Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Part 4

Yiheiii
Akhirnya Up juga nih kisahnya KaRa (Karamel & Rafael)

Ini ada mulmed ny sbg perwakilan dri peraaaan KaRa ya 😂
Ini part yg manis banget, knp coba? Ada anak gadis org baru pertama x merasakan yg namanya jatuh cinta 😁😄
Mau tahu?
Check it out 😉

Happy reading
Jgn lupa vote n coment ny ya
______________________________________

Nama pria itu terus melintas dalam pikiran Karamel bahkan saat ini dia masih memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabatnya kemarin, bahkan ada keinginan bisa bertemu lagi dengan pria kemarin. Tanpa dia sadari kalau ia mencium saputangan milik pria itu sejak tadi dan Alex adiknya tidak sengaja memperhatikan tingkah kakaknya itu.

“Kayaknya tuh saputangan berarti banget ya sampe di cium terus.” Ledek Alex namun ulah dia tidak menganggu Karamel yang masih asik dengan saputangan yang dipegangnya itu.

“Kak, kak Kara lagi kenapa sih?” tanya Alex merasa tidak puas karena Karamel tidak menghiraukan keusilannya tadi.

“Kayaknya kakak kamu lagi mikirin sesuatu deh, lihat aja dia sampe senyum-senyum sendiri sambil cium tuh saputangan. Kalau kakak rasa ada kisah yang terjadi antara Kara dengan sapu tangan itu, Lex.” Tebak Riris untuk menjawab rasa penasaran tingkat dewa pada Alex.

“Non, mas Andre sudah ada di depan.” Sahut mpok Minah dengan mendatangi Riris dan Alex yang sedang duduk di ruang atas.

“Iya, mpok.” Balas Riris lalu turun ke bawah menemui kekasihnya dan melupakan tentang Karamel sejenak.

“Kak, kakak kenapa sih? Awas kesambet loh, Kak.” Sahut Alex sedikit kencang sambil menepuk lengan Karamel. Karena setahu Alex kalau Karamel adalah jarang bertingkah tidak normal seperti ini.

“Apaan sih, Dek?  Ganggu aja deh.” Karamel menggerutu karena merasa terganggu oleh tingkah Alex, dia pun seperti merasa kehilangan sesuatu setelah benar-benar sadar dengan keadaan sekitarnya. “Kak Riris ke mana, Dek?” tanyanya setelah sadar kalau saat ini dia hanya berdua dengan Alex.

“Ke bawah makanya jangan sibuk ngelamun mulu.” Jawab Alex sambil menjulurkan lidahnya lalu ngeloyor pergi meninggalkan Karamel sendirian.

Mereka pada kenapa sih? Kok aneh gitu.’ Gumam Karamel dalam kesendiriannya lalu kembali tersadar kalau dia sejak tadi memegang saputangan pria yang belum dia kenal itu.

Penasaran bagaimana rasanya jatuh cinta menganggu pikiran Karamel saat ini, dan dia merasa kalau seperti ini rasanya jatuh cinta lalu kenapa tidak sejak dulu dia jatuh cinta batinnya. Tingkah Karamel seharian ini sungguh memalukan karena dia lebih nyaman dengan lamunannya bahkan tersenyum, pikirannya terfokus dengan pria itu bahkan ia tidak merasakan bosan padahal dihari libur seperti ini Karamel hanya di rumah sejak tadi sementara orangtuanya pergi kondangan.

👣👣👣👣👣👣

Setelah merasa bosan maka Karamel pun turun ke bawah dan dia mendengar suara di ruang tengah, ia hanya berjalan melewati tanpa melihat siapa yang ada di ruang tengah namun Riris menyadari kalau adiknya itu sudah turun. Riris pun menghampiri Karamel yang terus berjalan ke arah dapur padahal sejak tadi dia memanggil adiknya itu.

“Woi, neng. Kamu jalan kok pake bengong sih, kakak manggilin kamu daritadi tau.” Sahut Riris kesal melihat tingkah adiknya yang aneh ini sejak pagi tadi.

“Gak dengar, kak. Kakak kenapa manggil aku? Ada perlu apa?” tanya Karamel sambil meneguk air putih yang sudah dia ambil tadi untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering.

“Kakak mau kenalin kamu sama sepupunya Andre tuh, ayo sini gabung sama kita ke ruang tengah.” Jawab Riris lalu menarik paksa tangan Karamel agar tidak bisa menolak, karena baginya dan Andre kalau cowok ini cocok dengan Karamel.

Karamel yang emang polos pun ikut aja perintah kakaknya itu, walaupun kelihatan kalau Riris menarik tangannya tapi senyuman tidak absen dari wajahnya bahkan saat mereka sampai di ruang tengah. Karamel pun langsung melipat kecil saputangan yang dia pegang sejak tadi lalu menyelipkan ke kantong celana pendeknya, saat dia dan Riris tiba di ruang tengah malah ia merasa dadanya sesak dan jantung bekerja dengan tidak normal.

“Dek, kenalin ini teman kantor sekaligus sepupu aku.” Sahut Andre memperkenalkan Karamel pada sepupunya.

“Rafael, kamu bisa panggil Rafa.” Sepupu Andre menyebutkan namanya seraya mengulurkan tangan kanannya ke arah Karamel.

“Karamel dan kamu bisa panggil Kara.” Balas Karamel canggung sambil menyambut uluran tangan Rafael, akhirnya dia bisa kenalan secara langsung dengan pria yang sudah membuat hatinya berbunga-bunga sejak kemarin.

“Aku kayak pernah ketemu kamu deh tapi di mana ya?” sahut Rafael merasa kalau wajah gadis yang di depannya ini pernah dia lihat tapi dia lupa di mana mereka pernah ketemu sebelumnya.

“Kopi panas.” Balas Karamel membantu Rafael untuk mengingat di mana mereka pernah bertemu, saat mendengar ucapan Karamel membuat Rafael tersenyum lebar karena akhirnya mengingat di mana mereka pernah ketemu.

“Akh iya di coffeshop tempatnya Jonathan kerja kan? Tapi tangan kamu gak luka kan?” tanya Rafael dan adegan mereka berdua membuat Andre dan Riris bingung ada apa diantara mereka, padahal niat keduanya ingin mengenalkan eh malah yang mau dikenalkan sudah saling kenal.

“Gak sampe luka kok, Kak.” Jawab Karamel sopan dan kini dia sudah duduk di sebelah Riris agar bisa menikmati indahnya makhluk ciptaan Tuhan yang ada di depannya ini, lekuk wajah yang sempurna bahkan matanya yang hitam pekat lalu senyuman itu gak bisa dipungkiri lagi manisnya. Semakin melihat wajah Rafa membuat Kara semakin menggila dalam lamunannya, sampai Riris menyenggol lengan adiknya itu.

“Jadi kalian udah saling kenal, Raf?” tanya Andre penasaran.

“Jadi kemarin itu aku ketemu Kara di coffeshop yang di kuningan, aku gak sengaja nyenggol Kara dan numpahin kopi panas. Tapi kita belum sempat kenalan sih karna waktu itu aku lagi meeting sama klien.” Jawab Rafa tersenyum sambil mencuri pandang ke arah Karamel, karena dia juga merasa kecarian setelah insiden kopi panas waktu itu. Dia yang berniat untuk kenalan tidak kuasa karena dia sedang sibuk menyiapkan data untuk meeting bersama klien.

Andre dan Riris hanya mampu ber oh ria lalu menganggukkan kepala mereka masing-masing, dan akhirnya Riris juga bisa menyimpulkan kalau tingkah aneh adiknya itu pasti ada hubungannya dengan Rafael batinnya. Jujur Riris merasa senang dan juga tenang karena adiknya ini ketemu dengan cowok yang baik apalagi punya hubungan saudara dengan kekasihnya itu, pasti Rafael gak akan berani mengecewakan adiknya ini pikirnya.

👣👣👣👣👣👣

Gimana?
Seneng gk sama part ini?
Dn siapa yg udh tahu gmna rasanya jatuh cinta?

Jgn lupa taburan bintang dn jga comentny ya biar ak makin semangat 😍😍
Next gk nih?

Spoiler : part selanjutnya masih tentang KaRa yg sama" kasmaran nih ceritanya

Makasi ya 😉
See you

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro