Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

19/30

SAKIHAKA KONATSU

Aku diminta untuk bersembunyi di peti mati. 

Atau setidaknya itu bagaimana mereka menyebutnya. 

Masih di minggu festival, hari ini memasuki hari keempat. Sejak kemarin, jasa di kelas kami memang sudah tidak sepadat sebelumnya. Hari ini aku tidak mendapatkan giliran berburu, Koharu-Nii yang justru mendapatkannya, padahal kami punya rencana untuk berkeliling satu sekolah. 

Ada masalah lain; Senpai dari klub basket yang kuikuti memerlukan orang tambahan untuk rumah hantu mereka. Karena sedang tidak mengerjakan apapun, awalnya aku merasa tidak masalah. 

Masalah dimulai ketika aku menyadari siapa yang ada di antrean.

... Ada Ninomiya. 

Aku bisa melihatnya karena letak peti mati ini ada di dekat pintu keluar, sedangkan pintu masuk dan pintu keluar sebenarnya hanya bersampingan. Yang membuat perjalanan menjadi panjang adalah bahwa sebenarnya mereka dialihkan untuk mengelilingi labirin rumah hantu. 

Dan karena terlalu gelap, mereka mungkin tidak menyadari bahwa ukuran ruangan kelas yang standar akan menjadi luas, apalagi bila dalam keadaan diselimuti atmosfir mengerikan. 

Aku punya satu misi di rumah hantu ini, yaitu keluar dari peti saat mereka sudah dekat dengan pintu keluar. Penampilanku sudah dibuat semengerikan mungkin; berdarah-darah, berkulit pucat dan bertaring. Katanya aku mendapat peran vampire, tapi sejauh yang kuingat, tidak ada vampir bersimbah darah. 

Sekarang aku berkonflik dengan pikiranku. Apakah aku perlu mengagetkan Ninomiya? Koharu-Nii bilang Ninomiya takut denganku karena aku kurang berbicara. Aku sudah mencoba berbicara dengannya beberapa kali, tetapi tampaknya usahaku tidak terlalu berefek. Ninomiya kelihatannya tetap takut padaku. 

Koharu-Nii bilang aku seharusnya belajar tersenyum, lalu belajar untuk berbicara dengan orang lain. Namun jika aku tidak mau, Koharu-Nii bilang tidak masalah, karena dia akan tetap bersamaku. 

Kembali lagi ke pertanyaan pertama, apakah aku harus tetap menjalankan misi atau membiarkan Ninomiya lewat tanpa halangan? 

Tapi ... tidak profesional sekali mengaitkan hal seperti ini dengan perasaan. 

Kuhitung mundur orang yang akan masuk sebelum Ninomiya. 

Pertama, sambil menakuti mereka, aku harus menyusun strategi untuk mengejutkan Ninomiya dengan agak tenang. 

Saat sudah hampir sampai di giliran Ninomiya, aku akhirnya bisa mendengarkannya mengobrol. 

"Aku baru tahu kau tertarik dengan sesuatu yang horor," ucap Ninomiya. 

"Aku selalu suka sesuatu yang menantang." 

Tadinya aku tidak menyadarinya, tetapi kini aku bisa mengingat bahwa suara itu adalah milik Kinoshita, sahabatnya. 

"Kenapa kau mengajakku? Padahal kau bisa datang dengan Kumiwara-Senpai." 

"Aku lebih senang ke rumah hantu bersamamu, hehe!" 

Setelah itu, aku tidak lagi mendengar suaranya atau pun suara Kinoshita.

"KYAAAA!" Suara teriakan Kinoshita membahana serumah hantu. "CHIZUKO! AKU TAKUT!"

Baiklah ... Jika Kinoshita terus bersuara, kurasa aku akan terus tahu dimana keberadaan mereka.

Secepat mungkin, aku masuk ke dalam peti. Suara langkah mereka akan terdengar karena ada banyak plastik berserakan di lantai. Akan terdengar bila mereka akan kembali.

"AKHIRNYA! Jalan keluar!" seru Kinoshita. 

SRET, suara plastik terdengar, aku segera mengubah posisi menjadi duduk. Pintu peti terangkat ke atas, lalu jatuh kembali ke kepalaku.

DUK!

"KYAAAAA!!!" Kinoshita berlari dengan kilat keluar, meninggalkan Ninomiya yang masih membeku di tempat, menatapku sambil mengerjap.

"Ko-Konatsu?"

Ah .... Dia mengenaliku.

"Selamat siang." Aku secara tidak sadar membungkukan badan.

"E-eh ... Kau jadi hantu di sini?"

"Senpai membutuhkan bantuan," balasku.

Ninomiya mendekat, lalu menatapku selama beberapa saat. Aku jadi gugup sekali.

"Kau jadi vampir ya?" Ninomiya tersenyum. "Oh ya, kepalamu sakit?"

Ah ... Dia tahu kalau kepalaku terbentur.

"Tidak," balasku.

"Hm, kedengarannya sakit." Ninomiya melirik ke pintu keluar, lalu kembali menoleh ke arahku. "Aku keluar dulu, ya! Semangat!"

Melihat Ninomiya keluar tanpa ketakutan, membuatku ... Bingung.

Tadi dia memanggilku Konatsu, kan?

***

19/30

Tema: Peti mati

22.37!!!!!!!
3 menit lagi

Bye semuah

Cindyana H

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro