Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

02

Demi memastikan keadaan yang sebenarnya, para member ateez sekarang tinggal di suatu tempat secara bersama

Mereka sempat tinggal cukup lama disini, tapi sebulan yang lalu mereka harus pulang ke rumah mereka masing-masing karena renovasi drom ini

"Menurut lo...? Pembunuhnya siapa kak?" Tanya San kepada Hongjoong ketika mereka berdua sedang berada di kamar Hongjoong.

Fyi, Hongjoong sekamar sama Seonghwa dari awal drom ini ada

Sebarnya San tidak mau, tapi karena kamar Hongjoong awalnya adalah kamar Hongjoong dan Seonghwa, untuk sementara Hongjoong tidak mau tidur sendirian dulu

Takut ada Seonghwa pikirnya

"Kok lo bisa tanya kek gitu ka gua? Bukanya lo curiga sama gua?" Bukannya menjawab, Hongjoong kembali bertanya.

"Gua curiga sama semua orang, bukan sama lo doang. Wajar aja gua nanya begitu."

"Hmm... Entah kenapa gua merasa Jongho sama Wooyoung sedikit aneh."

"Aneh apanya, kak? Bukannya mereka yang ngeliat mayat kak Seonghwa?"

"Aneh aja. Karena sekarang kita nggak pernah tau mayat kak Seonghwa ada dimana. Kita nggak pernah ke acara penguburannya. Bahkan kita nggak pernah dapet informasi tambahan." Jelas Hongjoong dengan panjang lebar.

San menganggukan kepalanya, masuk akal juga yang dikatakan kak Hongjoong

Tapi nggak semudah itu San percaya, bagaimanapun semua masih harus dicurigai

"Tapi Mingi juga aneh sih, kak. Dia diem banget, nggak kasih clue apapun."

"Gua sih nggak curiga sama sekali sama Mingi. Menurut gua sikapnya biasa aja tuh."

"Kak... Udah berapa lama sih lo kenal sama Mingi? Bukan 1 atau 2 tahun doang. Mingi itu yang paling berisik diantara kita. Apalagi kalau udah ngumpul. Setelah kak Seonghwa nggak ada, dia jadi pendiem nggak jelas."

Hongjoong juga ikut menangguk, bahkan dia baru menyadari sikap Mingi yang aneh belakangan ini

berbeda dengan Hongjoong dan San, Yeosang hanya berdiam diri dikamarnya sendiri,

Entah kenapa kepergian kak Seonghwa membuatnya tertekan. Dia hanya takut dia menjadi korban selanjutnya

Kita nggak pernah ada yang tau takdir kan?

Yeosang hanya menggariskan tintanya kepada suatu kertas,

Entah hanya mencorat-coret tidak jelas,

Tiba-tiba muncullah sebuah panggilan video call dari Wooyoung,

Yeosang pun sedikit mengusap air matanya, kemudian mengangkat telefonnya,

"Hai, Wooyoung." Ucapnya.

"Kak Yeosang! Ini gua lagi di mall. Lo mau nitip apa?"

"Lo lagi di mall? Disaat begini?"

"Iyalah kak. Refreshing dikit! Jangan jenuh-jenuh terus..!"

"Lo hura-hura sementara kak Seonghwa baru meninggal? Lo kenapa sih!?" Tanpa disadari, Yeosang meninggikan suaranya.

"Lah kak... Kenapa sih? Dipikir nggak suntuk apa mikirin pembunuhan terus selama berhari-hari?"

"Suntuk. Tapi kita semua lagi berduka. Maaf gua nggak semudah itu buat melupakan sesorang yang baik."

"Terus sekarang lo mau gua apa?"

"Lo balik ke drom sekarang. Dan..."

"Jangan bikin gua makin curiga sama sikap lo yang aneh."









Suara sirine mobil bergema di tempat tinggal mereka,

Yeosang langsung keluar dari kamarnya, dengan panik dia segera meminta Hongjoong dan San untuk memeriksanya

"Kak Hongjoong! San!" Teriak Yeosang seraya mengedor pintu kamar mereka.

Hongjoong membuka pintunya, "Yeosang dari dalam kamar ada suara sirine kenceng banget. Apaan sih itu?"

Dengan gelagat panik ia menjawab "Iya makanya itu kak! Ayo kita turun! Ajak San juga!"

Mereka bertiga turun dengan buru-buru untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dibawah,

"Kak..." San seketika lemas ketika ia melihat sesuatu yang terjadi di depan rumah mereka

"Apa?" Hongjoong ikut heran ketika dia melihat sebuah ambulan yang terpakir di depan rumah itu

Dan ada beberapa polisi juga,

"Ngapain mereka kesini?" Yeosang sedikit bingung tapi dia berusaha tenangkan diri.

Mereka pun segera keluar, Hongjoong sebagai yang paling tua yang berada disitu langsung berkata,

"Maaf, pak. Ini ada apa ya?"

"Teman anda kecelakaan motor siang tadi. Dan maaf kami tidak bisa menolong nyawanya..."

Hongjoong, San dan Yeosang langsung was-was, semoga berita ini hanya kebohongan belaka

"Si...Siapa pak?" Tanya San yang akhirnya berani mengeluarkan suaranya.

San tidak menjawab jawaban

Tapi mereka mengeluarkan sebuah tempat tidur yang digunakan untuk membawa jenazah di dalam ambulan

"Jongho!?" Teriak mereka bersamaan ketika mereka melihat mayat Jongho yang sudah tidak utuh lagi seperti semula.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro