Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

18

"Kak Hongjoong meninggal, dia mudah sekali dibunuh. Kita tinggal punya San."

Seonghwa mengangguk "Gua selalu berhasil sama apa yang gua kerjain."

"Pergi sekarang, dia harus mati malam ini sampai dia masih hidup, nyawa lo yang gua abisin."

Seonghwa mengerti, kemudian dia keluar dari ruangan tertutup dan terisolasi itu,

"Gimana kak? Apa katanya?" Tanya Mingi kepada Seonghwa yang baru saja keluar dari ruangan itu.

"Habisi San. Malam ini juga." Perintahnya.

"Kak, ini terlalu cepat. Baru selang sehari setelah kematian kak Hongjoong." Ucap Jongho.

"Tidak masalah, ayo!"









San berjalan kaki menuju rumahnya yang berada di sebuah komplek yang selalu sepi,

Dia baru saja pulang mengurus mayat yang dia temukan di balik semak-semak itu, yaitu ibunya Hongjoong.

Keluarga Kim sudah habis, Hongjoong dan ibunya meninggal, begitu juga dengan ayah dan saudara-saudara kandung Hongjoong,

Entah siapa yang ada di motif pembunuhan ini, masa iya kak Seonghwa membunuh satu keluarga? Kalau hanya membunuh Kak Hongjoong, itu sangat masuk akal

Srekk...

San melihat sekeliling,

"Astaga... Jangan kejadian aneh lagi." Gumam San.

Srekk...

"Siapa disana!?"

San berlari semakin cepat menuju rumahnya, dia berusaha tidak mempedulikan keberadaan suara itu,

"Arhkkk—!" San terjatuh karena sebuah balok kayu yang besar.

"Owh, shit." Umpatnya karena dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Mau nyusul Hongjoong kan... Sann...?"

San ketakutkan, kemudian dia dilempari sebuah foto polaroid,

San mengambilnya dengan tangan gemetar,

Oh tidak...

Disitu ada foto San ditengah-tengah antara Mingi dan Seonghwa,

Kutukan orang yang berada di tengah... Benar adanya...

"Goodbye, San." Bisik Seonghwa kemudian Seonghwa menancapkan pisau tepat di jantung San.

Seonghwa menendang mayat San sehingga jatuh ke sebuah selokan yang berada di dekat sana,

Mingi dan Jongho berlari ke arah Seonghwa, mereka pergi dari persembunyian mereka,

"Gimana, kak?" Tanya Mingi dengan penasaran.

"Aman. Dia udah mati. Ayo kita lapor ke bos." Ajak Seonghwa.

"Tapi kan kak... Kak San punya banyak nyawa. Inget dia dulu pernah dibunuh kak Yunho terus hidup lagi...?"

Seonghwa membulatkan matanya, kenapa dia bisa lupa dengan hal seperti ini?

Mereka mencari ke sekeliling, mana tau San berada di sekitar sini karena sudah bangkit, tapi mereka rasa itu agak mustahil,

"Kak, dibelakang kakak!" Teriak Mingi sambil menunjuk arah belakang Seonghwa.

Seonghwa langsung buru-buru menembak orang yang ada di belakangnya, bahkan tanpa melihat siapa orang itu,

"Kak! Itu bukan San!" Jongho berlari ke arah belakang Seonghwa, mendekati orang yang Seonghwa tembak itu.

Seonghwa dan Mingi juga ikut melihat,

"Itu Wooyoung..." Seonghwa menjatuhkan pistolnya ke bawah, dia mundur perlahan dengan takut.

"Kalau itu kak Wooyoung..." Jongho berfikir dengan begitu keras.

DOR!

Seonghwa, Jongho dan Mingi melihat ke belakang,

"Well well... Cape gue sembunyi selama ini."

"Kangen deh sama kalian."

Seonghwa, Mingi dan Jongho menjadi tidak percaya dengan apa yang mereka lihat,

"Kalian... Kenapa disini...?"

"Kenapa kita disini? Emang itu pertanyaan penting ya...?"

Seonghwa meneguk salivanya, ternyata selama ini mereka salah

Karena disitu Hongjoong, San, Yeosang dan Wooyoung berdiri ber empat,

"Hongjoong, Wooyoung dan Yeosang belum mati!" Teriak Seonghwa kemudian dia lari. Seonghwa harus meyelamatkan nyawanya, tinggal sisa 3 nyawa lagi, Seonghwa bisa mati saat itu juga begitu juga dengan Jongho dan Wooyoung.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro