❄️[28]❄️ Fakta-Fakta
Haloo, selamat malam. Maaf, ya, Kasev telat update.
Terima kasih yang menunggu dan mengikuti sampai part ini. 😚😚😚😚😚
❄️❄️❄️
Elsa menarik Dygta ke kamarnya. Ruangan ini merupakan kamar masa lajang sang suami. Perempuan hamil itu berjalan di depan yang laki-laki, sehingga ia tidak perlu melihat sosok kacau balau itu. Begitu tiba di kamar, si ibu hamil mendorong punggung suaminya ke pintu kamar mandi.
"Mandi. Bersihkan seluruh tubuhmu. Keramas sampai wangi. Cukur rambut-rambut jelek itu. Keluar dari sana, harus rapi dan harum," perintahnya beruntun.
Dygta tak membantah satu kata pun. Ia menutup pembatas ruangan tersebut tanpa protes, minus rayuan gombal, seperti sosoknya yang dahulu. Elsa hanya menggeleng-geleng menyaksikan perubahan itu. Ia lantas mencari pakaian ganti yang layak dikenakan oleh suaminya.
Elsa keluar saat Dygta masih melakukan proses bersih-bersih. Ia pikir lelaki itu memerlukan waktu lebih lama. Elsa ke dapur untuk mengambil kue yang tadi dibelikan Dygta. Sekalian menjemput air minum. Ia ingin makan di kamar, sekalian memberikan Dygta sedikit kesempatan untuk mendongeng. Melihat betapa frustasi sahabatnya itu ketika bertikai dengan orang tuanya, ia ingin menempatkan diri sebagai teman bicara Dygta.
Mbok Dah menyajikan kue kojo dari Dygta di atas piring. Elsa juga dibekali jus jeruk dua gelas, di samping air putih. Ketika akan dibantu bawakan, Elsa langsung menolak karena dia juga bisa, cuma bawa nampan.
"Mbok Dah, terima kasih bantuannya." Elsa membalas dengan senyuman.
Nampan itu diletakkan di atas karpet di depan tempat tidur. Sengaja Elsa ingin duduk berselonjor di lantai. Ia juga mengambil sebuah bantal untuk dipangku. Begitu Dygta keluar dengan hanya memakai handuk sebagai bawahan, Elsa lantas mengalihkan perhatian hanya kepada makanan. Giginya bekerja mengunyah dan lidahnya menikmati rasa manis kue khas daerah asalnya itu. Aroma sabun dan sampo begitu segar di ruangan itu tak mengalahkan nikmat makanan yang ia santap.
"Bajunya di tempat tidur," beritahu Elsa sembari mengunyah. Tujuannya agar Dygta tak berlama-lama shirtless.
Sayangnya, lelaki itu masih tampak mengesalkan dengan rambut panjangnya yang basah. Air menetes membasahi kaus yang dia pakai. Itu membuat Elsa jijik. Elsa kehilangan selera makannya. Ia sangat tidak tahan melihat penampakan suaminya.
"Terima kasih." Dygta berkata pelan, begitu tubuhnya yang jangkung telah memakai pakaian yang Elsa siapkan.
"Untuk apa? Bukan berarti aku terima ajakanmu untuk balik ke tempat itu."
Tempat itu. Dygta menunduk saat apartemen miliknya tak dianggap rumah oleh sang istri. Sekarang, Elsa justru memunggungi Dygta.
"Aku ingin kasih lihat sesuatu." Dygta memberitahukan. Dia menyerahkan ponselnya kepada Elsa, tanpa harus berhadapan.
Video pertama tampak Dygta sedang minum di night club sendirian. Ia sudah terlihat teler. Kemudian seorang wanita yang membelakangi kamera mendatanginya. Wanita yang tak lain Sisy, memegang tangan Dygta membantu Dygta berjalan. Durasi yang pendek menyebabkan Elsa berpikir bahwa ada yang sengaja dihapus. Jadi, ia tak percaya dengan bukti video itu.
Video berikutnya hasil dari kamera yang ada di parkiran. Sisy dan Dygta berada dalam mobil. Sisy mencondongkan tubuhnya ke tempat duduk Dygta. Elsa melihat jika mereka tengah berciuman, tetapi ternyata Dygta menjambak rambut Sisy dan mendorong hingga wanita itu terjatuh. Tak jelas dari kamera pengawas sampai Sisy bangun dan menampar Dygta. Lalu wanita itu mengendarai mobil.
Video di parkiran hotel. Sisy berbincang dengan dua laki-laki. Mereka lalu menyeret Dygta yang tidak sadarkan diri masuk lift. Melihat kancing kemeja Dygta telah lepas dua, menyebabkan Elsa berpikiran negatif. Ia ingin meletakkan ponsel itu, tak ingin tahu apa pun, tetapi Dygta menyuruhnya untuk tetap lanjut menonton.
Video dalam lift. Sisy merebahkan kepala Dygta ke pundaknya lalu selfie dengan kamera ponsel. Posisi Dygta membelakangi kamera, sehingga mereka tampak sedang bercumbu. Elsa menahan amarahnya melihat posisi itu. Kepalanya begitu panas dan ingin sekali ia melemparkan ponsel mahal milik model video klip tak senonoh itu.
Di lorong hotel, Dygta dipapah oleh dua laki-laki kekar masuk ke sebuah kamar. Sisy berjalan di depan mereka, seakan menuntun perjalanan.
Dalam hotel .... Elsa melemparkan ponsel itu. Ia tidak ingin melihat video atau foto, bahkan apa pun yang terjadi di ruangan tersebut. Jadi, hari kedua pernikahan, Dygta hilang dan tak pernah mengakui kejadian sebenarnya adalah karena video-video ini. Namun, Elsa berusaha untuk tak peduli.
Dygta berlari mengambil iPhone-nya. Ia menunjukkan gambar tangkapan layar yang berisi riwayat pesan. Elsa yang sudah malas, tak ingin mengetahui alasan lain lagi, mulai tertarik. Melihat tanggal dalam capture pesan yang ternyata adalah saat Inara memberitahukan posisi Dygta dan Sisy berada di hotel. Elsa langsung membaca lamat-lamat isinya. Sisy mengajak Dygta bertemu, lebih tepatnya memaksa dengan mengatakan akan minum-minum apabila Dygta tak datang menghentikannya.
Seketika Elsa teringat perkataan Dygta bahwa jika itu benar anaknya, ia takut menyesal suatu hari nanti. Dengan demikian, Dygta akan tetap datang jika Sisy kembali mengatakan akan mencelakai kandungannya sendiri. Syarat yang Elsa ajukan bisa saja dilanggar suatu hari oleh Dygta.
"Dia mengancam akan mengirim video tadi kepadamu. Jadi, aku terpaksa mengikuti dia ke kamarnya. Tapi sumpah, aku tidak mengkhianati pernikahan kita. Videonya juga ada, apa yang terjadi di kamar itu."
Lamunan Elsa dipecahkan oleh suara Dygta. Elsa lalu diperlihatkan video ketika Dygta terlihat marah dan ingin keluar begitu Sisy aman sampai kamar. Sisy menarik tangan Dygta, memohon, dan Dygta langsung keluar.
Nama yang tertera dalam tangkapan layar chat tersebut lebih membuat Elsa tak percaya. Namun, Dygta melihatkan bukti bahwa nomor pada gambar sama dengan nomor yang ada di kontak ponsel Elsa.
Inr: Pernikahan itu langgeng. Pelakor seperti lo ini nggak akan berhasil mengganggu mereka. Mending ngilang sama bayi looo! 🚀🚀🚀🚀
Saya: Gue nggak akan menyerah. Masih banyak rencana buat bikin mereka hancur. Anak gue akan memiliki bapak.
Inr: Cewek murahannn! 👉👌
Saya: Munafik.. Kirim ini ke temen lo, biar seru.
Saya: Foto
Saya: Foto
Saya: Berbagi lokasi
Inr: CEWEK SUNDALLL! APA YANG LO LAKUKAN, PELACURRRR KERE?! 😡🤬😡🤬😡🤬
Saya: Mengembalikan keadaan.
Dalam foto itu Dygta dan Sisy tampak sedang berbincang di bar. Foto yang diambil dari angle salah tersebut membuat Elsa salah paham dan mengejar Dygta hingga ke hotel. Denyut amarah kembali menguasai wanita hamil itu. Elsa mengembalikan ponsel Dygta baik-baik.
"Berarti kamu sudah ketemu Sisy. Kamu ingkar dengan janjimu, Dygta."
Dygta bersimpuh di depan Elsa dengan raut cemas. "Enggak. Sayang, aku nggak ketemu dia." Terlihat dia khawatir bahwa Elsa semakin tak percaya, menutup diri lebih jauh lagi.
Elsa memalingkan wajahnya. "Mulut pintar berdusta."
Dygta bergeser ke depan Elsa dengan panik. "El. Aku berani sumpah, aku nggak ketemu. Papa yang mencari tahu semua ini, Elsa. Aku nggak pernah ingkar janji."
Elsa pun berdiri. Kata-kata Dygta tak berarti apa-apa. Tak ada gunanya ia percaya atau tidak percaya. Jika ini diteruskan, ialah yang akan terluka. Wanita hamil itu hanya ingin menyelamatkan diri.
"Elsa." Dygta memanggil dengan nada panjang. Namun, lelaki itu tetap di posisinya ketika Elsa keluar kamar.
❄️❄️❄️
"Elsa."
Suara Dygta mengalihkan perhatian Elsa dari susu hamil yang dia aduk. Namun, ia tak berbalik. Ia mendengar langkah kaki mendekat.
"Aku nggak akan paksa kamu. Aku tahu kamu butuh waktu," ucap Dygta yang juga bertahan dibelakangi Elsa.
"Aku akan belajar memperbaiki diri, walau terlambat. Seharusnya aku melakukannya sebelum kita memulai pernikahan. Aku minta maaf, ya." Suara Dygta tenang tanpa emosi berlebih, seperti tadi siang.
Elsa meminum susu rasa vanila sambil menanti tambahan kata dari suaminya. Yang ada Dygta justru hanya diam. Wanita hamil itu berjalan untuk mencuci gelas di wastafel. Setelah itu, Elsa membalikkan tubuhnya. Di hadapannya Dygta berdiri hanya menatapnya.
"Aku minta maaf telah memaksakan pernikahan kita. Jujur selama satu bulan ini aku tetap menemuimu. Aku minta maaf untuk itu. Maaf mungkin nggak cukup," ralat lelaki berkemeja lengan pendek itu. Dygta mengacak rambut panjangnya yang tak diikat.
"Jangan minta maaf lagi. Lama-lama maafku bisa habis kamu mintain terus."
Dygta tersenyum. "Apa aku boleh tetap menemui kamu? Aku nggak akan dekat-dekat, aku akan berdiri sejauh ini."
Elsa menggeleng-geleng mendengar permintaan lelaki gondrong itu. Inikan Dygta, siapa lagi yang nggak tahu diri seperti ini kalau bukan Dygta?
"Apa iya cuma berdiri sejauh itu?" sindir Elsa.
Tuh! Dygta kelihatan ragu. Namun, Elsa merasa gemas melihat lelaki buluk dan jelek di depannya itu.
Arah pandangan Dygta tertuju kepada punggung tangan Elsa yang menyentuh perutnya. Mata pria itu menyendu. Elsa tak paham emosi seperti apa yang dirasakan ayah anaknya itu. Dan tak ingin paham.
"Aku nggak suka lihat kamu, Dyg. Bosan. Bahkan aku merasa kalau kita pisah, kayaknya aku baik-baik saja."
"Aku akan menunggu." Dygta tersenyum. "Tolong buka chat-ku, ya?"
Elsa mengangguk.
"Kamu dan anak kita, selalu jaga kesehatan."
❄️❄️❄️
"Aku terluka kalau jadi Dygta. Sakit banget digituin oleh orang yang kita cintai."
Elsa menatap raut Inara dalam video call mereka. Sudah lama Elsa tak bercerita kepada sahabatnya itu. Semenjak membaca chat Inara dan Sisy, Elsa yakin jika Inara tulus berteman dengannya. Meski Elsa tak pernah meragukan hal itu.
"Sedih banget ketika pasangan kita enggak memiliki perasaan yang sama."
Kalimat ini membuat mata Inara terlihat muram. Seakan yang dikatakannya telah ia alami sendiri.
"Dygta cinta sama kamu, Els. Aku udah lama tahu hal ini. Kalau bukan karena sadar perasaan dia, nggak mungkin aku pilih kamu. Karena aku ingin ada yang menjagamu di sana."
Elsa mengusap-usap perutnya menatap ekspresi Inara.
"Aku bangga, sebagai mantan yang tersakiti, aku malah memberikan lelaki bangsat itu gadis yang dia cintai. Aku pernah iri sama kamu." Inara tergelak. "Tapi sayangku sama kamu lebih besar, jadi aku nggak apa-apa. Aku sangat murka karena pelakor itu ingin mengambil Dygta darimu."
Elsa membelalak.
"Aku pintar dan peka, nggak kayak kamu! Dygta punya perasaan khusus untuk kamu dari lama banget, cuma bego aja dia tetap masuk-masuk lubang sembarangan. Malah sampai bikin bunting satu cewek naqqal. Karena itu, aku ingin kamu merebut si kupret dongo dari si cewek naqqal itu. Walaupun dia hamil, salah sendiri hamil duluan! Anak luar nikah nggak dapat hak waris tau dalam agama, tapi secara hukum kayaknya dapat dikit. Halah ngapain, sih, dibahas. Intinya, pelakor itu salah langkah. Dia nggak sepintar aku. Harusnya dia tuh nikah dulu, baru bunting! Bego banget! Untung aku temennya kamu, Els." Inara tersenyum jemawa.
Elsa masih bingung bagaimana mengekspresikan apa yang baru dia dengar. Ujung-ujungnya dia cuma diam saja.
"Kamu pikir aku jahat. Aku tega kan, Els? Masa aku malah ngasih kamu kepada playboy. Mantan yang udah selingkuhin aku."
Elsa membenarkan.
"Tapi playboy itu sayang kamu. Aku suka dia dulu, duluuuu Els dulu, ya, karena lihat cara dia memperlakukan kamu. Wah, beruntung banget waktu bisa jadian. Aduh, berarti aku malu-maluin diri sendiri, yang awalnya sebel jadi nembak dia! Hiiiih serem kalau diingat-ingat lagi."
"Jadi, minta maaf sana! Kata-katamu menyakiti suamimu, Els. Walaupun kamu belum ada cinta untuk dia, tapi setidaknya kasih dia kesempatan untuk bikin kamu jatuh cinta. Els, enak tau dicintai. Masa kamu nggak ingin coba, sih? Tuh, kamu bikin anak aja mau, masak bikin anak dapat keluarga yang lengkap nggak mau?"
❄️❄️❄️
1722 kata
Bersambung ....
Muba, 22 Agustus 2024
Gimana part ini? 🙈🙈🙈
Eeh, mungkin cuma cerita ini kali yaa yang udah mau selesai, tapi ceweknya nggak cinta. Karma bayar kontan untuk playboy! 🙂↕️🙂↕️🙂↕️
Surat cinta untuk Bang Buaya 📩📩📩
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro