Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Festival 2


Sebuah festival akan terasa kemeriahannya ketika ada pertunjukan music di dalamnya. Begitupula dengan festival tahunan ini. Sebuah panggung besar telah dipersiapkan bagi siapapun yang ingin menunjukan kekreativitasannya dalam menyanyi. Uniknya, untuk acara musik kali ini, penampil selain yang mendaftarkan dirinya ataupun bintang tamu yang diundang, namun juga ada penampil yang memang di request, maksudnya ada sebuah kotak request yang harus diisi oleh mahasiswa siapa yang paling diinginkan tampil di panggung saat puncak acara. Orang itu boleh siapapun, entah dosen ataupun mahasiswa. Hanya 5 orang dengan suara terbanyak yang menjadi penampil dadakan itu.

Hari sudah menjelang malam, acara puncak juga akan segera dimulai. Bertemakan "Shinning Your Love", acara dibuka dengan suguhan menarik dari salah satu band indie kampus yang cukup terkenal, CN-Blue. Band yang mengusung aliran pop itu, membawakan 4 lagu andalan mereka, "I'm Sorry, Love Girl, Feeling dan intution"

Lagu yang dibawakan oleh CN-Blue sebenarnya cukup asik untuk didengar, hanya saja masih belum bisa membuat suasana hatiku berubah. Pikiran itu berkalut kesana kemari. Siapa gadis itu? Kenapa dia bersifat manja pada suami dinginku? Bahkan aku yang notabene adalah istri Kim Jongin saja, tidak berani untuk bermanja ria pada suamiku.

"Seung Gi Oppa, menurutmu siapa saja yang masuk ke lima orang yang paling diinginkan untuk menyanyi?" Suara Hwang Min Yong pembawa acara dalam acara pentas music itu terdengar cukup manja dan sedikit mengalihkan pandanganku dari Jongin yang asik berdua dengan wanita centil itu.

"Entahlah Min Young-ah, siapapun bisa menjadi kandidatnya. Bagaimana bila kita memanggil satu persatu dari mereka?"

"Benar Oppa, kita urut dari urutan ke –lima...." Nampak Hwang Min Young membuka sebuah amplop yang ada di tangannya. Wajahnya mengisyaratkan rasa penasaran tinggi, membuatku juga ikut penasaran.

"Lee Gi Kwang, jurusan bisnis semester 4 silahkan menuju ke atas pentas!" Seru Min Young dan Lee Seung Gi bebarengan. Lamat-lamat terdengar suara-suara yang meminta Gi Kwang sunbae untuk tampil kedepan. Tidak heran bila sosok tampan bersuara indah itu dipilih, banyak gadis yang mengelu-elukan namanya.

___****___

Ternyata Ji Eun juga termasuk dalam lima orang paling diingakan untuk menyanyi di acara itu. Nama Jie Eun di panggil setelah Lee Gi Kwang. Semua antusias akan penampilan Jie Eun yang menawan itu. Terlebih warna suara Jie Eun cukup unik dengan kepiawaiannya dalam memetik gitar menambah nilai plus dalam penampilannya. Nama berikutnya yang dipanggil adalah Hyorin, mahasiswa dari jurusan Sastra Inggris. Hyorin membawakan lagu Only One milik penyanyi kenamaan BOA. Cukup mengejutkan, karena Hyorin membawakannya dengan begitu baik, bahkan teknik vokalnya cukup mumpuni.

"Tadi kita telah melihat Hyorin dari sastra Inggris, lantas berikutnya siapa lagi Fanny-ssi?" Ucap MC pria berlesung pipit itu.

"Ah, sepertinya masih dari kalangan mahasiswa Seung Gie-ssi."

"Apakah perempuan lagi?"

"Maaf Seung Gi-ssi, sekarang giliran wanita berteriak menyambutnya.... Kwon Sehun dari jurusan Bisnis Manajemen." Panggil Hwang Min Young antusias, diikuti oleh teriakan gadis-gadis yang ada di kampus ini. Sehun memang salah satu laki-laki popular di kampus. Aku sadar itu, bahkan karena kedekatanku dengan Sehun, aku kerapkali mendapat tatapan sinis dari mahasiswi lainnya, terlebih para fans Sehun.

Sehun segera bangkit dari duduknya, sudah sangat biasa baginya untuk menyanyi. Maka tak ada keraguan untuknya tampil di panggung. Teriakan dan tepuk tangan makin menggema, mereka mengelu-elukan nama Sehun laksana artis papan atas.

"Sehun Oppa, akan membawakan lagu apa?" Tanya Hwang Min Young, saat Sehun telah sampai di panggung.

"Sebelumnya, aku tak menyangka akan tampil di sini, jadi aku belum mempersiapkan apapun."

"Aku yakin Oppa tahu apa yang akan dibawakan.'

Sehun nampak berfikir,

"Bolehkah aku membawakan lagu I'm Yours, Jason Miraz?" Ungkap Sehun kemudian. Lee Seung Gi memberikan kode pada panitia. Mereka mengangguk.

"Arraseo, kau bisa membawakan lagu itu. Anggota band siap mengiringimu!" Jeelas Lpria berlesung pipit itu.

"Terima kasih, tetapi aku ingin membawakannya sendiri." Pinta Sehun yang diikuti dengan anggukan dari Lee Seung Gi dan Hwang Min Young. Tak berapa lama, ssalah seorang panitia memberikan sebuah gitar akustik untuk Sehun.

"Mari kita saksikan Oh Sehun dengan I'm Yours!" Seru kedua MC tersebut sembari keluar dari panggung. Kini Sehun duduk sendirian dengan sebuah gitar ditangannya.

"Terima kasih untuk semua yang memilihku tampil bernyanyi di sini. Sebuah lagu dari Jason Miras, I'm Yours untuk kalian semua dan khususnya untuk seorang wanita special, aku tak akan pernah lelah menunggumu dan akan segera menjadikanmu milikku"

Tubuhku merinding seketika mendengar apa yang dikatakan Sehun, terlebih arah retinanya tertuju padaku, seakan menginsyaratkan bahwa akulah si wanita special itu. Lagu I'm Yours yang sebenarnya enak untuk didengar, berubah menjadi nada-nada menakutkan bagiku. Aku hanya mampu menunduk, menghindari segala tatapan mematikannya. Kwon Sehun, Mianhaeyo. Sesekali kulihat kearah suami dinginku itu, dia malah terlihat asik bercanda dengan gadis di sampingnya. Sesak, menyebalkan.

Tanpa terasa, lagu yang ia nyanyikan telah usai. Kudongakkan wajahku untuk melihatnya.

"Sehun-ssi, suaramu sungguh memukau, bagaimana bisa kau menyanyikan lagu dengan begitu indah seperti itu?" Sehun hanya tersenyum menanggapi ucapan Seung Gi.

"Ah, Seung Gi Oppa, tentu saja Sehun-ssi mampu menyanyikannya dengan begitu sempurna karena ada wanita special itu, Sehun-ssi bisakah kau memberitahu kami siapa wanita beruntung itu? Apakah ada disalah satu bangku penonton?" goda Mi Young.

"Mianhae Mi Young-ssi, aku belum bisa memberitahu pada siapapun. Gadisku terlalu malu, bahkan saat aku bernyanyi dia tak berani menatapku," ujar Sehun lagi kembali menatapku. Aku bersyukur, dia tak memberitahukan siapa gadis itu

"Baiklah, kalau begitu Sehun-ssi bantu kami membacakan penyanyi dadakan berikutnya." Seung Gi memperlihatkan sebuah kartu keci yang berasal dari amplop merah.

"Kim Jongin" seru ketiga orang di atas panggung itu. Aigo, suamiku dipanggil. Kulirik ia yang masih asik bercanda dengan gadis cantik itu. Ia sepertinya tidak sadar bahwa namanya dipanggil. Hingga kulihat, Sungyoul menyenggolnya. Dan apa yang kulihat berikutnya, ekspressi kaget di wajah dinginnya benar-benar membuat diriku ingin tertawa. Terlebih ia mengarahkan telunjuknya pada dirinya sendiri, seperti anak kecil saja. Ia-pun diseret untuk berdiri di panggung.

"Aigo, Dosen Park akan tampil, aku tak sabar melihatnya." Dara terdengar begitu antusias dengan Dosen Park yang berada di panggung sekarang.

"Aku yakin suaranya jelek." Gumamku.

"Eonni sepertinya tidak tertarik dengan Dosen Park, mata eonni kenapa?" ujar Ji Eun.

"Mata eonni-mu baik-baik saja, Dosen Park bukanlah tipenya." ucap Sehun percaya diri. Entah sejak kapan ia telah berada di sampingku.

"Aku bahkan tak tahu apakah tertarik dengannya atau tidak, sikapnya membuatku bingung." Aku hanya bisa membatin, melihatnya di atas panggung, tak lebih membuatku makin gelisah dengannya. Terlalu menyusahkan untukku.

Nada-nada membentuk sebuah harmonisasi indah dalam satu lagu Forever Love milik salah satu boyband yang kini menjadi raja dunia Korean wave, Dong Bang Shin Ki. Dugaanku meleset, suara suami dinginku itu ternyata cukup merdu. Bisa dipastikan, aku terhanyut dalam tiap nada yang ia bawakan. Andai saja lagu itu ia bawakan untukku, aku pasti aka sangat bahagia.

"Apa yang kau pikirkan?" Sontak suara Sehun mmebuatku beralih padanya. Ia tersenyum tulus padaku.

"Tidak ada apa-apa." Jawabku pendek.

"Kau pasti tahu siapa wanita yang kumaksud tadi."

"Jangan dibahas di sini Oppa, cukup!" Entahlah, aku menjadi sedikit emosi.

"Tidak pernah cukup untuk bisa mendapatkanmu Jungie, aku yakin kau sebenarnya juga mencintaiku, jadi jangan pernah menghindar lagi!"

Bisikannya di telinga kiriku, membuatku menggelinjang! Lagi-lagi ia menggenggam tanganku, seperti yang ia lakukan saatt pesta pernikahan itu.

"Kita tak akan pernah bisa bersatu." balasku, sembari melepaskan tangannya. Tapi, ia tak mudah dilepaskan. Berusaha memberontak lagi, tapi percuma, ia malah makin mengeratkan tangannya padaku. Aku menyerah, terserah apa yang dia lakukan. Kalau aku meladeninya ia akan makin menyiksaku.

"Ji Eun, bukankah pandangan dosen Park itu aneh? Kenapa di lagu cinta seperti ini, ia malah menatap ke arah kita dengan tajam?Seperti tatapan kemarahan?" samar-samar kudengar suara Dara Eonni di tengah lantunan music itu. Menatap ke arah kami dengan tajam, benarkah? Ada apa dengan suami dinginku itu. Kuberanikan diri untuk memastikannya langsung. Sekilas, ia memang menatap ke arah ini dengan tajam, pandangan kami sempat bertemu, tapi hanya sebentar, ia langsung mengalihkan matanya pada sosok gadis yang duduk dengannya tadi. Ia tak dingin, ia malah tersenyum. Lagu ini seakan-akan ungkapan cintanya pada gadis itu.

Hatiku seperti terbakar melihatnya. Hawa di tubuhku memanas. Ia tak menghiraukanku, dan ia lebih menghiraukan gadis itu. Terlebih gadis itu tiba-tiba naik ke panggung dan memberikan sebuket bunga yang langsung laki-laki itu terima. Bahkan laki-laki itu langsung memegang tangannya. Aku yang istrinya saja tak pernah ia perlakukan seperti itu.

Hancur seketika, aku tak bisa bernafas seketika. Untuk pertama kalinya, air mataku lolos dari kelenjarnya hanya karena mereka. Bodoh, aku tak boleh seperti ini. Pernikahan kami-pun bukan berlandas cinta, jadi sah saja bila ia menyentuh wanita lain. Tapi aku tak bisa terima, aku tetap istrinya, dan seharusnya ia menghormatiku.

"Oppa, aku ingin pulang!" pintaku pada Sehun, tanpa berpamitan denga Dara maupun Ji Eun, kami berdua segera berdiri dari bangku penonton dengan tangan kami yang saling terkait. Sekilas, semua orang memandang kami dengan tatapan aneh menelisik.


TBC


Jangan lupa Reviu ya!

Votemen ya!

Zeakyu

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro