Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

10. Kekuatan Althea

"Percaya pada dirimu sendiri. Yakinkan dirimu, jangan sampai kamu kehilangan kesempatan hanya karena perasaan ketakutanmu yang berlebihan." - Scorpio yang baik hati. 

Hari ketiga penyelamatan, Scorpio datang lebih siang dari biasanya entah karena apa. Althea yang sudah tidak bersemangat itu tak peduli. Terlebih lagi ketika Aquila datang dengan setelan berbeda dari hari kemarin, yaitu setelan coklat muda dengan corak putih. Kaki itu terbalut sneakers berwarna coklat tua.

Scorpio muncul dari dalam lemari Althea tepat ketika matahari benar-benar cerah sekali pagi ini. Scorpio muncul dengan keadaan yang berbeda. Tubuhnya lebih berkeringat, wajahnya juga terlihat kotor.

"Ada apa, Pio?" tanya Althea khawatir.

Scorpio berjalan mendekat pada dua gadis itu. "Eris sepertinya tahu keberadaanku. Saat ini aku menjadi incarannya."

Aquila menengok terkejut. "Eris? Eris siapa?"

"Eris itu penjahat yang mengambil alih kekuasaan duniaku. Asal kalian tahu, sebelum ia mengambil alih duniaku, dia merupakan salah satu penjaga permata kehidupan," jelas Eris. Gantian, Althea yang bertanya penasaran.

"Kenapa dia mengambil alih dunia lo kalau ternyata awalnya dia yang jadi penjaga?"

Scorpio duduk di kursi belajar yang tak jauh dsri mereka. Lalu memainkan pulpen yang ada di sana. "Dia menyimpan dendam pada kerajaan, Althea."

Sebelum kedua gadis itu kembali bertanya, scorpio lebih dulu menjelaskan, "ayahnya meninggal dalam peperangan melawan dunia lain, musuh bebuyutan kami yaitu Hopeland. Dan ia berpikir kerajaan tidak peduli tentang pengorbanan itu, padahal maksud kami tidak begitu."

"Gitu gimana?" sahut Aquila menyela.

"Maksud kami, saat itu Mondland sangat terpuruk atas kehilangannya dua pemimpin pasukan yang hebat, salah satunya adalah ayahnya Eris. Namun, kerajaan tidak ingin kerajaan di dunia tersebut selalu merasa terpuruk. Alhasil ayah aku mengadakan acara festival untuk merayakan kemenangan mereka dan mengembalikan keceriaan dunia itu," ungkap scorpio menjelaskan, "sebenarnya kejadian itu sudah cukup lama. Sekita lima tahun lalu," lanjut Scorpio.

"Lho, kenapa dia baru menyerang sekarang?" tanya Althea.

"Tidak mudah untuk mendapatkan permata hitam yang memiliki magis sangat kuat seperti itu. Aku yakin, selama lima tahun ini, laki-laki itu telah berupaya untuk memaksimalkan permata yang ia miliki," jawab Scorpio.

Althea menatap lemari di hadapannya menerawang, lalu berucap, "Bagaimana awalnya dia bisa mendapatkan dunia ini? Mengapa kerajaan bisa lengah?"

"Hari itu kerajaan sedang melangsungkan festival kemenangan untuk yang ke-lima tahun. Hari itu kamu semua berkumpul di halaman istana untuk melaksanakan acara tersebut. Banyak penduduk yang datang. Dan di saat itulah Eris muncul dengan sayap coklatnya. Peperangan tak bisa kami hindari, Eris terus menyandrs para penduduk hingga akhirnya menyandra kedua orang tua ku."

Althea bergidik ngeri. Ia tak bisa membayangkan apa yang saat itu terjadi. "Lalu, kenapa lo masih bisa selamat?"

"Saat itu aku sedang pergi ke toilet. Ketika aku ingin kembali, mereka telah berada di dalam ruang permata kehidupan. Setelah itu, Eris menghancurkan permata yang ada di sana. Aku segera berlari ke kamar ayah dan ibu untuk menyelamatkan batu permata cadangan lainnya yang ada di perhiasan mereka," jawab Scorpio.

"Apa kedua barang ini?" Althea bertanya lagi.

Scorpio mengangguk. "Benar. Waktu itu, Eris belum mengetahui kalau diriku selamat. Ketika aku pergi dari istana, salah satu anak buahnya melihat diriku. Alhasil aku di kejar-kejar oleh mereka. Karena itu lah aku memilih pohon portal ajaib secara asal dan menghubungkan ke dua dunia kita."

Althea paham sekarang. Sedangkan Aquila sejak tadi sudah ingin tidur di tempatnya. Dia tak suka mengenai apapun yang berbau sejarah.

Scorpio mengajak mereka untuk memasuki portal itu sekarang. Althea melangkah dengan gontai. Niatnya ia ingin menjadikan pembicaraan itu lebih lama agar tidak jadi ke dunia hitam putih itu, tetapi nyatanya gagal. Apalagi, Aquila telah siap dan dengan semangat masuk ke dalam portal itu.

"Hari ini kita tidak perlu pergi ke rumah kakek. Untuk mempersingkat waktu, aku telah bertanya pada kakek di mana letak permata selanjutnya," jelas Scorpio ketika mereka tiba di atas pasir putih yang tersebar luas begitu indahnya.

Pantulan cahaya dari banyaknya air yang tak terbendung itu menyilaukan kedua mata Althea. Pemandangan laut yang menawan, pasi putih tersebar luas, sejenis pohon kelapa berjajar rapi di pinggir pantai, serta batu karang yang nampak jelas karena kejernihan air itu. Hanya saja satu yang kurang dari pemandangan ini. Warnanya. Warnanya hanya sebatas hitam putih, serta hitam untuk air asin tersebut.

"Laut?" tanya Aquila tak mengerti.

"Iya. Batu permata selanjutnya adalah mutiara. Mutiara itu dijaga oleh kerang terbesar di dunia ini," jawab Scorpio.

"Aku harap penyelamatan kali ini, kamu bisa berubah Althea. Mengingat permata milikmu sejenis Aquamarine," lanjut Scorpio lagi.

"A ... pa?" tanya Althea terkejut bukan main.

"Ayo!" Scorpio menarik kedua gadis itu menaikki perahu yang telah laki-laki itu siapkan.

Setibanya mereka di tengah laut, mereka mulai kebingungan. Bagaimana caranya bisa turun ke bawah sana tanpa mati tenggelam?

"Kita tidak bisa turun ke sana. Kekuatan kita tak memiliki kemampuan untuk bertahan di dalam air," ucap Scorpio pada Aquila.

"Oh, jelas. Elang tidak ada hubungannya dengan air. Lalu, bagaimana?"

"Thea," panggil Scorpio penuh harap.

"Gu ... e, gue gak bisa, Pio," ucap Althea ragu.

"Kamu pasti bisa, Thea. Ucapkan mantranya sekarang," ucap Scorpio menyemangati.

"Ayo, Thea, ucapkan," pintanya lagi.

"De... mi kebaikan, aku akan gunakan kekuatan, aaaaaa" Althea berteriakterkejut ketika tubuhnya tiba-tiba terhempas ke laut. Ia menggerakkan keduatangannya meminta pertolongan. Ia tak bisa berenang

"Kamu jadi lumba-lumba, Thea," teriak Scorpio dari atas sana. Althea terkejut kaget. Ia melihat tangannya yang memang seperti sirip.

"Gimana cara ngendaliinnya?" Dengan susah payah gadis itu menggerakkan ekornya dan sirip secara bersamaaan. Beberapa kali gadis itu terhempas mengikuti gelombang laut. Ditambah lagi, dirinya tak mengerti cara bernafas dengan baik.

Althea menyelam ke dalam lautan dengan terseok-seok. Ia menemukan permata yang Scorpio maksud. ia berusaha mendekat dengan waspada. Setibanya dia di depan kerang yang terbuka itu, ia melihat situasi aman. Ia mengambil permata berwarna putih itu, lalu bergerak kembali ke permukaaan.

Ketika ia berupaya mendorong ekor untuk sampai ke permukaan, seekor gurita tiba-tiba mengejarnya. Dengan susah payah, ia gerakan ekornya dengan cepat. Tak lupa, tangannya yang sebagai sirip itupun membantunya.

Ketika gurita itu mengeluarkan tinta hitamnya, Althea segera melompat menuju kapal. Dan berhasil. Ia tiba di perahu tepat pada waktunya.

"Ayo pergi, cepetan. Ada gurita yang ngejar gue tadi," ucapnya panik "scorpio, bagaimana caranya berubah kembali?"

"ucapkan saja, kembalikan aku ke semula," jawab Scorpio. Laki-laki itu sibuk mengarahkan perahu kembali menuju daratan.

"Kembalikan aku ke semula," ucap Althea pelan.

Tak lama muncul seekor gurita hitam yang siap menyemburkan tintanya. Gurita itu berjalan mendekati mereka. Ukurannya yang sangat besar, memudahkannya untuk mengejar perahu mereka.

"Gue alihkan perhatian dia. Kalian secepatnya kembali ke daratan," ucap Aquila memberi saran.

"Demi kebaikan, aku akan gunakan kekuatan," ucap Althea yakin, tak lama kemudian ia berubah menjadi elang seperti kemarin.

Aquila terbang dengan gagahnya di angkasa. Mengalihkan perhatian sang gurita dengan mematuk-matuk bagian belakang kepalanya. Beberapa kali, Aquila hampir terjatuh karena terkena tentakel gurita tersebut. Namun, gadis itu dengan lihai mampu berpindah tempat sehingga tak terkena tentakel itu.

Scorpio mendayung perahu dengan sangat cepat. Bersamaan dengan Althea yang memutuskan untuk kembali berubah menjadi lumba-lumba. Gadis itu kembali berenang di belakang perahu, lalu mendorongnya secepat mungkin.

Akhirnya mereka tiba di tepi laut setelah susah payah mendorong perahu itu. Ketika di tengah jalan, perahu itu sempat kembali mengejarnya. Beruntung, Aquila berhasil mengalihkan perhatiannya.

Mereka duduk di tepi laut menunggu Aquila datang. Scorpio merebahkan diri di atas pasir lalu memandang lelah ke atas langit. Ia pasti sangat lelah setelah berjuang setengah mati menjalankan perahu tersebut.

"Aquila di mana?" gumam Althea sambil mengusap mutiara yang ada di tangannya.

"Pio," panggil Althea. Scorpio melirik sedikit ke arah Althea. "Kenapa?"

"Apa mutiara ini memiliki makna?" Althea sempat melihat laki-laki itu mengingat sesuatu. Ia berpikir keras untuk itu. Tak lama setelahnya, laki-laki itu mengangguk.

"Apa maknanya?"

"Kesempurnaan dan feminim," jawab Scorpio menatap manik mata Althea dalam.

"Maksudnya?" tanya Althea lagi. Ia masih tak mengerti.

"Penyelamatan kali ini di lakukan oleh kalian berdua, para gadis yang baru saja menemukan kekuatan mereka. Dan itu sempurna sekali, penyelamatan kita kali ini tidak terlalu sulit, Thea," jelas Scorpio.

Althea mengangguk. Ada benarnya juga. Althea kembali mengalihkan perhatiannya. Ia menemukan Aquila yang sedang terbang ke arah mereka.

Nafas elang itu terdengar terengah-engah. Pasti sangat sulit menangani gurita itu sendiri. Aquila kembali merubah dirinya. Ia ikut duduk di tepi laut sama seperti yang dilakukan oleh Scorpio dan Althea.

"Lo hutang nyawa dua kali sama gue," ucap Aquila pada Althea.

"Lho, kok gitu?" tanya Althea yang terkejut.

"Kalau gue gak mengalihkan perhatian hewan-hewan raksasa itu, gue gak yakin lo bakal masih ada di sini atau enggak," ujarnya sinis.

Althea sebenarnya sakit mendengar ucapan Aquila. Tapi, ucapan gadis itu benar. Aquila selalu menyelamatkannya dari hewan-hewan itu dan menjadikan dirinya sendiri sebagai pancingan.

"Terimakasih," Hanya itu yang bisa Althea katakan sekarang. Aquila hanya diam saja. Mereka menghabiskan beberapa menit di pantai itu, lalu kembali ke dunia mereka lagi. Besok, mereka akan kembali untuk mengambil permata terakhir. Permata perdamaian dan cinta.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro