Rumah Susun Kosong: Hari Pertama
A/N:
Oke, aruji coba republish yang ini deh, tapi catatan LokalAU ini ilang, bae weh lah ya, bisa skip aja kalau gak suka
Ini lokalAU pas jaman Ramadhan kemaren
Masih jaman-jaman aku ngeship RayMash-OtaMash huehuehue kalo sekarang aruji fokusnya RayDeli, OtaRai-OtaKaru
betewe sebenernya di LokalAU ini ada hint OtaFami-OtaDott
SELAMAT MEMBACA
Beberapa jam setelah sahur muncullah penampakan kembang rusun yang menjadi incaran 4 cowo ganteng, kembang rusun kesayangan kita ini memiliki nama Mash(ila) Burnedead, umur 15 tahun, kelas 11 SMA Kita Nganu Kamu 79, anak bungsu Innocent Zero, Mash cuman dekat dengan Domina, memiliki hobi olahraga, kesukaannya yaitu kue sus, selama bulan Ramadhan ini jalan pulang dari sekolah tidak melewati toko kue sus atas saran Finn.
Mash ini memiliki teman satu sirkel, sirkel berisi 5 orang termasuk dirinya dan di sirkel itu hanya ada satu orang saja yang waras, sisanya stress.
"Selamat pagi Mash," sapa teman warasnya yang memiliki marga sama dengan si pecinta kelinci dari lantai 12.
"Pagi, Finn."
Finn Ames, teman sekelas sekaligus teman pertama Mash, memiliki sifat penakut tingkat dewa tetapi selama bersama Mash dia bisa menerjang semua rintangan dalam hidup termasuk sabar akan ketidakwarasan empat teman seperbangsatannya. Dia agak protektif terhadap Mash yang sering menjadi incaran 4 penghuni rusun, dia target observasi seorang hikkikomori dari lantai Orca.
"MASH-CHUAANNNN! Selamat pagi~, ayo kita ke sekolah bareng!" seru penuh semangat 45 sebuah lemon berambut pirang memakai pita seperti murid sekolah idol di fandom sebrang sana.
"Jangan peluk aku."
Lemon Irvine, gadis yang paling mencoba untuk lebih dekat dengan Mash, dia senang sekali dengan seting cerita ini karena bisa nempel-nempel sama Mash dan memukul tangan-tangan nakal yang berusaha merebut Mash darinya.
"Hoaamm ... pagi kawan-kawanku yang kusayang dan kucingtah apalagi Lemon yang paling cuantik sejagat dunya Mashle." Datanglah seekor landak merah yang kelihatan masih ngantuk.
"Pagi juga, Dot."
Dot Barret, anak paling tidak jelas di dalam sirkel, jomblo ngenes, suka sama Lemon tapi cuman cinta bertepuk sebelah kaki, susah bangun sahur tapi kalau udah rajin dia bisa bangun paling pagi dari mereka berempat. Biasanya dia sangat menggebu-gebu semangat 45 tetapi karena puasa dia menjadi sangat lesu dan kerjaan nguap tiap lima menit sekali.
"Ternyata kalian semua udah pada siap." Laki-laki berambut biru dengan anting planet saturnus, dia jalan menghampiri mereka berempat sok keren.
"Aku baru selesai olahraga."
Lance Crown, anak paling tinggi dalam sirkelnya, punya adik perempuan yang menjadi teman sekamar, memiliki jiwa sister complex akut tapi masih sempet gebetin Mash, karena paling dekat dengan Mash, dia jadi punya 1001 macam modus untuk menggaet hati Mash. Kalau diliat dari penampilan dia keliatan paling waras, paling ganteng, paling pinter, paling kaya dan paling-paling lainnya, kaos dalem yang tertutupi kemeja sekolahnya itu kaos dengan gambar sablon adiknya.
Mash melihat teman-temannya sudah berkumpul membuatnya langsung memutuskan untuk bersiap-siap berangkat sekolah, dalam hitungan detik, sekejap mata mereka berempat, Mash sudah memakai seragam SMA paket lengkap tambah tas ransel warna hitam, rambut rapi diikat ponytail setengah jadi lehernya masih ketutupan rambut hitamnya yang bak model iklan sampo.
"Waow, mejik." Dot takjub bukan main.
KOK BISA?! batin Lemon, Finn dan Lance dengan wajah pucat.
"Ayo kita ke sekolah."
"AYOK!"
Mereka berlima jalan beriringan menuju gerbang masuk rusun, di sebelah kanan gerbang ada pangkalan ojek, tempat biasa si narsis Ryoh mangkal dan Renatus ikut tidur siang sampai sore. Hari ini mereka tidak menyangka akan melihat seorang Rayne pake kopeah hitam sedang duduk ngelus-ngelus kelinci di pangkalan ojek.
Finn menatap curiga kakaknya, meminta teman-temannya untuk menyebrang, mewanti-wanti jangan lewat depan pangkalan ojek.
Tanda tanya muncul di atas kepala Mash. "Kenapa? Kan cuman ada Kak Rayne doang, ya kalau ada Pak Ryoh aku gamau jalan lewat situ."
"Iya nih! Bikin ribet aja," protes Dot.
Finn mendorong teman-temannya ke sebrang jalan, berharap kakaknya tidak sadar dengan kehadiran mereka berlima. "SSSSTTT! Sudah diam, kita nyebrang aja, jalan di depan mesjid lebih berkah."
"Iya, jalan depan mesjid lebih berkah." Lance menyetujuinya.
Lemon menyahut, "Berkah belah mana? Geng ML "Syariah" kerjaan rebahan di dalem mesjid, paling ketuanya aja yang rajin nyari pahala."
Iya sih ... tapi mending jalan di depan mesjid daripada nanti dicegat, Finn membalas perkataan Lemon dalam hati.
Baru selesai menyebrang, tepat di depan Masjid Al-Hidayah mereka dikejutkan dengan kehadiran Rayne yang tiba-tiba bak jalangkung. Finn menjerit seperti bertemu dengan hantu menyeramkan, empat sisanya membeku di tempat sambil melotot kaget.
"Nona Mash, mau ke sekolah?" tanyanya tanpa merasa bersoda.
"Iya ...," jawab Mash lirih sambil mengalihkan pandangannya.
Rayne Ames, sama seperti Abel Walker dari lantai Lang, memanggil Mash dengan sebutan Nona.
"Apa sore ini nona ada kegiatan?"
Mash diam sesaat, badannya gemetar, dia butuh bantuan untuk menjawab.
Lemon berbisik pada Dot. "Kemarin aku baca poster kecil gitu di mading rusun, katanya otak Kak Rayne itu setengah, soalnya warna rambutnya setengah kuning setengah item."
Dot balas berbisik, "Mana ada yang begitu ege, jangan percaya poster buatan Bang Kaldo."
"Tapi gua yakin otaknya emang beneran cuman setengah terus isinya kelinci doang." Lance ikutan bergosip.
"Kak, kita ini mau ke sekolah, nanti kalo telat gimana?"
"Kakak anterin pake mobil."
"GAK." Finn menolaknya tanpa pikir. "GAK, pokoknya engga, kami bisa jalan sendiri ke sekolah, lagipula sekolah abstrak itu cuman 50 meter dari sini, udah deh kakak gausah modus ngajak bukber ke Mash, mending kakak bikin jasa mandiin kelinci aja sana."
"Aku ada kue sus buat buka puasa hari ini."
Si garis polisi masih tidak menyerah bung.
"Kue sus?" Telinga Mash kedutan saat makanan kesukannya disebut.
Finn reflek menutup kedua telinga Mash. "Gak, pokoknya hari ini kami berlima ada kegiatan buka bersama, kakak gaboleh ikut, gaboleh jemput pokoknya apapun itu."
"Finn."
"Apa kak?" Kedua alis Finn melengkung membentuk huruf U.
"Kamu menyatakan perang sama kakak?"
HAH?! Menyatakan perang apaan? Kenapa otak kakak gua makin korslet?! "Pokoknya kami-kami ini sibuk hari ini dan Mash setiap hari selalu sibuk."
"Oke kalo gitu maumu, malam ini rasakan taraweh sambil nahan kaki kesemutan."
Gak ada angin gak hujan tapi ada petir yang menyambar, keterkejutan bukan main yang sangat menyesakkan jiwa mereka berlima. Mereka lupa yang jadi imam taraweh hari ini adalah Rayne. Dadah bacaan doa pendek, halo bacaan doa panjang.
Lima sekawan ini mendadak gemetar, membayangkan betapa menyiksanya taraweh di hari pertama.
"Bagaimana ini ...." Mash.
"Taraweh doa panjang ...." Lemon.
"Ini penyiksaan ...." Dot.
"Aku lupa hari ini kakak yang jadi imam ...." Finn.
"Anna selamatkan abangmu ini dari sakit kaki ...." Lance.
Lima sekawan ini dinyatakan telat sekolah karena memkirkan ancaman Rayne.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro