8. Calon Tulang Punggung
"Le, kamu kapan pulang?"
"Insya allah akhir tahun, Mak."
Aku bingung harus bagaimana setelah mendengar helaan napas emak dari balik telepon.
Aku tak bisa berbuat banyak. Terpaksa merantau demi menggantikan emak mencari rejeki. Hanya dengan begini semua kebutuhan kami bisa terpenuhi. Namun, resikonya aku tak bisa sering di rumah.
Nasib hanya bisa pulang 2x dalam setahun. Aku juga tenang karena ada adek yang menjaga emak.
"Le, udah to kamu pulang dulu. Bukannya kamu disuruh ambil cuti."
"Iya, emak. Sekalian akhir bulan aja biar dapat cuti dobel. Nanti bisa nemenin emak lebih lama."
"Doh! Emak dah rindu kamu, le."
Berat sudah hatiku kalau sudah begini.
⸙͎
─̇ ⃟Request by pinnavy
Genre Young Adult
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro