Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Part 1

"Pa ma, Rayya pergi dulu yah Reza udah nungguin." pamit Rayya sambil mencium pipi papa dan mamanya.

Rayya pun keluar dari rumah dan menuju kemobil Reza.

"Pagi, sayang berangkat sekarang." ucap Reza sambil mencium jemari Rayya dan membuat Rayya merona.

Ini yang selalu membuat Rayya tidak pernah bosan dengan Reza karena sikap Reza yang sangat lembut dan romantis kepadanya.

"Pagi, Za iya berangkat sekarang." Balas Rayya sambil tersenyum manis.

Mobil Reza pun meninggalkan pelataran rumah Rayya. Karena ini masih pagi dan tentunya jalanan belum terlalu macet jadi tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mereka berdua sampai disekolah.

Setelah memarkirkan mobil ditempat parkir yang disediakan oleh sekolah. Mereka keluar dari mobil lalu memasuki sekolah bersama dan saling mengenggam tangan satu sama lain.

Tapi mereka harus berpisah dikarenakan kelas mereka yang berbeda. Rayya pun memasuki kelasnya dan dilihat sahabatnya sudah ada disebelah tempat duduknya.

Sambil menunggu bel berbunyi mereka mengobrol berbagai macam obrolan yang membuat mereka tertawa terbahak bahak karna sahabat Rayya ini selalu membuat lelucon yang mengocok perut.

Tidak terasa bel tanda pelajaran dimulai sudah berbunyi. Guru pun masuk kedalam kelas lalu memulai pelajaran tapi tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kelas dan membuat fokus mereka dari pelajaran kepada orang yang mengetuk pintu.

"Maaf, bu saya terlambat." ucap orang itu sambil menunjukkan cengirannya.

"Sudah berapa kali kamu terlambat dimata pelajaran saya?."

"Masa ibu lupa sih baru juga 5 kali, bu." Jawab murid itu dan membuat satu kelas menahan tawa dan guru itu langsung melototinya.

"Sudah terlambat masih saja berulah. Ya sudah masuk kamu, Damian." Ujar guru tersebut dan langsung melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda tadi.

Saat Damian akan menuju kearah bangkunya yang ada dibelakang Rayya. Damian menyapa Rayya sambil tersenyum yang kalo menurut perempuan disekolah bisa membuat mereka meleleh seketika tapi tidak dengan Rayya.

"Pagi Rayya."

"Kayaknya seneng banget liat gue baru dateng." sambung Damian.

"Seneng dari mana malahan gue males ngeliat lu." balas Rayya dengan sengit.

"Kamu gitu banget sih sama aku, Ray." ucap Damian dengan suara yang dibuat sesedih mungkin.

"Udah deh, duduk aja ditempat lu jangan ganggu gue."

"Ya uda-."

"Damian!kenapa masih berdiri disitu. Duduk ditempat kamu atau kamu mau saya suruh lari dilapangan." perkataan Damian dipotong oleh gurunya.

"Iya, bu ini juga mau duduk galak amat sih." Gurunya pun melototi Damian dan Damian langsung segera duduk dibelakang bangku Rayya.

Setelah beberapa jam mata pelajaran yang mereka pelajari selesai. Bel pertanda istirahat berbunyi dan membuat siswa siswi berhamburan keluar kelas.

Rayya pun keluar dari kelas dan menuju kantin yang ada disekolah. Sampai dikantin dia langsung mencari keberadaan Reza dan dia melihat Reza sudah berada ditempat biasa saat mereka dikantin.

Rayya menghampiri Reza dan mereka memesan makanan bersama. Lalu mereka berdua kembali ketempat tadi dan larut dalam percakapan yang mereka obrolkan. Tapi tiba - tiba ada orang yang menganggu mereka.

"Gue duduk sini yah tempat lain penuh soalnya." ucap orang itu dan langsung duduk dihadapan Rayya dan Reza.

"Duduk aja." balas Reza dengan baik.

"Kenapa lu gak duduk sama temen temen lu aja?biasakan lu sama mereka."

"Disana udah dempet - dempetan gitu. Cowok lu juga biasa sama kita kenapa cuma gue aja yang disuruh kesana?." balas Damian dengan santai

Rayya yang mendengar itu langsung menjadi kesal. Memang sih biasa Rezza juga bersama mereka setelah selesai latihan karena mereka satu tim basket disekolah tapi kan ini lain lagi. Apakah Damian tidak mengerti atau bagaimana.

"Nih orang gak bisa apa gak ganggu gue." kata Rayya dalam hati.

Makanan yang mereka pesan pun sudah datang dan mereka langsung memakan pesanan mereka tadi termasuk Damian.

Setelah makanan mereka menghabisi makanan mereka. Mereka pun mengobrol lagi tapi hanya Reza dan Damian yang membicarakan tentang yah kalian tau lah urusan laki - laki. Dan hal itu membuat Rayya semakin kesal.

Karena waktunya dengan Reza tidak digunakan sebaik mungkin. Bel pertanda waktu istirahat telah selesai pun berbunyi. Rayya, Reza dan Damian pun keluar dari kantin tapi Damian lebih dulu kekelas.

Mereka berdua Rayya dan Reza berjalan menuju kelas masing - masing. Karena pergantian pelajaran Rayya pun pergi kearah lokernya untuk mengambil buku tapi saat dia menarik bukunya ada sebuah surat yang terjatuh.

Rayya pun mengambil surat itu dan membacanya.

Rayya nanti malam nemenin aku nonton yah dimall biasa jam 7 kita ketemuan ditempatnya aja yah. Jangan lupa dandan yang cantik.

From,

Reza.

Rayya bingung karena tidak biasanya Reza menulis surat seperti ini. Tapi ya sudahlah.

Rayya pun menuju kelasnya dengan hati yang gembira.

-----

Sekarang Rayya sudah berada didalam bioskop tapi bukan bersama Reza melainkan bersama Damian. Dia benar - benar bingung dengan kejadian yang dia lewati tadi.

Tadi setelah mendapati Damian yang akan menonton dengannya Rayya langsung terkejut dan merasa moodnya memburuk karena dia akan bersama orang yang sangat menyebalkan selama beberapa jam kedepan.

Rayya bertanya mengapa Damian yang akan menonton bersamanya tapi Damian tidak menjawab apapun dan mengatakan "udah deh gak usah banyak tanya. Filmnya juga udah mau mulai. Yuk kita masuk aja."

Rayya yang masih bingung dengan apa yang terjadi hanya mengikuti Damian dan disinilah mereka sekarang.

Setelah film selesai mereka mencari makan karna mereka sudah lapar. Selama menunggu makanan yang mereka pesan dibawa mereka hanya saling mendiamkan satu sama lain dan sibuk dengan pemikiran sendiri.

Makanan yang mereka berdua pesan pun sudah dibawakan dan mereka langsung melahapnya. Selesai makan mereka langsung menuju parkiran untuk mengambil mobil Damian.

Awalnya Rayya menolak diantar pulang oleh Damian tapi karna Damian terus memaksa dengan alasan yang dia punya akhirnya dia mengikuti saja.

Tapi saat mereka akan keluar dari tempat parkiran yang digunakan oleh Damian tadi. Rayya tidak sengaja melihat kearah kanan dan melihat seseorang yang sangat dikenalnya bersama dengan perempuan.

Orang itu Reza dan ketua cheers disekolahnya. Rayya memperhatikan mereka yang sangat terlihat mesra layaknya sepasang kekasih dan Rayya melihat Reza mencium perempuan itu.

"Sialan." Umpat Rayya dalam hati.

Sial dia jadi mengumpat karena Reza dan perempuan itu.

"Pokoknya besok gue harus nanya tentang ini ke Reza. Iya harus awas aja kalo dia berani bohong." Ucap Rayya dalam hati dengan berapi-api.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro