
♕-2
-幸せな読書-
"Udah kerjain tugas biologi kan, vin?" Tanya Hangyul.
"Udeh."
"Bagi jawaban dong." Pinta Hangyul.
"Ambil sono, udah gua taro di loker." Yuvin memberikan kunci lokernya.
"Gua ambil ya."
"Hmm." Balas Yuvin.
"Vin."
"Paan?"
"Tadi ada yang naro sticky notes di depan loker lo." Hangyul memberikan selembar sticky notes.
"Hah?"
"Sama ada bekal juga buat lo." Hangul memberikan sekotak bento.
"Bused, dari siapa nih?"
"Gua baca dari sticky notes nya sih ini dari Yohan, anak 10MIPA3."
Yuvin yang awalnya senang, langsung berubah 360°
"Buat lo aja, gyul."
"Dih gaboleh gitu vin. Pamali kalo nolak pemberian orang." Kata Hangyul.
"Terus kalo gua kasih ini lo mau minum? Jangan ditolak ya, gyul. Ini minumannya kak Wooseok yang ketinggalan di meja gua 3 hari yang lalu." Ledek Yuvin sambil menyodorkan sebotol air putih.
"Anjing lo vin! Ini kalo gua terima malah gua pamali!" Umpat Hangyul.
"Makanya ngomong tu dipikirin dulu, nih sekalian tolong buangin botolnya."
"Untung lo mau ngasih pr ke gua. Kalo kaga udah gua jadiin santepan Mimi peri." Ucap Hangyul.
Setelah Hangyul pergi, Yuvin melihat sticky notes itu
Hai Ka Yuvin ganteng! ^v^
Gausah mikir macem² gua cuman mau mastiin lo makan
Abisnya lo nggak pernah bawa bekal, di kantin juga lo ga makan.
Lo sebenernya nggak jajan di kantin karena nggak mau makan atau karena nggak punya duit sih kak?
Eh iya lupa, dimakan ya kak. Buatan gua ituloh. Kalau enak beritahu teman, kalau tidak enak beritahu Yohan.
Makasi, semangat belajarnya! >.<
...
Tuh kan Yuvin salting bacanya, jadi senyum-senyum gitu.
"Kenape senyum-senyum?" Tanya Hangyul, bahkan daritadi Yuvin nggak nyadar kalo Hangyul udah balik.
"Gapape." Yuvin menyembunyikan sticky notes itu.
"Lo abis baca sticky notes yang tadi ya?" Tanya Hangyul.
"Kepo. Udah lo kerjain pr lo aja. Ntar lagi pelajaran biologi mulai."
"Eh iya!"
"Haduh... Ni orang bisa aja bikin gua baper. Makasih Yohan. Tapi maap ya, gua masih demen cewe." Gumam Yuvin.
"Hangyul! Yuvin!" Teriak Jinhyuk.
"Brisik lo kak, nape kak?" Tanya Hangyul.
"Manggil doang." Jawab Jinhyuk cenggegesan.
"Gajelas lu kak." Ucap Yuvin.
"Ni juga. Lo ngapain sih manggil kita doang harus bareng sama kak Seungwoo? Gabisa apa semenit aja nggak sama kak Seungwoo? Ck, bucin." Kata Hangyul.
"Gapapa sih, sans aja." Balas Seungwoo.
"Ada apaan nih?" Tanya Yuvin.
"Kita manggil aja, kalo lo berduaan di kelas sama Hangyul kan bisa-bisa dikira lagi 'apa-apa' daripada timbul kecurigaan ye kan." Jawab Jinhyuk.
"Dih gajelas! Sorry ya kak, gua masih demen CEWE!" Yuvin mengeraskan suaranya di kata-kata 'cewe'.
"Yeelah vin, tiati kemakan karma. Dulu gua juga sering bilang gitu."
"Nggak sih. Gua gabakalan suka sama cowo."
Sayangnya Yohan mendengar semuanya...
"Sabar ya, han." Kata Cha Junho kepada sahabatnya, Yohan.
"Kak Yuvin nggak suka sama gua, Jun. Padahal gua pengen banget jadian sama dia..."
"Yeelah, han. Lebay lu. Mungkin dia bukan jodoh lo, mungkin elu masih cocok sama cewe." Kata Midam.
"Tapi gua cuman mau kak Yuvin..." Yohan mode alay keluar.
"Gini loh, han. Kalo emang lo suka sama kak Yuvin, yang mau dominasi siapa? Secara lo berdua cowo ye ga sih? Mungkin, kak Yuvin gamau pihak bawa-" Midam tidak melanjutkan kata-katanya karena mulutnya sudah ditutupi oleh Eunsang.
"Gausah dilanjutin!" Bisik Eunsang.
"Maksud lo si kak Yuvin gamau pihak bawah?" Tanya Yohan.
"Bisa jadi."
"Seme x seme gabisa, emang harus ada yang uke?" Tanya Yohan dengan polosnya.
"Kalo seme semua siapa yang pihak bawah!? Gaada otak!" Teriak Midam.
"Yaudah pihak bawah doang kan? Santuy gua aja yang pihak bawah, emang apa bedanya sih pihak bawah sama pihak atas? Masama enak."
"Enak sih enak, tapi awas aja ntar lo gabisa jalan seminggu." Balas Midam.
"Eh sumpah ya lo pada omongannya kotor banget. Apaan sih pihak bawahlah pihak ataslah, mending Yohan moveon aja deh cari cewe jangan cowo. Repot tau pihak bawah pihak atas aja harus diomongin." Kata Eunsang.
"Yaudah deh, terserah Yohan. Gua mah mendukung aja buat lo. Secara gua juga jomblo jadi gangerti masalah gituan."
"Tapi gua masih tetep kepengen kak Yuvin." Sumpah di Yohan maksa banget heran Midam sama Eunsang.
"Iya deh! Serah lu han! Gua cuman ngingetin jadi pihak bawah gaenak." Kata Midam.
"Kok lo tau dam? Pernah ngerasain?" Tanya Eunsang.
"Kaga! Ih otaknya kemana-mana. Gua laki bor, gamau pihak bawah."
"Tapi Midam nggak cocok dominasi." Sambung Yohan.
"Cocoklah muka gentle kek gini."
"Gentle mana? Muka lo cantik!" Teriak Eunsang.
"Cantik?"
"Iyelah, dam. Muka lo tuh nggak ada gentlenya sama sekali."
"Anjir lo berdua!"
"Makan, yuv. Kasian Yohan udah bikinin buat lo." Hangyul memberikan box bento itu.
Yuvin menghela nafas beratnya "Nggak mau, gyul. Buat lo aja."
"Makan, yuv. Gua tau lo gasuka sama Yohan, tapi lo setidaknya menghargai." Kata Hangyul.
"Maksa banget sih lo! Gua gamau!" Bentak Yuvin.
"Elah vin. Makan doang bukan berarti lo suka sama dia kan? Makan vin, ntar kita ada penambahan materi basket. Lo bisa pingsan kalo nggak makan sekarang." Kata Hangyul.
"Enak aja, gua kuat gabakalan pingsan."
"Yaudah Kalo lo gamau makan, buat gua aja ya. Hargai Yohan."
"Bilang aja lo gabawa duit terus pengen makan." Kata Yuvin.
"Iya sih hehe."
Yuvin tidak menanggapi Hangyul, dia membuka ponselnya
Ikan Lohan
Online
|Kak Yuvin
|Udah dimakan bentonya?
Belom|
Gua ga laper|
Paling temen gua yang makan|
|Makan dong kak
|Gua cape buatnya
Gua paling gasuka makan bekal|
|Makan dikit aja
Maksa banget sih lo|
|Yaudah terserah kakak aja
Tapi thanks ya|
Setidaknya lo udah berusaha buat bentonya|
Senyum Yohan mengukir di wajahnya, dia masih bisa mendapat kata 'terima kasih' dari Yohan saja sudah cukup.
"Kenapa senyum senyum Han?" Tanya Eunsang.
"KA YUVIN BILANG MAKASIH KE GUA! SENENG BANGET GUA!" Yohan teriak-teriak di koridor kelas.
"Berisik bego!" Eunsang membungkam mulut Yohan.
"Ih tapi beneran deh. Gua kaget gua kira dia bakalan marah tapi dia masih bilang makasih!" Yohan jingkrak jingkrak kegirangan.
Eunsang malu punya temen kek Yohan. Sampe kakak kelas Eunsang yang Eunsang taksir aja ngeliatin kek jiji ama Yohan, rusak image Eunsang.
"Woi! Daritadi kak Jennie ngeliatin lo, kan guanya malu."
"Yang diliatin gua, kenapa situ Yang malu?"
"Bego! Kan dikiranya gua nggak Pinter nyari temen, dapet temennya yang kek gini."
"Eitss! Gini-gini gua ganteng, holkay, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung."
"Apaan sih? Random banget jadi orang."
"Tapi gua ganteng nggak ganjen. Gua mah ganjen sama kak Yuvin doang."
"Bucin!"
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro