Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

♕-4


»»————- ♔ ————-««

╔══════════════╗
One shot
╚══════════════╝

...

"Seungwoo~"

Seungwoo langsung melihat ke asal suara, ternyata Jinhyuk masuk ke kamarnya.

"Seungwoo~ kamu ngapain aja sih? Akunya di cuekin."

Nah kalau udah kayak gini, berarti Jinhyuk lagi mode manja. Susah kalau Seungwoo mau ngapa-ngapain.

"Aku ada banyak tugas, nanti ya." Kata Seungwoo kemudian berfokus ke layar laptopnya lagi.

Jinhyuk langsung mendekati Seungwoo, memeluknya dari belakang kursi "Nanti aja ya tugasnya, temenin aku tidur."

"Sabar ya sayang, sebentar lagi selesai."

"Aku maunya sekarang. Ayo!" Jinhyuk merengek sambil menarik paksa tangan Seungwoo.

Oknum bernama Seungwoo hanya bisa ditarik pasrah, yasudahlah dia nggak bisa nolak Jinhyuk juga.

Seungwoo dan Jinhyuk sudah rebahan di kasur yang sama, katanya sih Jinhyuk yang mau tidur.

Tapi Jinhyuk nggak jadi-jadi tidur mulu, kalo kek gini ceritanya kan mendingan si Seungwoo bikin tugas.

"Katanya mau ditemenin tidur, kamunya nggak tidur." Protes Seungwoo.

"Aku jadi gabisa tidur."

"Yaudah sini." Seungwoo membuka tangannya, mengisyaratkan Jinhyuk untuk mendekat ke pelukannya.

Dia mengelus-elus surai halus berwarna hitam milik Jinhyuk kemudian dia bernyanyi

"Dan tunggulah aku di sana memecahkan celengan rinduku~
Berboncengan denganmu mengelilingi kota~
Menikmati surya perlahan menghilang~
Hingga kejamnya waktu menarik paksa kau dari pelukku~
Lalu kita kembali menabung rasa rindu, saling mengirim doa~
Sampai nanti sayangku~"

Seungwoo menyanyikan lagu tersebut sudah bisa membuat Jinhyuk terlelap tidur di pelukannya.

Seungwoo juga jadi lelah, melihat Jinhyuk tertidur membuatnya ingin terlelap ke alam mimpi juga.

"Have a nice dream, honey." Seungwoo mengecup singkat pucuk kepala Jinhyuk kemudian tertidur.

...

"Haduh chan. Lo gila ya? Kenapa lo mutusin Seungwoo? Kalau kek gini ceritanya, Jinhyuk malah jadian sama Seungwoo kan? Coba kalau lo nggak putusin dia, pasti mereka nggak akan jadian." Protes Wooseok pajang lebar kebada Byungchan.

"Gua udah nggak mau sama Seungwoo, nying. Dia udah deket sama Jinhyuk dari dulu, lebih deket sama Jinhyuk bahkan waktu gua jadi pacarnya." Byungchan mengucapkan itu sambil mengeluarkan asap rokok dari mulutnya.

"Cih, dua manusia bangsat. Gua mau Jinhyuk gua kembali."

Tiba-tiba Byungchan dan Wooseok melihat cahaya hebat dari jalan sebrang tempat mereka berada "Itu motor ye?" Tanya Byungchan.

Itu memang lampu motor, sepertinya ada yang mendekati mereka.

"Siapa si tuh?"

Motor itu berhenti tepat di arah depan mereka berdua, sang pengemudi pun mematikan mesinnya, turun dan melepas helmnya.

"Seungyeon? Lo ngapain disini?" Wooseok terkejut ketika melihat wajah Seungyeon.

Seungyeon mengusak-usak rambutnya yang berantakan karena memakai helm "Bosen dirumah, jadi gua dateng kemari."

"Lo kan bisa nongkrong sama yang laen. Pacar lo? Jinhyuk? Sihoon? Sunho? Temen-temen lo mana?"

"Pacar gua lagi ada kerjaan tugas, temen-temen gua mah nggak pada mau diajakin nongkrong."

"Ya terus lo ngapain nyusul kita? Gausah sksd deh, lo deket sama kita juga nggak." Wooseok mendorong pundak kiri Seungyeon.

"Wohhh... Santai cuy. Maksud gua baik kok."

"Emang lo mau ngapain?"

"How about we drink? Gua lagi banyak uang, i guess gua bisa bayarin lo pada." Tawar Seungyeon.

Byungchan dan Wooseok menatap satu sama lain kemudian menyetujui rencana Seungyeon.

Keramaian, kebisingan, musik dimana-mana sudah biasa ditemui di club seperti ini.

"Mau berapa botol? Gua beliin." Tawar Seungyeon.

"5 sepertinya cukup untuk kita." Balas Wooseok.

"Jangan yang terlalu kuat alkoholnya, gua bisa mati kalo mabok sampe besok pagi." Peringat Byungchan.

Seungyeon kemudian pergi ke salah satu barista membeli 5 botol sesuai dengan pesanan Wooseok.

Tapi bedanya, Seungyeon membeli alkohol perangsang, bukan alkohol bisa yang diminta Byungchan.

"Ini, minumlah." Seungyeon membawa botol-botol itu sekaligus ke Wooseok dan Byungchan yang daritadi sudah menunggunya di salah satu meja tamu disana.

"Whoaa... Lo kaya banget, lo beneran beliin 5 sekaligus?" Wooseok tidak percaya dengan botol-botol pemberian Seungyeon itu.

"Haish, sudahlah minum saja."

"Lo nggak mau ikutan?" Tanya Byungchan kepada Seungyeon.

"Haduh, bosen gua minum begituan, hampir tiap hari." Secara tidak langsung Seungyeon menolak tawaran Byungchan.

"Makasih ya yeon, lo emang terbaik deh." Kata Wooseok.

Seungyeon tersenyum dengan umm... sedikit licik "Iya sama-sama." Balasnya.

Byungchan dan Wooseok sama-sama meneguk botol pertama, entahlah mungkin emang karena ini alkohol perangsang baru satu botol saja sudah bikin mereka mabuk.

Setelah Byungchan dan Wooseok benar-benar mabuk berat Seungyeon menarik mereka dengan paksa, seberat apapun mereka sori sori aja nih, Seungyeon kuat buat mereka.

"Private room, please."

Seungyeon menaruh kedua lelaki itu ke dalam ruangan prifat yang sudah ia sewa dari pemilik club tersebut.

Seungyeon melempar mereka berdua, kemudian pergi begitu saja.

"Gampang banget masuk perangkap gua." Kata Seungyeon sebelum dia keluar dari tampat itu.

Maaf, semua ini hasil skenario pemikian dari Seungyeon dan Jinhyuk.

...

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro