Juri Duolingo
Turn Back Time (8)
Pertama-tama, aku suka diksi dalam cerpen ini, mengalir dan enak dibaca. Cara penulis menyampaikan situasi juga menurutku sudah cukup kena. Cuma, yang aku agak sayangkan, seharusnya penulis sudah menegaskan sejak awal mau menggunakan nama Beldam atau Melian. Boleh saja memberitahu pembaca bahwa tokoh ini punya dua nama, tapi alangkah lebih baik jika tetap menggunakan satu nama dengan konsisten. Ingatlah bahwa tidak semua pembacamu pernah menonton film yang kamu jadikan landasan cerpen ini. Sejujurnya, aku agak bingung karena pada beberapa bagian, cerpen ini tampak samar dan tidak jelas latar belakangnya. Mungkin bisa dipertegas dulu secara singkat tentang sejarah hubungan antara Noem dan Beldam ini. Selebihnya, mungkin kamu bisa cek kolom komentar.
Dance of The Sugar Plum (9)
Aku belum pernah nonton film Clara, tapi sedikit banyaknya aku bisa menangkap dengan baik alur yang kamu sampaikan, sampai pada cerpen ini, aku merasa bisa menikmati setiap kisah yang kamu sajikan. Keadilan seperti inilah yang aku inginkan, keadilan yang cukup adil untuk semua tokoh-sepertinya. Pesan moral yang ingin disampaikan juga bagus. Good job!
Melancholy of Growth Chimera Sylvia (7,5)
Cerpen ini punya banyak paragraf yang panjang, dan untuk membaca di wattpad, paragraf yang terlalu panjang agak kurang nyaman dibaca, lain waktu, mungkin bisa coba dipisah-pisah aja biar enggak kepanjangan. Aku merasa cerpen ini terlalu penuh, sampai akhir, antagonis tetap menjadi antagonis, dia tetap menang dengan cara yang membuat penonton memakinya hhhh. Anw, terima kasih sudah memberikan keadilan untuk Chimera Sylvia, walau aku tetap tidak bisa bersimpati dengan si antagonis sampai akhir.
Bapak Il Kwon (7,7)
Yaaaa enggak salah, sih. Drakor juga merupakan film-film Korea. Tapi, rasanya kami (para juri) sudah menjelaskan kriteria film yang kami inginkan untuk menjadi tema bulan ini. Ataukah kamu memang terlalu sibuk untuk membaca dengan teliti? Film yang dimaksud pada tema kali ini adalah yang berdurasi 1-3 jam. Kalau ini, sudah jelas butuh waktu berhari-hari untuk menyelesaikannya. Lain kali, kalau merasa enggak sempet baca grup, bisa japri salah satu orang agar mereka bisa membantu menjelaskan kepadamu, biar kesalahan seperti ini enggak terulang.
Pembawaan ceritanya bagus, enak dibaca, tidak terlalu susah dimengerti. Namun, keadilan apa yang diperoleh Il Kwon? Apakah cukup dengan dia keluar dari penjara? Atau karena dia sudah punya anak angkat? Aku butuh keadilan yang lebih untuk Il Kwon.
Kids Will be Kids (8)
Akhir yang menurut sebagian orang buruk, terkadang memang perlu ditinjau lebih lanjut untuk dimengerti apakah itu memang seburuk yang orang-orang pikirkan, atau justru lebih baik daripada terperangkap di zona nyaman. Tidak banyak yang bisa kukomentari dari ceritamu, ini sederhana, dan sesederhana definisi happily ever after itu sendiri. Walau justru aku merasakan sedikit kesedihan karena para boneka ini sudah memikirkan bagaimana jika Amy dewasa. Terima kasih sudah memberi keadilan kepada pria tua yang manipulatif ini!
Paradoks (7)
Pertama-tama, maafkan aku karena enggak fokus ke ceritanya. Terlalu banyak hal-hal yang cukup mengganggu perhatianku. Di antaranya, kamu enggak konsisten dalam menggunakan gaya bahasa, kadang baku, kadang non baku. Kamu juga enggak memperhatikan tanda baca, ada banyak tanda baca yang miss, kalimat yang semestinya di-italic, malah enggak. Lalu, menurutku, caramu menulis terlalu serampangan. Perhatikan dialog tag. Sebenernya, enggak salah sama sekali ketika kamu mau pake gaya nonbaku, tetapi, bukan berarti kata 'kok' menjadi 'ko', 'agak' menjadi 'aga', 'gausah' yang semestinya 'enggak/nggak/gak usah'. Intinya, tetap patuhi aturan tata bahasa yang berlaku. Ingat, menulis itu seni, tentu berbeda dengan caramu mengetik pesan singkat di ponsel. Anw, terimakasih sudah memberikan keadilan untuk Rin dan kawan-kawan. Meski aku enggak yakin Rin ini adalah tokoh antagonis (bukankah dia tokoh utama?).
Sang Wazir(8,2)
Penulisannya rapi, rasanya aku enggak menemukan banyak kesalahan yang mengganggu, kecuali ada satu dialog yang lupa dikasih tanda dialog. Jadi, tadinya aku kira sudut pandangnya tiba-tiba berubah. Memunculkan tokoh baru yang sebelumnya enggak ada di cerita, idenya oke, tapi akhirnya ini bukan hanya mengubah ending, melainkan mengubah seluruh plot, mengubah motivasi tokoh utama dalam cerita yang sebenarnya, dan sedikit hal yang agak disayangkan, sebetulnya Jafar bisa tetap kembali menjadi sultan tanpa harus menjelek-jelekkan Jasmine dan Aladdin. Karena dalam film aslinya, justru Jafar ngotot ingin menikah dengan Jasmine, bukan? Tapi, ya, kreativitasmu patut diacungi jempol. Terima kasih sudah memberi keadilan untuk Jafar.
Until Eternity, We Make Peace with Ourself (9,5)
Tidak ada kemarahan dalam cerpen ini, mungkin itu yang membuatku memutuskan untuk memberinya nilai tinggi. Penerimaan diri yang tinggi dari tokoh, pesan-pesan yang dibalut dengan penuturan situasi yang jelas, sejernih dan setenang air danau. Pembaca tidak digiring pada kebencian, dan, menurutku, kedamaian dalam cerpen ini adalah bentuk keadilan paling tinggi yang pernah kulihat dari cerpen-cerpen sebelumnya. Terima kasih sudah memberikan keadilan kepada Linthorn.
Gone Girl (7,2)
Wait, ini cerita ke berapa yang pake tokoh Amy wkwkwk. Oke, aku agak bingung. Ini keadilan sebelah mananya? Ini sama sekali nggak mengubah ending? Bukan Desy yang dijebloskan ke penjara karena dituduh melecehkan Amy, pada awalnya. Dan lagi, Amy adalah tokoh utama dalam film ini, maka dia bukan antagonis. Jadi secara konsep, ini salah tema. Tapi karena tulisanmu rapi dan enak dibaca, aku tetep bakal kasih poin lebih. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam event bulan ini.
The Big Head Iracebeth (8,5)
Cerpen ini mampu membangkitkan simpatiku kepada Iracebeth, membuatku berpikir bahwa she deserves better. Membuat pembaca memaklumi kejahatan yang dilakukannya, landasannya jelas. Sedikit kurangnya, aku cuma merasa cerita ini agak terburu-buru dari tengah menuju ending. Padahal di awal, langkahnya sudah elok, tiba-tiba berlari ngos-ngosan, kesan anggun cerpen yang ada di awal menjadi lenyap begitu saja. Tapi, tidak apa-apa. Terima kasih sudah memberikan keadilan pada Iracebeth!
The Witch (7,7)
Ketahuilah bahwa jengah berarti malu dalam bahasa Indonesia. Banyak serangan -nya dalam satu kalimat, itu tidak efektif. Hei, di mana keadilan untuk Ursula?! Pada akhirnya dia tetap berkorban, tetapi, menurutku ini cukup lumayan untuk mengubah citra jahat Ursula di mata para pembaca. Terima kasih telah memperbaiki nama baik Ursula!
Di Balik Jeruji Besi (7,8)
Sebelumnya, terima kasih karena sudah menampilkan sisi rapuh Hans yang membuatku bisa langsung bersimpati pada Hans. Aku tidak memperhatikan ada kesalahan fatal dalam cerpen ini kecuali beberapa salah ketik yang sepertinya juga sudah dikomentari oleh juri yang lain. Cerpen ini sederhana, tidak muluk-muluk, dan memiliki akhir yang mengharukan. Tetapi, entah kenapa, saat justru aku semestinya tersentuh di bagian Hans diajak pulang oleh ayahnya, aku malah merasa biasa, tidak terlalu terpengaruh, yang artinya, suasana dalam cerpen ini masih kurang mengena. Kurangnya itu aja sih, selebihnya sudah bagus. Terimakasih sudah memberi keadilan kepada Hans!
Creeper (7,9)
Wah, film Coraline, lagi. Kenapa judulnya Creeper? Keadilan untuk Beldam karena akhirnya dia punya seorang anak perempuan? Atau karena akhirnya dia berhasil membunuh satu anak lagi? Ini manis, sekaligus creepy. Untuk masalah penulisan, rasanya aku nggak menemukan sesuatu yang mengganggu mataku saat membaca cerpen ini. Terima kasih sudah memberikan keadilan untuk Beldam!
Paris (7,2)
Ada beberapa dialog tag yang menurutku kurang tepat. Seperti, 'serunya', yang dialognya tidak diakhiri dengan tanda seru. Tanyanya, yang juga tidak diakhiri tanya. Ada beberapa kesalahan ketik juga sepertinya, coba cek sekali lagi. Alih-alih memberikan keadilan untuk Paris, cerpen ini hanya menceritakan latar belakang dan juga pengorbanan Paris demi Juliet. Barangkali akan jadi keadilan kalau Paris akhirnya mampu mencegah Juliet dari kematian, atau yang lain. Tapi, terima kasih sudah ikut serta pada event bulan ini.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro