Make it Easy!
"Na-eun ah, bagaimana kau bisa bertahan dengan pria menyebalkan seperti Jinyoung sih?" ujar Soojung sembari menatap wajah seseorang gadis yang terdapat di layar telepon genggam pintarnya. Gadis yang dipanggil Naeun-pun hanya tersenyum, tiab-tiba sebuah jitakan mendarat di kening Soojung.
"Yak kau, jangan berbicara seperti itu pada kekasihku! Chagiya, aku merindukanmu!" Jinyoung bersikap manja pada Naeun kekasihnya, membuat Soojung mengerucutkan bibirnya. Kini mereka tengan bersama-sama di taman sekolah yang cukup sepi.
"Aku juga merindukanmu Oppa...." jawab gadis sedang bercengkrama dengan mereka dari jauh.
"Kalian kenapa harus bermesraan disini sih?kalian memang pasangan menyebalkan! Kalian tidak merasa apa ada single lady di sini?" kesal Soojung, ia kemb
"Jung Soojung! Jelaskan padaku tentang hubunganmu dengan Jinyoung !" Suara laki-laki tiba-tiba terdengar, Soojung dan Jinyoung beralih padangan kepada arah suara lelaki tersebut. Dilihatnya seorang lelaki berdiri tegap di samping mereka.
"Jong In Oppa?"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, Aku dan Jinyoung saling mencintai! Jangan ganggu hubungan kami."
"Kau tak usah berbohong lagi, Jinyoung saudaramu, dia juga sudah punya kekasih kan? Apa alasanmu melakukan ini semua hah?"
"Jong In oppa, jangan ganggu hubungan kami lagi, kau sudah punya Jiyeon juga kan?"
"Kami memang hanya saudara," Jinyoung bersuara juga, membuat Soojung menatap Jinyoung kaget.
"Jinyoung Oppa." Soojung menatap Jinyoung dengan wajah memelas, meminta penjelasan kenapa Jinyoung membuka semuanya.
"Diam Jungie, biarkan Jong In mengetahui semua kebenarannyaa, aku bosan melihatmu disalahkan! Kim Jong In, kuberitahu padamu, Jung Soojung dan Aku hanyalah saudara, kami hanyalah kakak adik, dan apa yang kau lihat dulu hanyalah rekasyasa semata."
"Soojung, kenapa?"
"Maaf Oppa, Maaf...."ucap Soojung pada akhirnya, ia merosot ke tanah, bulir air mata akhirnya jatuh juga. Refleks, Jong In menghampiri Soojung, merengkuh gadis rapuh itu ke dalam pelukannya.
"Setelah mengetahui hubungan orang tua kalian, ia memutuskan untuk berpisah darimu, sebenarnya ia masih mencintaimu!"
"Benarkah itu Jungie?"
"Maaf Oppa, aku tak ingin menghalangi hubungan Appa dan Eomma." Tangis Soojung, Jong In mengerti, selama ini ia telah salah paham pada Soojung.
"Oppa, jangan pernah menghancurkan hubungan Appa dan Eomma...."
*** *** ***
"Maafkan aku Jungie, aku salah paham padamu!" Jong In kembali mengucapkan permintaan maaf pada Soojung, benar hatinya seakan remuk begitu tahu bahwa ini hanyalah rekayasa.
"Aku yang bersalah, aku berpikir hanya dengan cara ini kita bisa putus." Mereka hening sesaat, sembari menatap langit di atas sana. Mereka berdua kali ini harus membolos pelajaran sore ini, mau bagaimana lagi, percuma mereka mengikuti pelajaran bila perasaan mereka sedang tak bisa diajak kompromi.
"Jadi sebentar lagi kau akan menjadi kakakku? Kita akan hidup sebagai keluarga yang bahagia, kau tahu Oppa? aku sangat menyukai eomma-mu!" ucap Soojung berapi-api, Jong In hanya memandangnya takjub.
"Aku juga menyukai Appa-mu, dia sangat baik."
"Tentu saja, dia kan Appa terbaik. Ah jadi ingin tahu reaksi teman-teman jika tahu kita akan bersaudara, kira-kira mereka akan berhenti membenciku tidak ya?"
"Aku akan menjelaskan pada mereka."
"Ah tidak usah Oppa! Aku yakin semua akan baik-baik saja nanti, Oh ya bagaimana hubunganmu dengan Jiyeon?"
"Kami baik-baik saja,"
"Syukurlah kalau begitu, aku sudah mengiranya. Jiyeon itu sangat menyukaimu, jadi jangan sakiti dia!"
"Tapi aku sudah menyakitinya?"
"Maksudmu?"
"Aku menyakitinya karena aku masih menyanyangimu seperrti dulu, kau tak pernah bisa hilang dari pikiranku!" Pernyataan dari Jong In mengejutkan Soojung.
"Kalau begitu, ubah menjadi rasa sayang terhadap adik, kita akan segera bersaudara, aku yakin kau akan benar-benar menyayangi Jiyeon sepenuhnya." Soojung tersenyum manis, cukup bijaksana, ia cukup bisa mengenadalikan dirinya yang sebenarnya juga sangat menyayangi Jong In.
"Apa perasaanmu masih sama?"
"Bohong bila aku mengatakan bahwa aku sudah melupakanmu, aku memang masih menyayangimu, bahkan perasaan itu tetap tumbuh meski aku tahu bahwa kau akan menjadi kakakku, tapi aku berusaha untuk melupakannya Oppa, menggantinya menjadi rasa sayang terhadap Kakakku!"
Saat itu, entah dorongan apa yang membuat Jong In merengkuh Soojung, perasaannya dan Soojung, sikap bijaksana Soojung, pengorbanan dan rasa sakit Soojung, kini ia mengerti semua itu. Soojung tetaplah seorang malaikat, malaikat yang selalu membawa cahaya. Ia yakin itu semua. Sore di tengah taman sekolah, menjadi saksi rasa sakit mereka berdua.
Seorang gadis dan seorang lelaki tengah menyaksikan mereka dari balik pohon maple yang letaknya tak begitu jauh, mendengar percakapan mereka. Perasaan panas menyerang si gadis, ia merasakan dirinya hanya pelarian saja. Wajahnya-pun sudah basah. Ia ingin menghampiri mereka yang tengah duduk di tengah taman sekolah. Namun, tangannya ditahan oleh si lelaki.
"Jangan ganggu mereka, aku hanya ingin memberitahukan ini saja padamu!Kau harusnya mengerti!" ucap Jinyoung menahan Jiyeon.
"Aku tak bisa terima ini Jinyoung! Joccccccfggng In dan Soojung sangat keterlaluan!"Kesal Jiyeon agak keras. Suara Jiyeon sontak saja membuat Soojung dan Jong In menoleh ke arahnya. Refleks calon kakak beradik itu menghampiri Jiyeon.
"Jiyeon-ah." Panggil Soojung.
"Jangan panggil namaku seperti ini, kalian berdua memang keterlaluan!"
"Kami bisa menjelaskan!" bantah Jong In.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, semuanya sudah cukup jelas!" SSaat itulah Jiyeon meninggalkan mereka dengan perasaan yang menyakitkan.
** ** ***
TBC
author note's:
maafkeun diri ini yang hanya bisa update segitu. hehhehe
Terlalu pendek padahal udah 3 minggu gak apdet. mau gimana lagi, 2 minggu dipenuhi tugas sekolah sampai sakit dan ya seperti itulah.
Maafkeun juga kalau udah pada lupa atau bahkan sudah tidak berminat dnegan ff ini.
Jujur sedih ditinggal readers, semoga sih masih pada mau baca lanjutannya. CUma tinggal 2 part kok.
terima kasih untuk semua yang sudah vote dan comentar,
Vote kalian jadi pemicu aku utuk berkarya, tapi komentar kalian juga sangat aku butuhin biar ff ini makin menarik.
Ohiya, mau promote nih...jangan lupa baca JUST YOUR GAME ya.. isinya ONeshoot repost punyaku. SIngkat-singkat sih, tapi semoga tertarik.
*Zeda
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro