. Hajime yang kebetulan berada di dekat dimana jatuh nya buku kecil Naru, di pungut nya buku tersebut

DUG !

Kepala Hajime dan Naru pun bertemu, kepala mereka sekarang seolah di landa oleh setumpuk tugas yang tak kunjung kelar perhari nya

"Ittai..," gumam Naru mengusap kepala nya yang baru saja bertemu dengan kepala Hajime

Hajime hanya meringis kesakitan, ia melihat Naru yang tepat berada di depan nya

"Hajime ?," tanya Haru, ia melihat pun melihat Naru yang bernasib sama dengan Hajime

Aoi, Arata, Kakeru, dan Koi ikut melihat kejadian tersebut

"Kau ?," Hajime berkata

Naru menatap Hajime tepat di depan nya, mungkin jarak antara wajah nya dengan wajah Hajime kisaran 5cm

"Ehh !!," Naru segera bangkit berdiri, dengan rona merah, terlukis di wajah nya

"Kore," Hajime memberikan buku kecil Naru yang terjatuh di dekat kaki nya

"A-arigatou !," Naru segera melangkah pergi seolah tak ada apa apa, Hajime menatap punggung Naru yang kian menjauh dengan heran

"Kenapa dia," tanya Hajime

"Haha, dasar kalian," Haru hanya tertawa

"Ai," gumam Aoi yang terdengar oleh Kakeru dan Koi

"Eh ? Aoi-san mengenal nya ?," tanya Koi

"Um, rumah nya tepat di sebelah rumah ku," ucap Aoi tersenyum

"Sugoii na, Aoi-san menyukai nya ?," tanya Koi penasaran

"Bu-bukan begitu, kami hanya teman dekat,nee Arata," ucap Aoi sembari sweatdrop

Arata hanya mengangguk

"Woah, sejak kapan ?," tanya Kakeru

"5 tahun, saat itu mungkin Ai berumur 3 tahun, karena kami selisih 2 tahun," jelas Aoi membuat Koi bingung dengan angka angka yang di sebut kan

"Souka, Aoi-san mengenal Ai terlalu jauh," Kakeru sweatdrop

"Eh ? Ahah," Aoi hanya terkekeh

Di lain tempat, Ai mengamati Naru yang mana raut wajah nya menunjukan sesuatu telah terjadi

"Naze Naru-san ?," tanya Ai yang penasaran

"E-eh ? Daijoubu, ahah," Ucap Naru sembari terkekeh menyembunyikan apa yang baru saja terjadi, namun hal itu di ketahui terlebih dahulu oleh Ai, ia hanya mengangguk, tak memaksa agar Naru menjelaskan nya

Karena terlalu fokus dengan pikiran nya, ia tertabrak seseorang

"Eh !? Go-gomenasai," Ai cepat cepat membungkukan badannya

"Ai ? Naru ? Yukari ?," suara tak asing bagi Ai terdengar, dia adalah Rei, seorang Princess di kelas 3-B

"Rei-san ?,"

"Yo, dari kantin ? Oh ya, ada apa dengan Naru ?," tanya Rei

"Daijoubu desu !," Naru melangkah kan kaki nya dengan cepat agar teman teman nya tidak melihat semburat merah yang masih belum hilang dari wajah nya

"Dia kenapa ?," tanya Rei sekali lagi dengan sweatdrop

"Ahaha, hanya insiden kecil," Ai menjelaskan singkat padat dan jelas sekiranya dapat dimengerti Rei

Rei mengangguk paham

"Kau tidak apa Hajime ?," tanya Haru

"Ya, hanya sedikit berdenyut,"

"Souka, setidak nya tidak memar bukan ?," Haru terkekeh

"Um,"

"Hmh, seharus nya mereka datang," Haru mengamati arloji milik nya lalu menatap pintu berharap anggota osis lainnya juga datang

"Sumimasen, gomenasai kami terlambat," Ai membungkukan badannya pertanda ia meminta maaf

"Ah, duduk lah kalian, yokatta," Haru menyambut dengan hangat

Hajime hanya menatap anggota osis lainnya dengan kesal

"Bisa dimulai ?," tanya Haru setelah ia melihat para anak didik nya duduk

"Ha'i," setelah menjawab mantap, Hajime menyerahkan kertas masing masing pada anggota osis alias bawahan nya

"Sebenarnya, kita kekurangan satu anggota osis lagi," ucap Hajime to the point

"Untuk mengatasi hal itu, kita semua perlu mengambil suara untuk memilih diantara nya, humas dan bendagara," tambah Haru

"Wakatta, siapa yang akan kita ambil suara nya ?," tanya Ai

Haru mengeluarkan beberapa foto siswa yang akan dijabat menjadi humas juga bendahara. Ketika dilihat nya foto foto siswa tersebut, betapa terkejut nya ia melihat foto yang ia kenal betul, Aoi

"Satsuki Aoi, Uduki Arata, Nagatsuki Your, dan Haduki You, mereka yang akan kita ambil,"

"Bagaimana ?,"

"Uh-oh boleh asal dapat mengembangkan sekolah kita itu tidak masalah," ucap Ai

"Bagus, bagaimana ketua dan wakil ?," tanya Haru menatap Hajime serta Naru secara bergilir

Namun, tak ada jawaban dari keduanya, mereka seolah beradu panjang, bagai aliran petir kecil diantara mereka

"Me-mereka kenapa," Haru sweatdrop

"Apa mungkin kejadian tadi," gumam Ai dalam batin





















To Be Continued
Story By SatsuAoi15

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro