Chapter 12
EUNYOUNG POV
Aku nyaris terjatuh dari kursiku ketika mendengar hal tersebut.
"A-Aku akan-"
"Yap, kau akan bermain film dengan Do Kyung Soo, ia cukup berbakat dalam hal berakting."
"Tapi.. Mr. Choi pernah bilang bahwa aku tak boleh dekat-dekat dengan member EXO lagi, bukan?"aku bertanya dengan bingung.
"Justru itu, film layar lebar ini akan menutup skandal kalau misalnya skandal ini terungkap di media massa."
Aku mengangguk-angguk mengerti.
"Kau persiapkan diri saja dengan baik. Di sini, kau adalah seorang gadis dengan gangguan psikis atau kejiwaan, tetapi bukannya gila ya. Kau terkadang melihat hal-hal yang orang lain tak bisa lihat. Misalnya saja, apa yang akan terjadi nanti, kau bisa tahu. Kurang lebih begitu. Lalu Do Kyung Soo, berperan sebagai psikiater yang membantu untuk mengobatimu. Karena dengan bisanya kau melihat hal-hal tersebut terkadang membuatmu sedikit stress, nah, di sini Kyungsoo, sebagai psikiater akan banyak membantumu dan di saat bersamaan, ia malah jatuh cinta padamu."
Aku sesaat terpana dengan skenario film tersebut. "Uhm.. Ini film kan? Bukan drama? Ma-Maksudku, jadi hanya sekali dan tak berepisode, kan?"
Ia menggeleng, "Bukan. Ini adalah film yang nantinya akan ditonton oleh para orang penting maupun orang lain yang akan muncul di bioskop dan layar lebar negara lain di Asia, seperti Thailand, Vietnam, Singapur, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan lain-lain. Apa kau keberatan?"
Aku menggeleng dengan cepat. Tentu saja tidak, ini adalah kesempatan pertamaku untuk tampil di balik layar lebar. Bahkan negara-negara di Asia lainnya akan melihatku.
"Bagus. Aku akan memberi kopian naskahnya minggu depan bersama para pemain lainnya."
Tiba-tiba aku merasakan semangat dalam diriku. Dengan anggukan, aku permisi keluar dari ruangan dan melangkahkan kakiku untuk pulang.
===
TING TONG!
Aku menengok ke arah suara yang berasal dari depan gerbang. Siapa sih yang datang sore-sore begini? Dengan malas aku melihat interkom, lalu sesaat kaget saat melihat dua temanku melambai ke arah interkom drngan senyuman lebar.
"Astaga! Kalian benar-benar akan datang ya? Tunggu sebentar ya!"kataku, tak memberi kesempatan mereka berdua untuk membalas perkataanku.
Akupun berlari ke arah pintu untuk membukanya lalu membuka gerbang dengan cepat.
Setelah gerbang terbuka, aku segera memeluk mereka dengan erat.
Kamipun melompat-lompat kecil karena kami benar-benar merindukan satu sama lain. Setelah sedikit teriak-teriak dan melompat-melompat, aku mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Rumahmu tak berubah."kata Hana sambil mengamati rumahku.
Aku mengedikan bahu, "Beginilah rumahku."
"Di mana kami harus tidur?"tanya Hyemin sambil membawa tasnya yang mungkin berisi pakaiannya.
"Seperti biasa."cengirku. "Aku belum punya kamar lebih, jadi maaf saja kalau kalian harus tidur satu kamar, lagi."
"Ah tak masalah."Hana mengibas tangannya.
Akupun menunjukan kamar yang memang biasanya ditempatkan oleh mereka berdua saat menginap lalu membiarkan mereka masuk.
Merekapun masuk dan meletakan tas-ras mereka di dalam lemari kosong.
"Aku tak meng-unpack karena besok aku sudah pulang."kata Hyemin.
"Aku juga, besok aku ada talkshow."kata Hana.
Aku mengangguk-angguk.
"Ayo kita masak sesuatu!"kataku membuat mereka kembali berantusias.
===
"Kau tak pernah suka horror. Padahal kan horror seru."kata Hana sambil mempoutkan pipinya.
Kami bertiga kini sedang duduk di karpet di dekat sofa sambil menikmati popcorn yang telah kami buat sambil menonton drama Korea yang tak pernah membuatku bosan.
"Aniyo. Aku tidak akan pernah suka film bergenre horror."kataku lalu melanjutkan memakan popcornku.
"Omong-omong,"kata Hyemin tiba-tiba, "bagaimana kehidupanmu? Kau dapat tawaran apa lagi?"
Aku seketika diam, bingung apakah aku harus memberi tahu mereka bahwa aku ditawarkan untuk bermain film layar lebar atau tidak. Tapi kurasa tak ada yang perlu kusembunyikan mengenai hal ini.
"Aku ditawarkan bermain di film layar lebar."kataku sambil mengunyah popcorn.
"Jinjja?!"mereka berdua menatapku kaget.
"Yap, baru saja tadi siang."
"Dan kau menerimanya kan?"
"Tidak.."aku mengusili mereka dengan berkata begitu "Tidak salah lagi maksudku."cengirku jahil.
"Argh! Kau membuatku kaget saja!"kata Hana sambil mengelus dadanya. "Kalau kau tak menerimanya kau benar-benar babo kau tahu."
Aku hanya tertawa kecil.
"Bagaimana dengan kalian?"tanyaku pada mereka.
"Yah.. Paling aku akan bermain drama lagi tahun ini. Managerku pernah memberitahuku."kata Hana.
"Mungkin aku akan menggelar konser tunggal."kata Hyemin.
"Keren!"kataku dengan senyum lebar. Lalu percakapan kami malam ini dilanjutkan dengan canda dan tawa, hampir lupa dengan film tontonan kami.
===
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro