I LOVE YOU THE MOST
Author: Anditia Nurul | Rating: PG-13 | Length: Vignette | Genres: Fluff, marriage-life, romance | Casts: (BTS) Jungkook & Reader | Disclaimer: I have nothing but storyline | A/N: Edited. Sorry if you get typo(s).
HAPPY READING \(^O^)/
"Lantas, Tuan Puteri dan Pangeran pun hidup bahagia selamanya."
Selesai.
Kututup sebuah buku dongeng yang baru saja kubacakan untuk Taya. Sejurus kemudian, kudapati gadis kecil berpiyama biru bermotif salju itu telah terlelap di balik selimut berwarna merah mudanya. Boneka Teddy hadiah ulang tahun dari appa-nya pun aku baringkan di sisi kiri Taya.
"Sweet dream, Honey." Kukecup dahi lebar yang diwarisinya dari Jungkook.
Usai memastikan Taya telah nyaman dengan posisi tidurnya, aku beranjak memadamkan lampu dan keluar dari kamarnya. Pun, aku memadamkan lampu di ruang keluarga, kemudian masuk ke dalam kamarku dan Jungkook.
Sepi.
Biasanya, begitu aku masuk ke dalam kamarku, Jungkook sedang duduk mengetik di laptopnya atau... paling tidak membaca buku sambil selonjoran di sisi kiri tempat tidur.
Tapi sekarang... dia tidak ada.
Ya, sudah dua hari ini aku hanya tinggal berdua dengan Taya sebab Jungkook berada di Jepang saat ini. Direktur perusahaan tempatnya bekerja meminta Jungkook mempresentasekan bahan yang dulu dikerjakan Jungkook hingga lembur. Direktur percaya bahwa Jungkook bisa meyakinkan klien di Jepang untuk berinvestasi pada perusahaan mereka.
Aku senang sebab ini kesempatan bagus untuk karir Jungkook.
Hanya saja...
Aku... mulai kesepian.
Maksudku... sejak berada di Jepang, Jungkook belum pernah menghubungiku. Aku tahu di Jepang ia pasti bekerja keras dan berusaha melakukan yang terbaik, tapi kan...
"Nomor yang Anda tuju sedang di luar jangkauan."
Aku menghela napas panjang.
Sejak kemarin aku berusaha menghubunginya, tetapi sulit untuk tersambung.
Jungkook-a, apa kau...
"RRR... RRR... RRR..."
Ponsel di dalam genggamanku berdering. Sejurus kemudian, kuarahkan ponsel ke depan wajahku dan sebaris nomor yang tidak kukenal tengah menghubungiku.
Sejenak terdiam memandangi sebaris nomor ponsel yang tampaknya bukan nomor yang terdaftar di salah satu operator seluler di Korea. Ah... apa mungkin ini nomor...
"Ha-halo?" Jawabku.
"Moshi-moshi."
Moshi-moshi?
Jepang?
Jangan-jangan...
"Jungkook?"
Terdengar kekeh samar di seberang. "Bagaimana kabarmu?"
"Ya! Kenapa baru menghubungiku sekarang? Aku sejak kemarin berusaha menghubungimu tahu!" Aku langsung protes seraya menyeka butiran air mata yang menyembul di sudut mata kananku lantaran bahagia. Akhirnya..., aku bisa mendengar suaranya.
"Hehe... maafkan aku. Aku baru sempat membeli kartu telepon tadi. Selama di Jepang, ada banyak hal yang harus aku kerjakan."
"Kau jangan terlalu bekerja keras. Kau harus luangkan sedikit waktu untuk beristirahat. Kalau kau sakit di Jepang, bagaimana, hm? Siapa yang akan merawatmu? Siapa yang akan menjagamu? Siapa yang... siapa yang..."
"Ya! Sayang, kau menangis?" Tegur Jungkook.
"Aku mengkhawatirkanmu, Bodoh! Seharusnya kau mengabariku sejak kemarin. Kau tahu aku takut terjadi apa-apa padamu, kan?"
Dan, kuyakin di seberang Jungkook tengah tersenyum. Sudah paham dengan sifatku yang terlalu mengkhawatirkan apapun.
"Maafkan aku. Maaf kalau aku telah membuatmu cemas."
"Kau tahu aku takut kehilangan kau, bukan?"
"Ya. Kau sering mengatakannya. Maafkan aku."
"Ya, sudah. Kau kumaafkan."
Lantas, Jungkook mengalihkan topik pembicaraan. Menanyakan kabar puterinya dan kegiatannya selama Jungkook berada jauh darinya. Tidak lupa kukatakan bahwa Taya pun bertanya-tanya mengapa appa-nya belum pernah menghubunginya.
"Baiklah. Besok pagi aku akan menelepon lagi," tutur Jungkook.
"Harus. Kau harus mendengar omelan anakmu." Dan, Jungkook tertawa.
"Ya, sudah. Sekarang sudah malam sekali. Kau pasti sudah mau tidur, kan?"
"Ya. Kau juga pasti ingin beristirahat, kan? Kau pasti sudah bekerja keras seharian ini."
"Ya."
"Jangan lupa besok pagi kau harus menghubungiku."
"Siap."
"I love you."
"I love you, too."
"I love you the most."
—–THE END—–
Jangan lupa follow, komen dan vote, ya^^
Terima kasih sudah membaca ^^
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro