Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

11/30

OTOHARA KUROTO

Malam ini Suzuko datang lagi. Padahal aku tidak membuat janji dengannya. 

Kalian tidak percaya dengan apa yang dilakukannya sekarang; tiduran di atas tempat tidurku sambil tertawa karena membaca komik edisi baru yang kubeli sore tadi. Dia hanya sedang menumpang baca, tapi aku tidak mempermasalahkan jika seandainya dia meminjamnya satu malam. 

Kedatangan Suzuko selalu tiba-tiba. Biasanya adalah ketika aku sedang menulis untuk blogku. Kemarin dia memainkan komputerku dan aku terlalu waswas untuk menduga bahwa dia telah memeriksa histori pencarianku. Akan berbahaya sekali jika Suzuko tahu bahwa aku adalah pemilik dibalik blog "Secret Serenity".

Di sana aku mengungkapkan segala perasaanku. Niat awalku hanyalah agar Suzuko membacanya, atau paling tidak aku bisa menumpahkan perasaanku di atas aksara. Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Tiba-tiba konten dalam blog itu menjadi viral, kata-kata yang kutulis dijadikan quote yang hampir tersebar di seluruh sosial media, bahkan ada beberapa pihak yang mengontak untuk melakukan kerja sama. 

Dari yang kubaca di internet, hampir semua remaja di Jepang membacanya. Lalu aku jadi yakin bahwa Suzuko juga membacanya, karena pernah suatu hari dia pernah fangirling dengan Hoshi. 

Bahwa pemilik blog Secret Serenity sangat menyukai Ice--nama samaran yang kuberikan untuk Suzuko, tapi dia tidak akan pernah tahu--dan dia menginginkan hal itu juga terjadi padanya setidaknya satu kali dalam seumur hidupnya. 

Padahal, semua hal yang kutulis, kudedikasikan khusus untuknya. Dia tidak akan tahu. 

Dia tidak tahu apapun tentang perasaanku terhadapnya. Bertahun-tahun bersamanya membuatku lebih kebal dan terbiasa. 

"Suzu, pulang sana," ucapku ketika melihat jam telah menunjukkan waktu pukul 10. 

"Sabar, dong! Belum selesai, nih!" balasnya sambil berguling-guling. 

"Bawa saja! Besok kembalikan." 

Suzuko langsung memposisikan dirinya menjadi duduk, lalu menatapku dengan tatapan sebal, "Kau ini ... tidak suka ya aku di sini?" 

Siapa yang tidak suka

"Ya iya! Kau menggangguku!" Sayangnya apa yang disuarakan hati dan mulutku tidak sinkron. 

Suzuko menatapku cemberut, "Kalau begitu, aku pulang, ya!" 

"Iya, pulang, sana." 

Kubukakan jendela kamarku untuk Suzuko. Anak itu memanjat jendela masih dengan wajah enggan dan cemberut. Dipegangnya buku komikku tanpa minat, entah kemana perginya seluruh antusiasnya ketika membaca komik itu tadi. 

Saat aku hendak menutup jendela untuk kembali membuka blog-ku, Suzuko tiba-tiba memanggilku. 

"Kuroto! Kuroto!" 

Tanganku berhenti bergerak, kuluruskan pandanganku dan melihat Suzuko mendongak sambil tersenyum lebar. 

"Lihat, deh! Bulan purnamanya cantik!" 

Aku ikut tersenyum diam-diam jadinya. Baru saja dia murung karena aku memaksanya pulang, sekarang dia kembali ceria dengan hanya melihat bulan. Sederhana sekali. 

"Tidak kelihatan," balasku, pura-pura tidak tertarik. 

"Makanya, kemari!" Suzuko mengibas-ngibaskan tangan, memintaku ke tempatnya. 

Agak bermalas-malas, kupanjati jendela kamarku, berjalan pelan ke arah anak itu. Dia masih mendongak seolah melihat ada Dewi Bulan yang menghampirinya. 

"Kuroto ingat tidak dengan dongeng yang diceritakan guru TK kita dulu?" tanyanya. Sebelum aku menjawab, dia sudah lebih dulu menjawab, seperti bermonolog seorang diri. "Kalau melihat bulan purnama sebelum tidur, kita akan didatangi mimpi indah." 

Kukerutkan keningku, sebenarnya agak bingung, "Hm? Entahlah. Aku lupa." 

Suzuko terbahak, "Kau pelupa sekali!" 

Aku hanya tersenyum simpul, padahal dia lebih pelupa dibandingkanku. Aku masih ingat dengan semua masa kecil kami, bahkan janji yang kami lakukan ketika masih kecil; bahwa kami berdua akan menikah setelah dewasa. Yah, walau aku tahu itu hanyalah sebuah janji masa kecil yang tidak berarti. 

"Mimpi indah, Kuroto!" ucapnya sambil berjalan menuju jendela kamarnya. 

"Iya, kau juga," balasku sembari kembali ke jendela kamarku. 

"Sampai jumpa besok, Kuroto!" 

Setelah Suzuko masuk ke jendela kamarnya, aku mulai memikirkan pernyataan tentang pengendalian diri. 

Ah, sepertinya malam ini Secret Serenity akan update beberapa kali. 

***

11/30

Tema: Setting di bawah bulan purnama

Kak, kenapa malah bikin Kuroto-Suzuko lagi? 

Semua salah temanya, bukan salah saya. 


Cindyana H

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro