Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

MTM 02 ▪︎ Effect of Cat Bite on Kevan

Sunday, 02 Juni 2024

-: Quest Day 2 :-

Genre Utama : Teenfiction
Sub Genre : HTM


▪︎
▪︎

▪︎
▪︎
▪︎

Tepat ketika matahari telah berada di atas kepala, kelas kami baru saja menyelesaikan penelitian, dan kami benar-benar menggunakan kucing aneh itu sebagai sampel. Aku bersyukur karena guru Biologi kami bisa mengerti dan menerima sampel baru tersebut. Yahh, meskipun beliau juga memarahi kami karena telah lalai dan menghilangkan sampel yang seharusnya kami pakai.

"Akhirnyaaa! Selesai juga nih penelitian."

"Kau benar! Aku jadi lega sekarang. Sempat khawatir kalau kita tidak akan mendapatkan nilai dan tidak bisa melakukan penelitian."

Aku menoleh dan mendapati berbagai ekspresi puas dari teman-temanku. Diam-diam, sudut bibirku terangkat. Aku juga sama leganya dengan mereka. Penelitian ini sangat penting bagi kami. Karena merupakan penelitian dan penilaian terakhir sebelum ujian praktek kelulusan dilaksanakan.

"Sierra! Kau hebat karena bisa menemukan jalan keluar di saat-saat genting!"

Miranda Eva. Sahabatku itu memberikan beberapa tepukan pada bahuku. Tatapan bangga bisa kulihat jelas dari netra hitam sahabatku. Aku hanya memberikan senyuman tipisku sebagai respon.

"Aku hanya melakukan yang seharusnya, Eva. Semua ini kan juga karena kerja keras kita semua."

Eva terkekeh dan mengangguk-angguk membenarkan. "So, setelah ini kau akan langsung pulang dengan Sergio, 'kah?"

"Iya, seperti biasa. Aku akan menghampiri Sergio dulu ke kelasnya."

Sergio Dexta. Dia adalah saudara kembarku. Kami berada di jurusan yang sama, tapi berbeda kelas. Biasanya aku akan pergi menghampiri Sergio saat bel pertanda jam pulang sekolah terdengar dan kami akan pulang bersama setelahnya.

"Baiklah. Kalau begitu hati-hati, ya! Sampaikan salam cintaku padanya! Hahaha!"

Aku memutar bola mataku dengan malas saat mendengar kalimat terakhir yang keluar dari bibir Eva. Sahabatku itu memang menyukai Sergio, tapi saat aku menawarkan untuk membantu kedekatan mereka, Eva langsung menolaknya dengan cepat. Ia bilang, "Aku akan berusaha membuat dia menyukaiku dengan caraku sendiri."

Yahh, begitulah Miranda Eva dengan segala prinsipnya.

"Dadahh! Sampai jumpa besok!"

Aku tersenyum dan melambaikan tangan pada sosok sahabatku yang mulai melangkah menjauhi area koridor laboratorium. Lantas aku sendiri juga mulai menyusuri koridor untuk sampai ke kelas Sergio sembari menggendong tas punggungku.

Jarak antara ruang lab dan kelas Sergio cukup dekat. Hanya berjalan lurus ke arah koridor kanan sekitar lima meter, lalu belok kiri menuruni tangga, dan sampai. Kelas Sergio berada tepat di sebelah kiri anak tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua. Hanya dipisahkan oleh pot-pot besar yang memang sengaja diletakkan di sana sebagai pembatas jalan.

"Sergio!"

Kebetulan yang menguntungkan karena aku melihat Sergio yang baru saja keluar kelas dengan ekspresi panik.

Tunggu dulu.

Panik?!

"Hei! Ada apa?!" Aku spontan saja bergegas mendekati saudara kembarku itu dan bertanya tentang apa yang terjadi.

"Te-temen gue ..."

Aku mengerutkan kening. Menunggu dengan sabar kalimat yang akan dikatakan oleh Sergio sambil sesekali melongokkan kepala ke dalam kelas saudara kembarku. Aku bisa melihat berbagai ekspresi panik, cemas, dan juga khawatir dari sebagian teman sekelas Sergio.

Sebenarnya apa yang terjadi?

"Temen gue habis digigit kucing. Awalnya dia baik-baik aja, tapi barusan dia pingsan dan area bekas gigitan kucing itu membiru."

Kedua bola mataku membulat sempurna.

"DIGIGIT KUCING?!"

Sergio mengangguk. "Dia barusan langsung dibawa ke rumah sakit, dan maaf karena gue nggak bisa pulang bareng lo. Gue mau jengukin temen gue dulu. Gue pengen mastiin keadaan dia."

"Gue ikut."

Aku mengatakan itu secara spontan. Entah kenapa aku sedikit curiga dengan kucing aneh yang kami jadikan sebagai sampel penelitian tadi. Karena saat melakukan penelitian pada kucing itu, aku dan teman-temanku menemukan adanya virus berbahaya pada air liur sang kucing. Bisa jadi kalau teman Sergio itu digigit oleh kucing yang sama, bukan? Aku hanya ingin memastikannya saja.

"Ya udah. Ayo!"

Sergio dan aku pun sama-sama pergi ke rumah sakit, tempat di mana teman Sergio dibawa oleh pihak sekolah kami untuk diperiksakan.

▪︎ ▪︎ ☆ ▪︎ ▪︎

"Bagaimana hasilnya? Apa yang terjadi dengan Kevan, Dok?"

Sergio bertanya pada sang dokter yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan. Kevandra Pradipta. Aku sedikit terkejut saat Sergio bilang kalau Kevanlah yang digigit kucing sampai pingsan begitu. Karena yang kutahu, Kevan adalah sosok pemuda pintar dan pendiam yang kerjaannya mojok di perpustakaan sekolah. Jadi aku agak sedikit sangsi saat membayangkan Kevan membuang-buang waktunya dengan bermain bersama seekor kucing dan berakhir kena gigit.

"Kami sedang melakukan Uji DNA pada pasien. Kami akan mengambil sampel yang dibutuhkan dari luka gigit yang dialami oleh pasien. Mungkin sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang, tapi jika gigitan kucing bisa sampai membuat korbannya pingsan dengan area luka membiru seperti itu, kemungkinan ada semacam virus berbahaya yang membuat luka tersebut menjadi infeksi."

"Seandainya ada kucing yang menggigit saudara Kevan itu di sini, kemungkinan proses Uji DNA akan berjalan dengan cepat. Tapi Anda sekalian tenang saja. Kami akan melaporkan hasilnya secepat mungkin dan memberikan penanganan terbaik untuk pasien."

Lihat, 'kan? Sudah kuduga pasti ini ulah kucing yang sama. Kucing aneh berbulu putih lusuh itu pasti sudah menggigit Kevan dan berlari hingga sampai ke Laboratorium Biologi untuk bersembunyi dari kemarahan Kevan.

Namun aku tidak bisa diam saja saat ...

"Dok! Saya tidak tahu apakah ini bisa membantu atau tidak, tapi saya memiliki sampel virus dari seekor kucing yang saya teliti tadi pagi. Ini hanya tebakan saya, dan bisa saja kalau tebakan saya salah. Bisa jadi kalau kucing yang menggigit Kevan adalah kucing yang sama dengan kucing yang saya teliti pagi ini."

"Anda bisa mencoba memastikannya dengan mencocokkan sampel pada luka Kevan dengan sampel virus yang saya bawa."

... aku memiliki sesuatu yang mungkin saja bisa membantu seorang teman.

▪︎
▪︎
▪︎

-: Effect of Cat Bite on Kevan :-

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro