1. Savage Jennie
Author's pov.
"Bitch, now I am solo~"
Gadis itu bersenandung kecil, seraya tengah bersiap-siap pergi ke sekolahnya. Setelah memoleskan bedak ke wajahnya, tak lupa juga ia mengoleskan benda panjang berwarna pink itu ke bibirnya. Dia tersenyum cantik saat melihat dirinya di depan cermin.
"Gua cantik, dan gua tau itu."
Gadis itu bernama Jennie. Masih saja dia memandangi pantulan tubuh sexy-nya di depan cermin. Dengan seragam yang begitu ketat, dengan dua kancing terbuka diatasnya dan rok pendeknya.
Namun perhatiannya teralih pada lehernya. Ada banyak kissmark disana.
"Ck, dasar cowo cupu. Nyupang aja yang pinter, belum juga masuk ke inti dah tepar," Ujarnya sambil memutar malas bola matanya.
Dengan segera dia menyemprotkan parfum sebagai aroma khas tubuhnya, lalu meninggalkan apartemennya. Tanpa menyadari bahwa ada setangkai bunga mawar hitam yang dia lewatkan di meja belajarnya.
.
Chanyeol memasuki sekolahnya dengan senyum yang merekah diwajahnya. Mungkin dia sedang mengalami sesuatu yang baik.
Namun, senyumnya perlahan memudar ketika mendengar beberapa gosipan disepanjang koridor sekolah mengenai Jennie, temannya.
"Kan dah gua bilang, dia tuh emang lonte," Rose si wakil ketua osis dengan semangatnya memaparkan gibahannya kepada temannya
"Ga boleh ngomong gitu ah," Namun Krystal tetap berpikiran positif.
"Lah kalo ga percaya liat aja nih videonya," Rose mengirimkan sesuatu, sepertinya ke grup angkatan mereka. Terbukti dari suara notif masuk secara bersamaan diponsel para siswa-siswi.
Krystal tercengang lalu menutup mulutnya sendiri begitu melihat apa yang dia lihat diponselnya, "Anjing gua ga nyangka Jennie begini."
"Yaelah kalo gua sih ga heran lagi. Secara tampilannya aja begitu. Seragam sekolah nge-press begitu kayak lagi pamer tete aja."
Chanyeol yang mendengar gibahan tentang Jennie membuatnya geram. Dia sangat ingin membentak mereka, namun ia urungkan niatnya begitu membuka notif masuk diponselnya.
Video erotis Jennie Kim.
Seketika sekolah itu dipenuhi oleh suara desahan Jennie. Daripada terangsang sendiri, Chanyeol memilih untuk mematikan ponselnya lalu bergegas memasuki kelasnya.
Dikelas pun masih tetap sama. Semua orang membicarakan Jennie. Namun sebagai sahabat dari Jennie, hal ini tidaklah membuatnya heran. Jennie memang kerap melakukan hal negatif, berbahaya, dan masih banyak lagi.
Dari depan pintu dia bisa melihat seorang siswi berseragam ketat berambut pirang. Dia sangat yakin bahwa gadis itu- bukan maksudnya, wanita itu adalah Jennie.
"Jen, Jennie!" Panggil Chanyeol.
"Ngapain yeol? Mau ngajak Jennie ngewe? Samperin aja sono kan jam pertama jamkos," Lontar Krystal lalu disertai gelak tawa yang lainnya.
"Jaga ya mulut lu. Selama ini gua belum pernah mukul cewe. Jangan sampe lu jadi cewe pertama yang gua pukul," Ucap Chanyeol emosi penuh penekanan sambil menunjuk wajah Krystal.
"Lah emang berani lu? Palingan lu diabisin balik sama cowoknya Krystal," Ujar Rose dengan enteng. Namun Chanyeol tidak ambil pusing dan lebih ingin menemui Jennie.
"Woi bocil!" Gebrak Chanyeol pada meja Jennie membuat sang pemilik rambut pirang itu mengadahkan kepalanya lalu membuka headset di telinganya.
"Apaan?"
"Yaelah pantesan kaga denger, pake headset ternyata."
"Apaan anjir? Mau minta nenen?" Chanyeol membelalakkan matanya begitu melihat Jennie hendak membuka kancing bajunya.
"Yang bener aja anjir, gua serius." Kini Chanyeol telah mengambil tempat di sebelah Jennie.
"Iya gua sengaja pake headset biar ga dengerin omongan sampah orang-orang." Jennie hendak memakai headset nya kembali, namun Chanyeol menghentikannya.
"Lu ga bosen jadi trending topic mulu disekolahan?"
"Kenapa lagi anjir? Kan gua ga ngapa-ngapain? Cuman ciuman doang juga," Balas Jennie tidak mau kalah.
Mata Chanyeol beralih pada tanda kemerahan di leher Jennie, "Terus ini siapa yang nyupang? Catokan? Halah."
"Ini kerjaannya Sehun semalem, diclub."
"Jadi cowok itu Sehun? Bangsat sepupu gua," Jennie tertawa kecil.
"Gausah cemburu gitu sayang. Gua juga ga ngapa-ngapain sama dia."
Deg!
"Cemburu apaan? Sepupu gua lu rusakin anjer!" Jennie menatap tajam sahabatnya itu.
"Ya terus-"
"Kalo malem jadi lonte di club, paginya jadi lonte pribadinya Chanyeol- eh ups keceplosan." Lagi-lagi Rose dan Krystal membuat Chanyeol muak.
Namun Jennie hanya tertawa miris lalu berdiri berhadapan dengan Krystal dan Rose membuat Chanyeol sedikit khawatir.
"Aduh, gimana ya. Maunya sih jadi lontenya bapak lu. Tapi kalo nanti gua ngangkang dikit, nangis lu sekeluarga."
Omongan Jennie telak menusuk Krystal yang notabenenya anak dari pasangan yang sudah bercerai. Apalagi mengingat Ayahnya yang suka bergantian membawa wanita ke rumahnya. Mata Krystal mulai memanas, dan lebih memilih meninggalkan mereka.
"Krystal, tungguin gua!" Rose pun berlari mengejar Krystal. Lagi-lagi Jennie tertawa miris.
.
"Njir laper banget perut gua."
Mau tidak mau akhirnya Jennie memilih mengisi perutnya ke kantin. Chanyeol? Dia sedang ada rapat tim basket, makanya dia sendiri. Memangnya siapa lagi yang mau berteman dengannya kalau bukan Chanyeol?
Jennie mendekati mesin pendingin minuman. Hendak membeli sebotol minuman dingin penyegar tenggorokannya. Namun usahanya tertunda begitu melihat sebuah tangan menyambar gagang pintu mesin itu.
Jennie mendengus kasar. Dia mencoba untuk bersabar melihat punggung pria didepannya ini. Tiba-tiba saja pria itu berbalik, lalu memandangi Jennie.
Satu menit Jennie menunggu pria itu enyah dari hadapannya, namun tetap saja pria itu berdiri dihadapannya namun tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Minggir."
Diam. Pria itu tidak bergeming, masih saja menatap Jennie dengan dalam. Apa mungkin pria ini sudah jatuh ke dalam pesona seorang Jennie Kim?
"Lu budeg ya? Gua bilang minggir ya minggir!"
"Lu Jennie kan? Anak kelas 12 IPS 3?" Jennie hanya diam. Dia sedang tidak mood dalam berbicara. Apalagi dalam keadaan lapar begini.
"Badan lu bagus juga."
Jennie menaikkan sebelah alisnya, merasa sedikit tidak mengerti apa maksud dan tujuan pria ini. Namun pria itu tidak mengubrisnya. Ia meminum seteguk botol minuman ditangannya kemudian berlalu begitu saja sambil tersenyum.
Jennie terdiam sambil membaca nomor dan nama punggung pria berbaju basket yang lama berdiri di depannya sedari tadi.
"05, Kai?"
.
"EXO! EXO! EXO!"
Terdengar banyak sumber suara sedang menyemangati salah satu tim basket yang sedang berlangsung. Sekelompok penyemangat tim basket juga dengan antusias dalam menyemangati mereka.
Siapa lagi kalo bukan EXO. Sebuah tim basket yang terdiri dari kumpulan para cogan disekolah mereka.
"Kai oper kesini buruan!" Ujar pria yang paling tinggi diantara mereka dengan semangat yang menggebu-gebu.
Salah satu dari mereka adalah Chanyeol. Setelah Kai mengoper bola basket ke Chanyeol, langsung saja Chanyeol memantulkan bola tersebut dengan beraturan lalu melemparkannya ke keranjang basket diujung sana.
"YEAY GOAL!!!"
Melihat Chanyeol mencetak gol, tim EXO pun langsung berpelukan bangga ala-ala anak basket.
Pria bertelinga lancip itu senang bukan main atas kemenangan yang mereka raih. Terbukti dari senyum lebarnya yang masih tercetak manis di wajahnya.
Namun atensinya teralihkan begitu tidak sengaja mendapati gadis berambut pirang diujung sana tengah memperhatikannya. Gadis itu adalah Jennie. Bak seorang istri yang tengah menunggu suaminya bekerja, Chanyeol pun menghampiri Jennie.
"Cie menang lagi."
"Oh iya dong, siapa dulu. Chanyeol ganteng!" Keduanya tertawa kecil.
"Apaansih, songong banget." Pandangan Chanyeol teralih pada dua botol minuman dingin di tangan Jennie.
"Eh ini buat gua?" Jennie yang menyadarinya langsung memberi minuman itu pada Chanyeol.
"Oh iya, ini buat lu. Anggep aja hadiah dari gua karna lu udah menang hari ini." Langsung saja Chanyeol menyambar botol minuman di tangan Jennie.
Jennie tersenyum tipis. Dia mengedarkan pandangannya seperti tengah mencari sesuatu. Dan ya, kini mata mereka bertemu.
Terlihat di seberang sana seorang pria bernomor punggung 05 tengah memperhatikannya juga. Menyadari Jennie juga melihatnya, dia langsung saja mengelakkan pandangannya dan mencari kesibukan lain. Kini pria itu malah sibuk merogoh tasnya.
Jennie tertawa remeh. Gadis itu pun duduk disebelah Chanyeol temannya yang baru saja menghabiskan minuman yang ia beri.
"Gua pikir lu udah pulang duluan." Jennie diam. Dia tidak mengubris ucapan Chanyeol. Malah sibuk memperhatikan pria yang sedari tadi ia lihat.
"Lagi ngeliatin apaan sih?" Merasa dikacangi, Chanyeol pun mengikuti arah mata Jennie.
"Eh, lu kenal dia nggak?"
"Kai? Ya kenal lah. Dia anak tim gua." Jennie mengangguk paham. Matanya kian membulat begitu melihat Krystal, orang yang menghinanya dikelas tadi kini sedang bergelayut manja dilengan pria itu. Sepertinya gadis itu tengah mempamerkan topi EXO yang baru saja dia dapatkan dari Kai.
Ya. EXO adalah tim basket atau kumpulan para cogan paling populer di sekolah mereka. Bagaimana tidak? Sudah ganteng, pintar, tinggi, berbakat main basket pula. Tidak heran mereka memiliki fans, sampai membuatkan topi berlambang EXO demi menyenangkan para siswa-siswi penggemar mereka.
"Kenapa? Lu juga mau topinya? Gua kasih spesial nih buat lu." Chanyeol merogoh ranselnya, namun Jennie langsung menolaknya.
"Nggak ah, norak tau pake gituan."
Jennie kembali memperhatikan kemesraan sepasang manusia diseberang sana.
"Kalo yang cewenya mungkin lu udah tau. Noh si mak lampir Krystal. Krystal tuh cewenya si Kai." Sontak saja Jennie mengalihkan kepalanya ke Chanyeol.
"Mereka pacaran?" Chanyeol mengangguk, "Heem."
Mereka berdua kembali memperhatikan sepasang kekasih itu. Tampaknya mereka hendak keluar lapangan ini. Begitu Kai dan Krystal sampai di depan mereka, langsung saja Jennie mencegat mereka berdua.
"Eh, tunggu dulu," Melihat Krystal dan Kai berhenti di tempat, Jennie pun bangkit dari duduknya membuat Chanyeol sedikit terheran.
"Lu mau ngapain anjir?" Chanyeol ikut berdiri.
Jennie mendekat ke arah mereka.
"Kenapa?"
Tidak disangka, Jennie malah memberikan botol minuman dingin ditangannya kepada Kai, di depan pacar Kai sendiri.
"Nih buat lu. Gua tau lu capek dan samsek belum minum lagi," Kai terdiam, namun masih memandangi botol minuman di tangan Jennie. Sepertinya dia tampak ragu mau menerimanya atau tidak. Apalagi ada Krystal pacarnya disamping.
Namun pada akhirnya Kai menerima botol minuman dari tangan Jennie. Krystal yang memperhatikan hal tersebut pun tampak sudah panas dan bersiap untuk memarahi Jennie.
"Ngapain sih lu anjing caper ke cowok gua?!" Jennie tidak menghiraukan ocehan dari Krystal. Dia malah tersenyum miring sambil memandangi Kai di depannya.
Seakan terhipnotis oleh senyum Jennie, Kai pun bersuara, "Thanks, ya."
Senyum Jennie kian melebar. Kini dia beralih ke Krystal yang masih saja mengomel sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Pfftt. Cantik doang, tapi nggak peka." Jennie menurunkan topi yang Krystal pakai sampai menutupi wajah cantik gadis itu.
Setelah itu, dia berbalik badan dan meninggalkan mereka sambil tersenyum miring. Chanyeol yang sedari tadi menganga pun langsung mengikuti Jennie.
To be continue ~
.
Hai, ini cerita pertamaku setelah long hiatus setahun lebih. Semoga kalian suka ya. Buat bagian nc mungkin akan diselipkan dibeberapa chapter. Jangan lupa vote + commentnya supaya aku semangat ngelanjutinnya.
Yuk follow aku LillyChan07 see you next chapter guys! 🖤
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro