Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Part 28


HAPPY READING♡♡♡

8 Bulan kemudian....

Jadi mahasiswa itu gak seenak yang ada di FTV guys, walaupun itu kampus milik my Dad tapi tidak ada istilahnya dosen pilih kasih. Jangan bayangin karena aku anak pemilik kampus maka aku jadi penguasa disana. Yang kaya gitu hanya ada di novel sama sinetron aja kali.

Hubunganku dengan Adrian? Tidak bisa dikatakan baik. Akhir-akhir ini dia semakin sibuk, dan jarang berkomunikasi dengan aku. Di kelas aku sering diledekkin jomblo karena mereka gak pernah lihat Adrian ke kampus. Walaupun aku beralasan mereka gak akan berhenti bilang aku jomblo. Pernah sih sebenarnya Adrian nganter aku ke kampus, tapi itu pagi-pagi ketika teman-teman ku belum pada datang.

Sesekali aku ngelirik ponsel di meja, sudah 3 jam berlalu tapi Adrian belum juga balas pesanku.

“Yya, pulang yuk. Gak ada kelas lagi kan?” tanya Zahra.

“Duluan aja deh, masih malas.” jawabku.

“Yakin nih? Emang pulang naik apa? Kamu gak bawa mobil kan?” tanya Zahra sangsi.

“Iya Araa.. tenang aja deh gue bukan anak kecil kali.” jawabku sambil terkekeh.

“Oke deh kalau gitu. Gue duluan ya.” ujar Zahra sambil membereskan tasnya bersiap untuk pulang.

“Iya, hati-hati ra.” ucapku,

***

Sudah pukul 4 sore, aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah.

“Hai.” sapa seseorang dan ia pun berjalan di sampingku.

“Eh, hallo kak.” jawabku agak canggung.
“Pulang Sha?” tanya kak Doni.

“Iya kak. Kakak juga mau pulang?” tanyaku kembali, sekadar basa-basi.

“Iya. Eh kamu pulang naik apa?” tanya kak Doni lagi.

“Gak tahu kak, kayanya pesel ojek online aja deh.” jawabku.

Aku merutuk dalam hati, kok jawaban ku kaya yang pengen dianterin yah?

“Kalau gitu pulang bareng aku aja yuk.” tawar kak Doni.

“Emm nggak usah kak.” tolakku gak enak.

“Aku gak nanya pendapat kamu kok. Ini perintah, lagian rumah kita kan searah.” ujarnya sambil terkekeh.

Aku pun hanya mendengus mendengar ucapannya, tapi tak ayal aku pun mengikuti-nya menuju ke parkiran.

Kak Doni itu ketua BEM Fakultas, dia cowok yang ramah, baik, pintar, dan ganteng pake banget. Cewek-cewek di kampus banyak banget yang seneng sama dia, iyalah udah pinter, ganteng, ketua BEM Fakultas lagi. Menurut gosip yang beredar di kelasku kak Doni itu katanya suka sama aku. Terus terang aja, awalnya aku agak baper dengan perlakuan kak Doni ke aku. Dia sering banget nyamperin aku ke perpustakaan, nyamperin di kantin, atau sekedar menyapa kalau ketemu, tapi aku selalu ingat bahwa udah ada Adrian di hatiku. Sebagai cewek aku udah peka sih sama perasaan dia sama aku, bukanya geer ya tapi aku tuh punya kadar kepekaan diatas rata-rata.
Awal pertemuan aku sama kak Doni itu ketika dia diundang oleh Daddy ke rumah karena dia berhasil meraih kejuaraan tingkat nasional. Saat itu aku baru dua bulan kuliah kalau gak salah.

---

Ku lempar ponselku asal ke tempat tidur, Adrian segitu sibuknya ya sampai gak bisa hanya sekadar balas pesanku saja? Dari pada kepala mendidih mengingat Adrian aku pun memutuskan untuk ke kamar mandi dan mandi saja.

Selesai mandi aku mengambil ponsel lagi, ini udah jam 5 sore dan Adrian masih belum membalas pesanku. Karena bosan aku pun membuka instagram dan iseng mengupload photo aku dan Adrian.

@shaquellanaraya

Seperti bulan, walaupun jauh tapi cahayanya tetap sampai.
Miss you.. @adrianfavian

Tak lama kemudian, muncul berbagai komentar dan rata-rata dari teman-temanku. Sorry aku bukan selebgram yang followers nya jutaan.

@nurachma_aqiella :ciaaannn...sini peyuuk:v

@sedina.lia : halalkan atau putuskan pak @adrianfavian?

@riyantiadeya26 : halalkan saja, wkwk

@widyani_dwi : putuskan:v

@nazeefah_muqadaas : rindu itu berat karena belum halal. Makannya cepat dihalalkan:)

@adrianfavian : maunya sih dihalalkan @sedina.lia @nazeefah_muqadaas tapi dianya gak siap mulu:( . jangan gitu dong @widyani_dwi kualat kamu nanti:/

@azahra_ara :Ayya belum siap, sama aku aja pak ganteng,wkwk @adrianfavian

@nurachma_aqiella : tukang tikung bertebaran @shaquellanaraya hati-hati lho.

@riyantideya26 : @rangga01 pak punya pacar kok nyinyir mulu:/

@shaquellanaraya : di Ig aktif, WA gak dibalas -_- @adrianfavian

@widyani_dwi : saya masih jomblo pak @adrianfavian gak akan kualat, hahaha

@nurachma_aqiella : iri mulu idup lo @riyantideya26

@adriafavian : @shaquellanaraya maaf sayang, baru pulang ke kantor lagi nih..

@azahra_ara : pindah lapak guys.. @nurachma_aqiella @riyantideya26 @widyani_dwi @sedina.lia . eh @nazeefah_muqadaas mau ikutan gak? wkwk

Tanpa mengindahkan mereka lagi, aku langsung menutup instagram dan menelpon kak Adrian.

“Assalamu’alaikum.” salam kak Adrian di sebrang sana.

“Wa’alaikumsalam.” jawabku.
“Kamu pulang dengan siapa? Maaf banget tadi ponsel ketinggalan di kantor, saya ada urusan di luar.” ucap-nya.

“Sama teman. Oke gak papa.” jawabku.

“Bener gak papa? Tapi kok jutek sih.” tanya kak Adrian.

“Kamu lagi jalan kaki nih nelponnya?” tanyaku tanpa mengindahkan pertanyaannya.

“Iya, lagi jalan ke basement mau pulang.” jawabnya.

“Yaudah kalau gitu, hati-hati di jalan ya.” ucapku.

“Iya sayang. Nanti malam aku ke rumah ya. Aku udah baca kok pesan kamu.” ujarnya.

“Iya. Telponnya aku tutup ya, jangan main HP sambil nyetir bahaya.” ucapku.

“Siap Nyonya.” jawabnya.

“Assalamu’alaikum.” salamku.

“Wa’alaikumsalam.” salam Adrian.

Walaupun aku kesal sama dia, tapi tetap aja aku gak bisa marah lama-lama. Aku mencoba untuk mengerti bahwa Adrian bekerja keras untuk menghidupi Ibu dan adiknya juga untuk masa depannya.

“Kak.” panggil Bian yang tiba-tiba muncul ke kamar.

“Heemm..” jawabku.
“Pinjam mobil lo dong.” pintanya sambil tersenyum manis. Huh senyum terus kalau ada maunya.

“Mau kemana lo? Nggak. Anak kecil gak boleh bawa mobil.” tolakku.

“Mau ke rumah temen, ngerjain tugas. Gue bukan anak kecil ya.” ujarnya.

“Masih kelas satu SMA nanti lo ditilang baru tahu rasa.” ucapku.

“Lagian ini udah sore Fabian, lo bohong ya?” selidikku.

“Lo yang banyak bohong mah. Udah lah kalau gak mau minjemin jangan banyak ngomong.” ujarnya. Ia pun langsung pergi sambil merutuk gak jelas.

“FABIAN KHAIRY BALLA, awal lo ya gue bilangin Mommy.” teriakku.

“Terserahhh” teriak Bian dari luar.

Dasar anak kecil, bilang aja lo mau kencan tapi gak punya kendaraan. Ckckck kasihan sekali, iyalah Dad gak akan ngasih izin dia bawa kendaraan wong usianya juga belum 17 tahun. Kids zaman now mah gitu, kecil-kecil udah pacaran.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro