Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Chapter 15

AUTHOR POV

Di suatu gedung terlihatlah banyak orang yang sibuk untuk mencapai tempat tujuan mereka. Ada yang mau bekerja, ada yang mau ke kafe, ada yang mau ke toilet, dan masih banyak lagi.

Eunyoung berjalan perlahan dengan memakai jeans panjang bermodel sobek-sobek, kemeja merah yang lengannya digulung sampai batas lengan, sepatu kets, tas channel kesayangannya, dan yang terakhir adalah masker.

Ia bahkan tak memedulikan keramaian di sekitarnya. Ia hanya berfokus pada lift untuk mencapai lantai yang akan ia tuju.

Setelah masuk ke dalam lift ia segera menekan tombol nomor 4 sebelum orang lain sempat menekannya.

Begitu tiba di lantai 4 ia langsung melangkah keluar dari lift dan ke ruangan yang sedari tadi ingin tuju.

Setelah mengetuk, ia masuk dengan sedikit bungkukan badan serta senyum.

"Silahkan duduk."kata salah satu dari mereka yang tak lain tak bukan adalah sutradara popular yang bernama Ji So Sung.

Eunyoung pun menurut lalu duduk di salah satu kursi tersebut.

Ia bisa melihat para pemain lain seperti Hwayoon dan Kyungsoo sudah duduk dengan tenang di kursi rapat formal.

Pada hari ini sutradara akan membagikan kopian naskah dan setelah itu masing masing dari pemeran akan mengafalkannya.

Setelah kurang lebih 2 setengah jam membicarakan film ini, akhirnya rapat selesai dan para pemain bisa pulang dengan membawa naskah yang sudah dibagikan.

Ternyata, shooting film ini akan diadakan di daerah pedesaan yang tenang dan belum terlalu banyak orang tapi tetap hidup. Di film ini, rumah sakit ini adalah satu-satunya rumah sakit terbesar dan terkomplit di desa itu.

Dan shooting akan diadakan 2 minggu lagi. Pada kesempatan 2 minggu ini, para pemain diberi kesempatan untuk sedikit menghafal kurang lebih 3 scene.

Eunyoung terlihat bahagia dengan naskah yang baru saja ia dapat. Ia memeluknya erat sebelum masuk ke dalam salah satu taksi untuk wawancara.
===
Di lain tempat, Kyungsoo terlihat membaca naskah di salah satu kursi. Ralat, sepertinya ia hanya berpura-pura membaca. Ia hanya pura-pura mengamati kertas di depannya, padahal ia tersenyum-senyum sepanjang waktu.

Karena pada akhirnya ia bisa bermain film bersama idolanya.

Ia sedari tadi berusaha menahan senyuman di bibirnya, dan karena ia jago dalam hal berkating, itu cukup berhasil. Eunyoung bahkan tidak sadar bahwa sedari tadi Kyungsoo meliriknya.

Ia memakai maskernya sebelum berjalan keluar dari gedung untuk menyetop taksi yang kebetulan lewat tepat di depan gedung tersebut.
===
EUNYOUNG POV

Aku turun dari taksi dan beberapa wartawan segera mengerubungiku. Bahkan diantara mereka ada yang tak sabaran untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang sepertinya aku tahu apa saja itu.

"Eunyoung, bagaimana dengan film baru itu?"

"Apa peran yang kau dapat?"

"Apa judul dari film tersebut?"

"Apa pendapatmu tentang film yang akan kau bintangi?"

Akupun hanya diam dan tak menjawab mereka. Melainkan aku menerobos keramaian yang mereka ciptakan.

Saat gerbang berhasil dibuka dengan susah payah, akhirnya aku berbalik badan dan berkata pada mereka semua, masih mengenakan masker, "Film ini akan bagus. Tapi aku belum bisa menjawab semua pertanyaan karena ini masih rahasia. Sekian, terima kasih."

Kataku sebelum menerobos masuk, mengunci gerbang, masuk melalui pintu belakang, meninggalkan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan di kepala mereka.
===
"Yeobu-"

"Kau ada waktu sore ini?"serobot Jinhoo bahkan sebelum aku mengucapkan salam.

Aku mengangguk walaupun ia tak bisa melihatku, "Ada. Ada apa?"aku menaruh naskahnya di meja kopi di depanku.

Ia berdeham sebelum berkata, "Maaf tak memberitahumu sebelumnya. Tapi kau dapat tawaran pemotretan SPAO hari ini. Siap-siap saja sore ini jam 3. Junseong akan menjemputmu."

"Oh? Ada pemotretan SPAO? Arasseo aku akan bersiap-siap nanti."kataku lalu segera mandi karena ini sudah pukul setengah 2 lebih.
===
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Junseong, aku langsung turun dari mobil lalu melangkah menuju gedung pemotretan.

Tiba di lantai yang dimaksud, aku langsung mengetuk pintu. Ketika ada penata yang melihatku, aku langsung digiring ke meja make up untuk di make up.

Setelah setengah jam, wajahku telah selesai di rias. Aku melihat hasil mereka yang cukup memuaskan. Wajahku yang semula hanya pucat kini lebih berwarna walaupun make upnya hanya tipis.

Akupun kini memakai dress summer berhubung tema pemotretan kali ini adalah musim panas.

Saat aku sudah siap berdiri di depan latar, tiba-tiba masuklah namja dengan pakaian dengan tema musim panas yang sudah di make up sama sepertiku. Bahkan warna pakaian kami hampir serasi.

Dan mataku nyaris terlepas dari rongganya setelah tahu siapa namja tersebut.

Ya betul, tak lain tak bukan namja itu adalah Park Chan Yeol.
===
A/N : Ini ff atau kuburan? Sepi bener wkwk. Tolong di comment dan vote ya. Kasih kritik yang membangun juga boleh. Makasih bagi yang udah comment dan vote;)

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro