(4) Tidak Berdaya
Ia tertunduk di tengah lingkaran, meruntuki kesalahannya yang kini tergolong pelanggaran berat. ya, tentu saja.
Bertemu dengan laki-laki bukan mahram membuatnya menjadi sorotan dalam sidang ini, mereka menatap tajam, seolah siap memakannya hidup-hidup. Ia sudah mencoba menjelaskan, namun laporan yang masuk kepada pengurus rupanya begitu sulit untuk dibantah, Ia mengaku salah, Ia memang sempat mengobrol dengan laki-laki yang ditemuinya sore itu, tapi Ia tidak menyangka dampaknya akan sesulit ini.
"Kita telepon saja orang tuanya!"
"Pulangkan saja sekalian, Neng. biar kapok!"
"Santri kok kelakuannya begitu!"
Ia tertunduk semakin dalam, bimbang. apa yang harus Ia lakukan sekarang? pembelaan apa yang bisa menyelamatkannya? bagaimana jika Ia menyerah? sudahlah.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro