Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Part 42

Assalamu'alaikum.

gak tahu mau ngomong apa udah terlalu lama gak up, Happy Reading aja ya^_^



"Senyum terus, lo kesambet apa sih Yya sampai senyum gaje kaya gitu terus dari pagi?" tanya Adi membuka obrolan kami yang tengah makan siang di kantin.

"Senyum ibadah." ucapku sambil terkikik.

Adi pun mendengus kesal mendengar jawabanku.

"Lo senyum terus Yya, gak tahu apa hati gue itu lagi tercabik-cabik lihat pemandangan di depan?" ucap Renata sambil memandang lurus ke depan.

Aku pun mengikuti arah pandangnya dan seketika hatiku lebih dari sekedar tercabik-cabik melihatnya.

Dia Adrian sedang bersama wanita yang kuketahui bernama Dira sedang mengobrol dengan santainya sambil makan. Sesekali kulihat Dira tersenyum simpul entah apa yang dikatakan Adrian hingga membuat wajah wanita itu berbinar-binar.

"Aku duluan." ucapku sambil berdiri.

"Loh kemana? Makanan lo bahkan belum disentuh sama sekali." ujar Anna.

Aku pun tak berniat menjawabnya dan langsung pergi. Rasa sakit itu semakin besar rasanya, baru tadi pagi aku merasa bahagia karena Adrian yang seolah-olah sudah kembali seperti biasa. Tapi siang ini aku sadar bahwa semuanya tidak akan kembali sama.

***

"Yya lo keringetan banget sumpah, itu muka juga udah pucat banget." ucap Anna disampingku sambil meraba dahiku.

Aku tak merespon sama sekali karena rasa sakit di perut ini sangat besar.

Aku yakin maag ku kambuh karena tadi pagi aku sempat meminum kopi yang untuk Adrian padahal posisiku belum sarapan. Dan siang ini aku sama sekali gak makan karena seleraku telah menguap entah kemana.

"Na." panggilku.

"Iya Yya apa? Lo mau gue ambilin obat? Obat maag kayanya ada deh." tawar Anna.

"Nggak, bisa-"

"Bentar Yya ada telpon." ucapnya karena memang telpon di mejanya berdering.

....

"Yya bentar Ya gue dipanggil bu Nindi dulu." ucap Anna dan ia pun langsung pergi dengan sedikit terburu-buru.

Aku melihat ke sekeliling rupanya semuanya sedang sibuk yahh karena ada sedikit kekacauan di kantor.

Dengan berjalan pelan aku menuju ruangan Adrian. Tadinya aku mau minta Anna untuk mengantarkan berkas ini ke Adrian, tapi rupanya ia ada urusan yang penting. Aku mencoba menahan rasa sakit yang membuatku sulit untuk menggerakkan kaki.

"Pak Adrian ada di dalam?" tanyaku pada sekretarisnya.

"Iya ada, masuk aja udah ditungguin kok." jawabnya.

Aku pun hanya mengangguk dan segera masuk.

"Permisi pak." ucapku ketika masuk.

"Iya Nay saya udah nunggu kamu, mana berkasnya?" tanya Adrian.

Aku pun berjalan tertatih ke arahnya.

"Kamu sakit?" tanya Adrian ketika aku telah berada di depan mejanya.

"Hanya kurang enak di perut aja pak." jawabku.

"Oh." ucapnya.

Aku pun hanya tersenyum pahit melihat reaksinya.

"Yaudah kalau gitu saya permisi pak." ucapku.

"Iya silahkan." jawabnya.

Aku pun berjalan kembali dengan pelan karena rasa sakitku bertambah hebat.

---

Aku mencoba fokus dengan angka-angka yang berada di monitor, bagaimana pun aku gak boleh cengeng karena sedang sakit. Tapi bagaimana pun aku mencoba fokus tetap saja sakitku tidak bisa teralihkan.

Sudah hampir setengah jam aku hanya memandangi monitor tanpa bisa berbuat apa-apa dan menahan sakitku. Anna belum kembali karena sepertinya ada hal yang sangat penting.

"Ini obatnya kamu minum sekarang. Disana juga ada roti, kamu bilang ke saya harus sarapan tapi kamunya nggak?"

Aku mendongak rupanya Adrian yang menyimpan bungkusan yang isinya obat dan juga roti dan sebotol air mineral. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling takut ada orang yang melihat.

"Kalau kamu bisa menasehati orang lain, harusnya kamu juga bisa mengaplikasikannya ke diri kamu." lanjutnya.

Setelah mengatakan itu ia pun berlalu dengan aku yang belum mengucapkan terima kasih sama sekali.

Aku membuka bungkusan itu, dan obat ini? Dari mana ia tahu bahwa aku memerlukan obat ini ketika sedang maag?

Aku pun segera memakan rotinya, walaupun ketika Maag rasa mual muncul dan sulit untuk makan tapi aku memaksakannya.

Selesai makan obat aku masih merasakan sakitnya. Jangan membayangkan seperti di Televisi yang minum obat langsung sembuh, karena pada kenyataannya gak kaya gitu.

Drrtt.. ponselku bergetar tanda ada pesan masuk.

Mommy Sayang :

Yya kamu sekantor sama Adrian?
Kok gak cerita sama Mom?

Aku tahu sekarang, Adrian pasti menanyakan perihal obatku pada Mommy.

Me :

Iya.
Karena mom gak pernah nanya.

Mommy Sayang :

Kamu hutang penjelasan sama Mom!
Oh ya kamu sakit?
Adrian tadi nanyain obat yang biasa kamu konsumsi.
Makannya Yya jangan telat makan kata Mommy juga.
Atau kamu pura-pura buat narik simpati adrian?
Siapa yang ngajarin kamu ngemodus?
Kamu mau clbk ya Yya?

Me :

Daddy SUAMI kesayang Mom yang ngajarin;v
Aku lagi kerja Mom.
Byeeeee love you Mom:*

Mommy sayang :

Pulang kerja Mommy telpon kamu lho.

Aku pun tak berniat membalas Mommy kembali. Rasa sakitku mulai mereda walaupun masih sedikit terasa, aku pun berniat melanjutkan kembali pekerjaanku yang tertunda.

***

Kupandangi langit malam ini. Langit malam ini hanya hitam pekat tanpa ada sedikitpun taburan bintang atau cahaya bulan. Aku masih merenungkan kembali perlakuan Adrian selama ini.

Dia sebenarnya kembali pada Adrian yang dulu pertama kali aku kenal. Hanya saja sekarang ia lebih tertutup dan lebih dingin.

Teringat akan sesuatu aku pun langsung masuk ke kamar dan mengambil ponselku.

Me :

Assalamu'alaikum.
Pak maaf ganggu malam-malam.
Saya hanya mau bilang makasih untuk yang tadi siang.

Aku menunggu harap-harap cemas akan balasannya. Tak lama kemudian ia membalas.

Pak Adrian :

Wa'alaikumsalam.
Iya sama-sama.
Itu hanya perhatian atasan kepada bawahannya.
Saya gak mau kinerja kamu terganggu hanya karena sakit.

Me :

Saya paham pak.

Aku pun menelungkupkan kepalaku merasa pusing dengan semua keadaan ini. Andai aku bisa memutar waktu aku ingin kembali ke saat dimana Adrian menjadi sosok yang menyenangkan. Ya walaupun dia tetap irit bicara setidaknya ada saat dimana Adrian berlaku layaknya remaja alay yang sedang jatuh cinta.

Aku membuka instagram dan memposting sebuah foto, rasanya sudah lama aku tidak memposting sesuatu di ig.

@shaquellanaraya Siapa yang tahu tentang isi hati seseorang? Semuanya hanyalah misteri, dan untuk mengetahuinya gunakanlah hati. #today #justcapt #entahlah #meandyou #mymine

Setelah aku memposting foto itu tak lama teman-temanku mengomentarinya.

@nurachma_aqiella ciee si princess wajahmu dan rambutmu kenapa nak?

@widyani_dwi kurang perawatan kali,wkwkwk

@shaquellanaraya  iya kurang perawatan, nyari duit itu susah:(

@sedina.lia  Susah nyari duit atau susah ketemu mantan;v

@nurachma_aqiella  opsi kedua lebih cocok sepertinya.

@shaquellanaraya  Bubarr wooyy lapak orang nih.

@widyani_dwi  Keep Calm sist;v

@sedina.lia  apa perlu gue tag orangnya? @shaquellanaraya

@nurachma_aqiella  Lo emang selalu punya ide bagus @sedina.lia

@widyani_dwi  jangan gitu gak baik temen-temen:) @adrianfavian

Aku terbangun dari posisi berbaring ku, what the hell si sableng Widya ngetag Adrian?

@adrianfavian ada apa ya?

Aku menahan napas gak nyangka kalau Adrian membalasnya. Jadi selama ini dia sebenarnya aktif di Ig hanya saja seolah-olah udah gak ada.

@sedina.lia  Eh bapak, apa kabar pak?

@adrianfavian  baik, kalian gimana?

@widyani_dwi  Baiikk banget:v

@nurachma_aqiella .Bapak jahara:( gak datang di nikahan aku@adrianfavian

@nazeefah_muqadaas  saya juga, kok bapa gak dateng sih? @adrianfavian

@adrianfavian   Iya maaf waktu kamu nikah @nurachma_aqiella saya lagi ke luar kota. Dan saat itu @nazeefah_muqadaas situasinya rumit.

Aku hanya melihat komentar-komentar mereka tanpa berniat untuk mengetik sedikitpun.

@widyani_dwi  kalau pas saya suatu hari nanti, awas loh pak kalau gak dateng.

@nazeefah_muqadaas  Iya ngerti kok pak,hehehe

@adrianfavian  In Syaa Allah@widyani_dwi

@sedina.lia .Yang punya lapak kemana ya???? @shaquellanaraya

@nurachma_aqiella : Yah bapak keluar kota mulu, jadi yang punya lapak ke luar negeri:v

Tidak ada yang membalas lagi dan aku menghela napas lega setidaknya gak ada yang bahas mantan mantannan lagi.

Aku segera membuka grup chat Whatsapp

Me :

Gila pada ya kalian!

Nura :

Gila apose. Gue dkk nyambungin tali silaturahmi:p

Lia :

Pak Adrian masih ramah kok.
Yakin dia cuekkin lo kaya dulu?

Me :

Karena kalian gak lihat langsung.
Justru gue bingung dengan dia yang sikapnya berubah-ubah:(

Widya :

Mungkin dia juga bingung sama hatinya.
Sabar aja, gue yakin bentar lagi semuanya bakalan jelas.

Aku mengamini dalam hati. Ya walaupun kelakuan Widya itu absurd tapi setidaknya ia selalu punya kata-kata bijak.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro