5
Escape From Maou-sama ch.5
By. NanaKisa2
Pair: Demon-King!Shun x Human!Fem!Reader
Genre: Romance, Mystic, a bit Comfort
Inspired by: Tsukiuta. Empire
Disclaimer: Tsukiuta.'s characters are belongs to theirs rightfull artist. Shin Ocku ゚u゚)ノ
☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆
"Cepat sekali, Shun.." ucap Shin melongo kemudian menyeringai. "Jarang sekali melihatmu keluyuran sendiran."
Si saudara benar-benar memancarkan kemarahan, sama sekali tidak mau memperlihatkan belas kasihan. "Kembalikan (Your name)!"
Ini pertama kalinya aku melihat Shun marah. Aku merasa dia tidak seperti manusia, maksudku, dia memang bukan manusia, tapi selama ini dia selalu menunjukkan aura dan bertingkah seperti manusia. Kali ini seolah dia menunjukan jati dirinya –Demon King.
"Aku akan mengembalikannya. Tapi nanti, setelah aku mendapatkan apa yang kuinginkan." Kata Shin.
"Kenapa kau tidak menyelinap ke kamarku dengan belati kematian dan menancapkannya ke jantungku saja?" Kata Shun lalu melempar sebuah belati ke lantai. Kemudian ia menunjuk ke arahku.
"Tapi sebelum itu kau punya sesuatu yang harus kau kerjakan."
Shin menoleh kepadaku, "Oh, ya, tentu." satu ayunan jari dan besi yang mengekangku terbuka. Aku segera bangkit san berlari-pincang ke arah Shun. Sangat sulit berlari dengan kaki yang kaku seperti ini.
Shun menjulurkan tangannya menangkapku. Ia terlihat sangat cemas meski sempat memaksakan senyumnya. "Putri nakal. Kau membuat Maou-sama melompat dari singgasananya tanpa mahkota." ucapnya membelai rambutku.
"Shun-san--"
STAP!
Ucapanku terpotong oleh ayunan benda tajam dari belakangku. Untung saja Shun menarikku ke sampingnya, jika tidak, mungkin aku sudah tertusuk. Itu belati yang tadi dilempar Shun, Shin mencoba menusuk Shun dengan memanfaatkan punggungku yang terbuka. Shun menahan pergerakkan belati itu dengan tangan kiri sementara tangan kanannya melindungiku.
"Ta-tanganmu..." duh, ngeri.
Shun terluka parah. Darahnya tidak berhenti menetes dari bekas sayatan belati tadi. Shin terkekeh, "Jadi benar rumornya kau lemah dengan belati ini."
BATS!
Shin kembali menyerang namun dengan gesitnya Shun menghindar, sambil mengangkatku bridal style. Ia melompat kesana-kemari dan itu membuatku takut setengah mati. Aku serius takut jatuh. Apa lagi yang terakhir itu, Shun menampar Shin dengan gipsku sebelum ia melompat menghilang keluar bangunan.
"SHUN...!" Shin menggerang marah. Aku pikir pelipisya terhantuk keras gipsku. Rasanya pasti sangat pusing.
Aku saja berteriak saat Shun mengayunkanku. Memang sih tidak terasa sakit, tapi tetap aku kaget!
Shun membawaku bersembunyi ke hutan. Dibalik pepohonan nan tinggi itu ia menurunkaku hati-hati. Tangannya menyentuh gipsku dan membukanya. Udara dingin langsung menyentuh kulit kaki kananku membuatku nyaris melompat. Saking takut jatuh, aku meremas pundak Shun tak sengaja. "Apa yang kau--!"
Ucapanku terpotong lagi oleh Shun. Ia berkata, "Kau sudah sembuh. Larilah ke dalam hutan sampai kau bertemu gua, masuklah dan cari Rui katakan ini padanya: a casa, protezione Yoru."
Begitu mendengar kabar baik itu, aku segera menggerak-gerakan kaki, ternyata memang sudah kokoh seutuhnya. "a casa, protezione Yoru?"
"Ya. Maaf My Princess, aku ingin membawamu pulang sendiri tapi, aku sangat sibuk dengan saudaraku itu."
"Lalu bagaimana denganmu? Ini halloween, Shin bisa membunuhmu!"
"Oh? Kau sudah tahu soal itu?" Shun menyunggingkan sedikit bibirnya.
Kemudian dia menarikku mendekat. Ia memelukku dan,
Chu~!
Satu ciuman ia tinggalkan di keningku. Panas, rasanya wajahku memerah atas tindakan tiba-tibanya itu. Tubuhku kaku seolah membeku.
"Hati-hati, Princess.." ucapnya. Kalimat yang lebih terdengar seperti amanat bagiku itu menjadi kalimat terkahirnya sebelum ia meninggalkanku. Dia nampaknya akan menghadami Shin sendirian, dengan luka yang tidak menutup itu.
Sekarang apa yang harus aku lakukan? Tentu Cuma satu, iya kan? turuti saja perintah Shun.
Itu sebabnya aku berlarian seperti dikejar setan di dalam hutan. Meski aku merasa tidak enak pada Shun, dia menyerahkan dirinya pada Shin demi membebaskanku.
Aku teringat janjinya untuk melindungiku. Sebenarnya dia selalu memperlakukanku dengan baik, dan aku tak tahu mengapa, tetapi aku mempunyai firasat kalau Shun itu demon yang baik.
Lucu, apa yang kupikirkan?
Tetap, rasanya sesal berlari seperti ini, tak berdaya, aku manusia yang tak berdaya di sini. Aku khawatir? Ya, aku mengkhawatirkan Maou-sama yang mungkin sama tak berdayanya denganku.
Sampailah aku di depan sebuah gua nan dipenuhi kegelapan. Sambil memberanikan diri, aku masuk ke dalamnya. "Rui-san?" berulang kali aku memanggil namanya namun tidak ada sahutan.
Setelah cukup dalam melangkah, barulah aku melihat sebuah cahaya diujung jalan. Aku berlari kearahnya sebab mendengar suara dengkuran seseorang.
Seorang pemuda dengan rambut kehijauan sedang tertidur pulas di atas batu pipih. Apa dia Rui? Karena penasaran aku menghampirinya.
"Permisi... apa Anda Rui-san?" tanyaku nanmun tidak ada jawaban. Maka aku menusuk pipinya dengan ibu jariku, tapi dia tidak bangun. Kemudian aku coba mengguncang-guncangkan tubuhnya tetapi tidak ada respon apapun. Dia tertidur seperti orang mati.
"RUI-SAN!!" aku berteriak di telinganya sampai suaraku menggema kemana-mana, barulah ia membuka matanya.
"Apa sudah pagi?" ucapnya sambil menguap dengan santai. Tapi aku tidak punya waktu untuk bercengkrama.
"Apa Anda Rui-san?" tanyaku langsung ke inti.
Pemuda itu bangkit, seraya mengucak kedua matanya. "Um." Sahutnya.
Perasan senangku meluap, ingin kupeluk lelaki menggemaskan ini jika bisa. "Shun-san —Maou-sama menyuruhku mencarimu. Katanya: a casa, protezione Yoru."
Rui menatapku –tidak, memperhatikanku dari ujung kaki sampai ujung kepala. Terutama di kepala, ia menghabiskan beberapa waktu untuk meneliti wajahku. "Kecupan Shun-san." Katanya.
Secara refleks aku menyentuh keningku dan wajahku kembali memerah. Rui-san kembali berucap, "Benar ternyata."
"Jangan-jangan tadi kau cuma menduga-duga?" aku menebak dan dibalas anggukan oleh Rui.
"Kalau begitu, aku akan segera mengirimmu." ucap Rui.
"Mengirim keman—wuaah!" tahu-tahu ada sekumpulan cahaya yang memenuhi kakiku. Cahaya-cahaya itu menempel di tanah dan tahu-tahu sudah ada lubang di sana. Pijakan kakiku menghilang, aku jatuh ke dalam lubang itu. dan dalam waktu beberapa detik aku sudah berada di atas kasur yang aku sangat kenal. Yaitu kasur di apartemenku.
Ada apa ini? aku kembali? Kuperhatikan sekelilingku, memang benar ini persis seperti apartemenku. Jangan-jangan ini nyata?
Oh, aku merasa sangat senang. Sejenak aku lupa kalau Shun sedang kesusahan sampai terancam mati saat ini. cahaya bulan merembes masuk dari sela-sela jendela kamarku menandakan ini malam hari.
"Selamat malam." Sapa sebuah suara lelaki tak jauh dari keberadaanku. Tepatnya di sebelahku, ia membuatku refleks meliriknya.
"UWAAH!" pekikku terkejut ketika melihat sosok lelaki itu. Rambut hitam dan manik biru, serta seulas senyuman manis yang ia pamerkan di kegelapan kamarku.
"Jangan panik! Aku Yoru, Maou-sama yang mengirimku lewat pesan yang kau sampaikan ke Rui. Aku disini untuk melindungimu." Jelas lelaki tadi padaku sambil sedikit panik juga.
"P-pesan?"
"Ya. Kau saat itu bilang: protezione Yoru, kan?"
Aku mengangguk.
"Ya, berarti tidak salah lagi. Salam kenal, aku Yoru, pengamat gerbang dari dunia manusia." Lelaki tadi membungkuk di hadapanku.
"Yoru-san... aku (Your name). Manusia biasa."
"Haha, ya, aku tahu siapa dirimu."
"Ha? Bagaimana bisa? T- tunggu sebentar! Kenapa aku bisa ada di sini? Shun—maksudku Maou-sama bagaimana?"
Tatapan Yoru menjadi sedih seketika mendengar pertanyaanku. "Biarkan aku memanggil salah satu tangan kanannya." Ucap Yoru.
Ia memanggil cahaya yang sama dengan yang Rui panggil, dan muncullah sebuah lubang. Dari lubang tersebut muncullah sesosok demon yang aku kenal, You.
"(Your name)? Yoru?! Kau yang memanggilku ke sini?" You terkejut bukan main.
"You, apa kau tahu dimana Shun-san saat ini?" tanya Yoru pada You.
"Tidak, dia tidak ada di manapun! Aku khawatir dia ceroboh meninggalkan kastil dan mati."
"You, perhatikan kalimatmu. Disini ada gadis."
"Aku berkata yang sebenarnya! Kau tahukan di kastil sedang dalam keadaan genting? Lagi pula ini Holly-Halloween, kau tahu maksudku kan?"
"Shun bisa mati! Tidakah sebaiknya kalian melakukan sesuatu?!" aku menyela percakapan mereka berdua.
Lalu You melirikku, "Apa yang kau harapkan? Kita tidak bisa bertindak gegabah pada malam seperti ini. jika Shun harus tergantikan, ya biarkan saja. Untuk apa memiliki raja yang lebih lemah dari penduduknya?"
"Aku tidak setuju. Setidaknya Shun-san itu raja kalian, kan? kalian harus lakukan sesuatu!" celetukku sebal.
"Saat ini dia sedang bertarung dengan Shin-san di kastilnya. Shin memakai suatu belati.. aku tidak tahu itu apa tapi Shun-san terluka parah karenanya! Jika kalian tidak mau melakukan sesuatu, kirim aku ke sana untuk membantunya!"
You dan Yoru terdiam mendengarkanku berceloteh. Sampai 3 detik kemudian You menahan tawanya sedangkan Yoru tersenyum, ingin tertawa juga tapi ia harus membuka mulut, "Aku tidak yakin kau bisa membantu, (Your name)-san. Shin-san adalah sosok yang kuat, apa lagi kau hanya manusia."
"Yoru-san akan melindungiku, kan? Aku pikir tidak akan seberbahaya itu jika Yoru-san melindungiku. Kumohon, aku harus kembali ke sana. Shin-san menggunakanku sebagai pancingan untuk Shun-san, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja! You-san, Bagaimana jika Shun-san mati? Apa yang akan terjadi padamu dan Kai-san?"
You tiba-tiba saja tertawa, "Imut juga kau, (Your name). Baiklah, aku akan memberitahumu trik kecil. Tusuk jantung Shin pada sebelum ia membunuh Shun-san, tengah malam ini."
"You..." keluh Yoru.
"Apa? lagipula kan ada Yoru-san yang siap melindunginya."
"You..."
"Baik, baik... hey, dengar ini (Your name). Waktu untuk menggulingkan Maou-sama hanya pada saat holly-halloween, yaitu 6 jam terhitung sejak matahari terbenam. Tu artinya kau hanya punya waktu sampai tengah malam. Pastikan kau menusuk jantung Shin sebelum tengah malam, atau kau bisamenyembunyikan Shun darinya hingga Holly-Halloween selesai.Setelah itu kekuatan Shun akan pulih, tapi aku tidak menjamin dengan kekuatan fisiknya. Sebab jika ia sudah tersayat Belati, akan sulit untuk menutup lukanya."
You berbaik hati mau menasihatiku sementara ber-facepalm. Tetapi setelah berulang kali diyakinkan, maka Yoru mau mengerti dan mengirimku kembali ke tempat Shin. tentu saja ia ikut denganku. Kalau You, dia kembali ke kastl Shun sebab mereka harus melindungi kastil dari demon yang menyerang.
Yoru dan aku menyelinap di hutan mencari keberadaan Shun. beruntungnya Yoru bisa mengetahui keberadaan suatu objek dengan tepat. Maka ia mengteleportasikan kami ke tempat dimana Shun berada. Aku terjatuh diatas tubuh Shin hingga dia tersungkur di lantai.
"Shun-san!" pekikku setelah melihat sosok Shun yang berdiri tak karuan dengan pakaian compang camping serta luka sayatan di sana-sini. Dia benar-benar kacau.
"(Your name)?! Kenapa kau kembali ke sini? Yoru!" ucap Shun terkejut seraya menangkapku begitu aku tiba didekatnya. Kedua kakinya sontak goyah, dan ia hampir jatuh ke tanah jika kau tidak menahan bebannya.
"(Your name) bersih keras ingin kembali ke sini, jadi..." jelas Yoru mengikuti langkahku.
"Aku bilang kau untuk melindunginya,"
"Akan dan pasti, my lord. Tapi (Your name)–"
"Manisnya..."Suara dari belakng menginterupsi, siapa lagi kalau buakan Shin? "Manusia yang berharap menjadi pahlawan Maou-sama. Kau pikiir kau itu apa? manusia hanyalah akan menjadi santapan kaum kami!"
"Shun-san tidak akan menyantapku!" bantahku penuh keyakinan. Ya, Shun tidak akan memangsaku. Dia baik padaku selama ini, dan seperti yang Shin katakan,aku manusia terlama yang hidup di kastilnya.
"Peracaya diri sekali. Mau lihat apakah dia akan menyantapmu atau tidak?" tahu tahu Shun berlari dengan kecepatan supernya, ia menuju ke arahku sambil membawa belati yangmana dipenuhi bercak darah. Mungkin saja dia akan membunuhku di tempat jika Shun dan Yoru dengan pedangnya tidak berdiri di depanku, menghalangi Shin.
"Shin-san, akan jadi suatu kehormatan bagiku jika bisa beradu pedang denganmu." Ucap Yoru dengan senyuman.
"Yoru-san." Aku sampai terkagum padanya.
Yoru melirik ke belakang, "(Your name) bisa memakai opsi kedua dari nasihat You untuk menyelamatkan Shun. biarkan aku melindungi kalian berdua di sini."
Oh Tuhan baik sekali demon satu ini. Tuhan tolong lindungi dia. Aku pun segera mengangguk.
"Nasihat apa? You?" Shun nampaknya kebingungan. Tetapi dengan sigap aku menyahut, "itu tidak penting sekarang, ayo pergi dari sini." Kulingkarkan lengan Shun di pundakku kemudian menuntunnya pergi dari lokasi tersebut. Kini Shin harus berhadapan dengan Yoru sebelum dapat membunuh Shun. semoga waktunya sempat, tengah malam, cepatlah tiba!
7 November 2016
☆ K i s a r a g i N a n a (=゚ω゚)ノ
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro