Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Tentang Aku & Si Telon

Kuas di tanganku menari-nari di atas kanvas, menorehkan goresan abstrak yang merupa jadi sebuah lukisan. Kamar sepetak ini adalah studio lukis sekaligus tempat tinggalku. Tempat dimana aku menghabiskan waktu tiap harinya dengan melukis.

Cahaya matahari yang menembus masuk melalui jendela kamarku mulai berubah warna menjadi oranye begitu suara meong yang khas dan berulang-ulang terdengar di depan pintu kamar. Begitu pintu terbuka, seekor kucing calico tampak sedang duduk tenang menunggu. Ia adalah sahabatku, kucing jantan belang tiga yang senantiasa menemani kesendirianku di stadio lukis ini. Tanpa kupersilakan masuk, ia segera berlari ke dalam sambil beberapa kali mengeong.

Pukul lima sore adalah waktu  yang sudah dijadikan Telon sebagai jadwal rutin untuk bisa menyantap ikan asin favoritnya. Kedatangan Telon sekaligus adalah tanda bagiku untuk mulai beristirahat setelah keasyikkan melukis hingga lupa waktu.
Aku memindahkan nasi yang kubeli pagi tadi dari kertas pembungkusnya ke atas piring kaca favoritku. Tak lupa kubagi rata satu-satunya ikan yang tersedia menjadi dua. Bagian dengan kepala adalah milik telon, sementara sisanya adalah jatahku.

Ikan bagian Telon kutaruh di atas kertas yang sebelumnya digunakan sebagai pembungkung nasi dan langsung kuberikan padanya. Sementara aku mulai melahap satu demi satu nasi dengan potongan kecil ikan asin itu di sampingnya. Kami menikmati hidangan kecil itu bersama.

Awal perkenalanku dengan Telon adalah dua tahun lalu, saat aku pertama kali “terdampar” di tempat ini, beberapa hari setelah ayahku menendangku dari rumah. Beliau yang merupakan salah satu petinggi di kota tidak menyambut baik keputusanku untuk menjadikan seni sebagai sebuah jalan masa depan yang kupilih.

Percaya tidak percaya, mulanya aku adalah seseorang yang tidak begitu menyukai hewan. Keberadaan Telon dengan suara meong-nya mengganggu konsentrasiku saat tengah melukis.

Pernah sekali waktu, secara tidak sengaja Telon masuk ke dalam kamar ini dan berlarian di dalam hingga menjatuhkan satu botol cat yang belum lama kubeli. Jelas aku langsung murka, aku mengambil sapu dan memukul-mukulkannya ke lantai sambil berteriak untuk mengusir si Telon keluar.

Meskipun sudah kuusir dengan kasar, tampaknya ia tak gentar. Ia tetap bersikeras duduk dan mengeong di depan kamarku sampai lebih dari seminggu. Sampai aku akhirnya kalah. Aku memutuskan memperbolehkannya untuk masuk di sore hari dan membiarkannya bermain di luar saat siang datang.

Dari situlah hubungan kami semakin dekat. Telon selalu ada ketika pikiranku sedang kalut, entah karena sedang tidak ada ide atau saat uangku menipis karena lukisanku belum terbeli. Teman sekamarku itu mendekatiku lantas menggosok-gosokkan kepalanya sambil mengeluarkan dengkuran pelan untuk menenangkanku. Sementara, ketika Telon lapar atau datang dengan keadaan luka-luka setelah bertengkar dengan kucing lain, aku segera memberinya makan atau mengobatinya.

Simbiosis itu terus berjalan sampai hari ini. Hingga aku dan si Telon jadi sahabat yang tak terpisahkan dalam ruangan sempit ini.

***

PROMPT JANUARI
"Tentang aku & teman sekamar"
Selasa, 31 Januari 2023
Blackpandora_Club

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro