Prolog
Kertas merah marun dengan ukiran tinta emas itu Am cermati baik-baik. Ia terduduk di teras rumahnya, mengeja kata demi kata yang tertera di sana.
Selamat datang di Dapur Ajaib!
Terima kasih sudah bergabung bersama kami. Jangan lupa memasak setulus hati!
Memasak dengan tulus? Gadis berambut hitam itu menghela napas. Ia menyisir rambutnya, membuat warna peach yang tersembunyi di balik helaian hitam tersingkap. Mata coklat Am menatap matahari yang mulai tenggelam. Semburat jingga dari senja menyentuh kulitnya yang coklat kemerahan.
Esok adalah hari pertamanya bekerja, dan ia masih belum paham bagaimana caranya memasak setulus hati. Apa yang harus ia lakukan?
___
1/4/23
100 kata
Mau nulis panjang di tengah malam, kok ya ngantuk. Tapi, yang terpenting, Dapur Ajaib resmi dibuka! Selamat menikmati, ya~
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro