Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

14


»»————- ♔ ————-««

╔══════════════╗
One shot
╚══════════════╝

...

"Ho? Kita beneran mau maju?" Seungyeon ragu sekali untuk maju ke altar pelaminan.

"Ayo cepetan." Sunho menarik tangan Seungyeon bersamanya.

Dua langkah...

Tiga langkah...

Mendekati altar itu dengan kekhawatirannya

Demi apapun Sihoon dan Hangyul langsung menoleh ke arah Seungyeon dan Sunho

Mereka tidak mengeri Seungyeon dan Sunho akan datang

Seungyeon menjabat tangan kedua orang tua Hangyul, tentunya nyonya Lee Han, ibunya Hangyul menyadari siapa dirinya

"Loh? Kamu Seungyeon kan?" Tanya nyonya Lee Han.

"Iya, tan."

"Ohh... Maaf ya atas perjodohan ini, tante bener-bener nggak bisa berbuat apa-apa demi keterusan hubungan kalian."

Seungyeon menunjukan senyum mirisnya

Namun pikirnya nyonya Lee Han memang benar-benar baik, semua perjodohan ini ulang bokapnya Hangyul

Barulah setelah itu moment yang paling kita tunggu berada...

Seungyeon menampakkan dirinya di depan Hangyul setelah mereka tidak bertemu selama perjodohan berlangsung

Seungyeon dan Hangyul bahkan sempat eyecontact untuk beberapa detik, tapi kemudian Seungyeon menundukan kepalanya

Iya, dia menanggis

"Slamat, Hangyul... You deserve it." Seungyeon menjabat tangan Hangyul sambil mengeluarkan air matanya

"Yeon... Maaf udah ngecewain lo..."

Seungyeon mencoba untuk menghapus air matanya "It's okay. Memang udah patut kalian berdua bahagia."

Hangyul menepuk punggu sahabatnya pelan, dia hampir ingin memeluk Seungyeon

Karena setiap Seungyeon sedih, Hangyul pasti adalah orang pertama yang memberikan pelukkan hangatnya

Seungyeon kemudian beralih ke Sihoon dijabatnya tangan Sihoon sambil berkata "Yang bahagia ya sama Hangyul."

Sihoon tersenyum, "Iya, makasih ya Seungyeon, maaf kalau gua jadi penghambat hubungan lo sama Hangyul."

"Gapapa kok. Bukan salah lo, bahagia terus ya." Ucap Seungyeon.

"Iya."

...

"Hmm... Kamu nggak mau tidur? Udah beberapa hari ini kamu nggak tidur. Kasian kamu pasti capek." Kata Seungwoo.

"Ini masih sore. Nanti aja kalau sudah larut."

"Hyuk, tidur sebentar. Itu kasian dedek Pyo didalem kalau kamu nggak tidur kan dedeknya harus begadang juga."

Jinhyuk tersenyum "Halah, bisa aja kamu."

"Dih emang bener, kamu tidur gih. Aku mau keluar sebentar soalnya."

"Mau kemana emangnya?" Tanya Jinhyuk.

"Mau ke rumah Seungyeon."

"Seungyeon? Kenapa?"

"Beberapa hari yang lalu flashdisk tugas aku ketinggalan di kampus, dia temuin katanya hari ini mau dibalikkin."

"Cih, ngapain sih berurusan sama Seungyeon lagi? Dateng ke pemakaman bokap sahabatnya sendiri aja nggak." Remeh Jinhyuk.

"Lah kamu nggak denger kata Sunho? Seungyeon lagi bener-bener berhalangan buat kesini. Udahlah, Hyuk setiap orang punya kesibukan masing-masing jadi maklumin aja."

Jinhyuk hanya memilih untuk diam saja, bisa bahaya kalau dia nanti berdebat dengan Seungwoo

"Yaudah, aku pergi dulu. Take care." Ucap Seungwoo.

Seungwoo melangkahkan kakinya ke pintu rumah Seungyeon

Tapi percayalah, keadaannya begitu sepi sepertinya tidak ada Seungyeon sama sekali

Tapi Seungwoo tetap memilih untuk menekan bel itu,

Ting tong!

"Siapa?" Tanya orang dari dalam.

"Ini seung-" Tapi Seungwoo langsung tidak menjawab

"Itu suara siapa?" Pikir Seungwoo

Yang jelas suara itu asing dan Seungwoo juga tau itu bukan suara Seungyeon.

"Masuk aja, nggak dikunci." Kata orang dari dalam itu.

Seungwoo dengan ragunya menarik knop pintu itu, kemudian dia melihat seseorang selain Seungyeon disana

"Wooseok!?" Pekik Seungwoo dengan kagetnya.

Ya pasti Seungwoo kenal dengan Wooseok, bagaimanapun juga Wooseok itu mantannya Jinhyuk pasti dia tau

Wooseok sangat berbeda dari biasanya yang Seungwoo tau selama di kampus, Wooseok juga memang sudah lama tidak berkuliah lagi karena putus kuliah tanpa alasan

I mean... Perut Wooseok sedikit membesar entahlah Seungwoo jadi curiga

"Seungwoo!? Lo ngapain kesini?" Tanya Wooseok.

"Harusnya gua yang nanya, lo ngapain kesini?" Seungwoo berbalik bertanya

"Lah suka-suka gua dong. Seungyeon kan sahabat gua mau gua nginep disini juga bukan urusan lo."

"Tunggu..." Seungwoo melangkahkan kakinya ke arah Wooseok

Seungwoo melihat Wooseok dari ujung kaki sampai ujung kepala "Ada yang nggak beres sama lo."

Wooseok menegguk salivanya dengan kasar, namun tetep beraninya menjawab "Apasi? Gajelas."

"Jangan jangan..."









"Lo hamil anak Seungyeon?"

"Hah!? Ngomong apa sih lo? Nggak jelas, jangan bikin fitnah deh." Tolak Wooseok.

"Wooseok, ngomong yang sejujurnya lo diapain sama Seungyeon? Lo diperkosa sampe kek gini?"

Sumpah demi Tuhan, Wooseok kira Seungwoo akan memaki-makinWooseok tapi Seungwoo malah mengira kalau Wooseok dipaksa oleh Seungyeon

"Nggak. Gua juga nggak tau kenapa anak ini ada di kandungan gua."

"Terus hubungannya sama Seungyeon?"

"Seungyeon berani tanggung jawab, padahal gua tau dia bukan pelakunya. Sebentar lagi dia janji bakal nikahin gua."

"Kenapa Seungyeon nggak pernah cerita?"

"Sorry, woo. Gua yang minta dia buat tutup mulut. Tapi tenang lama-lama semua orang juga bakalan tau."

Seungwoo tersenyum "Oh, maaf ya udah salah sangka sama lo."

"Ya bukan masalah."

"WOOSEOK!?"

Seungwoo dan Wooseok langsung melihat ke arah yang sama

"LO KENAPA ADA SAMA WOOSEOK!? MANUSIA BANGSAT! LO MAU SELINGKUHIN JINHYUK!?"

Sumpah demi, Seungyeon terus memarahi Seungwoo dan memarahinya

"Apasi yeon? Gua mau ambil flashdisk gua, tapi lo gaada di rumah jadi ya gua sama Wooseok." Seungwoo berkata seperti itu agar tidak ada salah paham selanjutnya.

"Halah! Ngibul lo semua! Wooseok! Masih mending aku mau tanggung jawab sama anak gajelas asalnya itu! Beraninya kamu main dibelakang!"

Wooseok menanggis sekencang-kencangnya yang ia bisa ketika mendengar teriakan itu semua dari Seungyeon

Rasanya anaknya itu malah jadi malapetaka buat Seungyeon...

"Lo jangan marahin Wooseok, kasian anak dia. Lo mikir lah!" Teriak Seungwoo.

"Lo kenapa jadi belain Wooseok sih!?"

"Iyalah bego, dia juga nggak maksa lo buat tanggung jawab, lo yang mau tanggung jawab!"

"Bukan salah gua anjir."

"Udahlah bukan kalian yang salah, gua yang salah." Ucap Wooseok sambil memengang pisau yang entah darimana adanya.

...

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro