Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

BAYANG 3 (SEMU 1)


***

Aku tahu kau tak akan bisa selalu di sampingku

***

Harumnya masakan terasa di hidung Julia. Kali ini ia memasak sup ikan salmon kesukaan Juna. Baru saja lelaki yang ia cintai menelponnya dan mengabarkan akan menginap di apartemennya. Walau bukan sepasang suami istri, Juna memang kerap kali menginap di apartemennya. Namun, jangan berpikir jauh akan apa yang mereka lakukan. Tidur seranjang? Bahkan mereka tak pernah tidur sekamar. Biasanya Juna akan tidur di kamar sebelah Julia.

Juna belum pernah sekali pun menyentuh Julia – dalam artian melakukan kegiatan suami istri. Skinship mereka sekedar memeluk, dan menempelkan bibir. Bukan berarti dia tak mencintai Julia. Justru karena mencintainya, ia ingin menjaga kehormatan gadisnya Bukankah itu yang seharusnya seorang laki laki lakukan pada gadis pujaan hatinya? Bukan malah mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya? Juna bukan tipe lelaki perusak. Ya meskipun, skinship yang dilakukannya juga tidak bisa dibenarkan, yang penting Juna masih bisa mengendalikan nafsu yang bisa merusak Julia.

Julia tersenyum, sup ikan salmon itu terhidang cantik. Meja pun telah siap dengan rapi, tinggal menunggu siapa yang akan memakan di sana. Ia pun segera melepas celemek yang tergantung di badannya. Berjalan pelan menuju kamar mandi untuk mencuci tangan dan wajahnya. Lantas beranjak ke meja rias dan sedikit memoles dirinya. Bagaimanapun ia ingin terlihat cantik di mata Juna.

Dia duduk di kursi di meja makan itu. Memandang makanan sambil sesekali melirik jam dan mengecek telepon genggamnya. Ia merebahkan kepalanya di meja, mengguling – gulingkannya bagaikan sebuah tempura. Satu jam sudah ia menunggu, ikan salmon juga sudah dingin, tetapi tak ada tanda laki lakinya akan datang.

Teleponnya bergetar. Sebuah notifikasi dari akun percakapannya menyala. Tulisan "Mas Juna" muncul. Julia menarik kedua sudut bibirnya.

Maaf sayang, Jelita datang dan aku tak bisa menolaknya.

Sebuah pesan yang makin membuat bibirnya tersenyum ke bawah. Lagi, Juna tak bisa menemuinya. Padahal sudah 3 hari lamanya mereka tak berjumpa. Rasa rindu yang sudah membuncah itu harus bertambah lagi. Ia harus menahan waktu untuk melihat senyuman Juna,

Menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi, tetap Jelita, kekasih Juna sebenarnya yang harus diutamakan. Bukan Julia yang hanya berstatus kekasih gelap. Ia kembali menaruh kepalanya di meja, memiringkannya, sambil menikmati tetes demi tetes air mata yang jatuh membasahi pipinya.

"Maafkan Aku Jelita, tapi aku menginginkan kekasihmu di sini."

***


a/n..

Ada yang bingung? bagian ini adalah bagian flashback ya.. bagian flashback nantinya aku kasih kata semu.

Terima kasih yang sudah membaca dan memberikan vote.

Jangan lupa Vote dan komentar..

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro