Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Part 6

Nana bisa melihat Nora dan Will dari samping sini, Mereka sedang berdansa, dan bukan cuma Nana yang memperhatikan mereka, hampir semua orang diruangan itu melihat mereka. Thomas berdiri disamping Nana, tersenyum melihat tingkah Will.

"Mereka pusat perhatian disini." Kata Nana.

"Tentu saja, melihat seorang Herondale seperti ini adalah hal paling unik, menarik dan jarang kau temui." Kata Thomas.

Nora menundukkan wajahnya dan menutup matanya, risih dengan tatapan orang. Beberapa mungkin biasa-biasa saja, tapi ada beberapa perempuan yang menatap Nora dengan tatapan iri dan tak layak. Will mengetahui hal itu tentu saja, itu kenapa Will mengeratkan dekapannya.

"Nora." Panggil Will. "Lihat saja mataku, kau sedang bersamaku bukan mereka." Kata Will. Nora melihat Will dan tersenyum, senyuman yang kata Thomas membuat Will terkena serangan jantung. Dan kenyataannya memang Will sedang berdebar.

Nora menahan tawa, ia tahu Will sedang berdebar. Dengan jarak sedekat ini Nora bisa mendengar detakan jantung Will. "Will, Will. Apa kau tahu aku bisa mendengar detakan jantungmu dengan jelas?" Kata Nora. "Sepertinya jantungmu siap untuk melompat keluar dari dadamu kapan saja." Tambahnya lagi.

Will tersenyum mendengar Nora berkata begitu, "Hal seperti ini hanya terjadi kalau kau di dekatku." Kata Will. Nora menahan mati-matian untuk tidak merona, tapi bagaimana caramu mengendalikan hal seperti itu? Will mengandeng tangan Nora ke samping. Tepat saat itu, Nora melihat orang itu lagi, Jamie.

"Will." Kata Jamie, sambil mengangguk.

"Jamie, aku yakin kau sudah bertemu Nora." Kata Will. Jamie melihat kearah Nora, lalu kearah tangan Will, yang sekarang ini masih mengandeng Nora.

"Ya, kita sudah bertemu." Kata Jamie, tersenyum. "Sekarang aku mengerti kenapa kau menolak untuk berdansa denganku tadi." Kata Jamie. Will melihat kearah Nora sekilas, lalu kembali kearah Jamie.

"Bukan bermaksud kasar, tapi aku memang lagi menunggu orang." Kata Nora.

"Aku yakin kau menunggu Will." Kata Jamie. "Kalian sangat terlihat serasi. Terutama, kau Will, aku tidak pernah melihat sepupuku sendiri begitu dalam cinta seperti ini." Kata Jamie sambil tertawa. Will juga tertawa kecil.

"Aku juga belum pernah mendengar kalau kau berani mengajak perempuan berdasa sebelumnya." Kata Will. Nora melepaskan tangannya dari genggaman tangan Will.

"Ayahku memanggil. Permisi." Kata Nora, lalu meninggalkan Will dan Jamie. Nora tidak berbohong, ayahnya memang memanggilnya. Sementara itu Will masih berdiri dengan Jamie, tapi matanya mengikuti Nora.

"Seorang Will punya hati rupanya." Kata Jamie. "Kukira kau tidak punya perasaan." Kata Jamie lagi. Will memang tersenyum, tapi matanya tidak.

"Kupikir kau akan datang bulan depan." Kata Will. "Dan, apa perlu kukoreksi? Siapa yang tidak punya perasaan disini." Kata Will.

"Kau meninggallkannya." Kata Jamie, raut wajahnya sekarang serius. "Kau menghancurkan hatinya." Kata Jamie.

"Harusnya kau berterima kasih." Kata Will.

"Terima kasih? Padamu? Karena membuatnya seperti itu?" Jamie sekarang mulai kesal. "Kau tahu? Kau memang tidak punya perasaan. Kau tidak tahu perasaannya tulus? Kau cinta pertamanya dan dia satu-satunya orang yang pernah ku pedulikan. Aku tahu perasaannya padamu, aku harap kau tidak menolaknya. Tapi kau mengancurkannya." Kata Jamie.

"Dia tidak pernah benar-benar menyukaiku, atau mencintaiku atau apapun itu. Aku menyelamatkannya dari rasa sakit hati yang lebih besar nantinya." Kata Will.

"Menurutmu apa yang terjadi denganku saat aku melihat orang yang teramat ku pedulikan menangis? Rasanya hatiku sendiri teriris." Kata Jamie.

"Dan menurutmu apa yang kurasakan saat melihatnya menangis? Terutama saat aku tahu kalau sepupuku juga tersiksa." Kata Will. "Izzy sudah melupakannya, bahkan dia sudah menemukan seorang yang baru. Yang lebih baik dariku di New York. Seharusnya kau juga melupakannya Jamie." Kata Will. Lalu berjalan pergi meninggalkan Jamie.

Memang dulu ada hal-hal kelam yang terjadi pada Will sebelum Nora datang ke London. Seperti kenyataan bahwa dulunya Will,Jamie, dan Izzy sangat dekat. Tapi Izzy jatuh untuk Will, dan Jamie jatuh untuk Izzy. Will menolak Izzy saat itu, menurutnya dia tidak ingin merusak persahabatan mereka selama ini, dan Will sadar akan perasaan Jamie kepada Izzy. Tentu saja Will menolaknya.


Will berjalan kearah ayahnya dan ayah Nora berdiri. Nora sudah tidak disana.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro