3. Finally
"Siapa yang kamu sebut alien?"
"Te-tentu saja kamu! Menjauhlah!" Laki-laki itu mendorong Rin cukup kuat sehingga membuatnya terjatuh.
Baru saja Rin ingin membantah pernyataan laki-laki itu, ia mengurungkan niatnya dan mencoba memanfaatkan keadaan. Ini adalah kesempatan emas baginya.
"Kamu benar ...." Ia berdiri dan menghampiri laki-laki itu.
"Aku adalah alien," sambungnya sambil menyeringai. Laki-laki itu bergidik ketakutan.
"A-apa yang kamu mau dariku?"
"Tentu saja aku ingin menguasai bumi ini. Tapi, aku akan menyelamatkanmu jika kamu mau membantuku."
"Membantu apa?"
"Aku butuh tempat tinggal dan semua kebutuhanku selama di bumi. Jadi, aku ingin kamu memberikan semua itu untukku."
"Apa! Kamu pikir aku pembantumu?" Laki-laki itu membelalakkan matanya terkejut.
"Hey! Apa kamu mau aku memanggil teman-teman alienku untuk membawamu?"
"Ba-baiklah. Jangan panggil teman-teman alienmu itu. Aku akan membantumu." Mendengar nama alien disebut, ia terpaksa menuruti permintaan Rin.
"Bagus. You can be my maid." Rin tersenyum girang.
"Apa? Maid? Enak saja, aku ini laki-laki sejati, dan namaku Rey. Ayo ikuti aku." Ia berjalan mendahului Rin.
"Huh, dasar alien jelek. Untung saja aku punya banyak uang," cibirnya sombong.
"Apa kamu bilang?" tanya Rin yang berjalan di sebelahnya.
"Ah, tidak ada. Aku hanya bilang bahwa kamu sangat cantik Alien." Rey menegaskan kata terakhirnya. Tidak dipungkirinya bahwa Rin memang cantik. Ia terpesona dengan kecantikan Rin saat pertama kali melihatnya.
"Rin, namaku Rin."
"Hah, alien juga punya nama?" ucap Rey berbisik menyembunyikan wajahnya.
"Aku bisa mendengarmu Maid."
Rey tak henti-hentinya merutuki nasibnya yang sial itu. Sedangkan Rin hanya diam mengabaikan celotehannya. Sehingga Rey merasa lelah sendiri karena tidak ada lagi kata yang bisa menggambarkan perasaannya, ia pun diam.
Perjalanan sudah hampir sampai. Namun, terasa sangat panjang karena sunyi yang menyelimuti keduanya. Sebenarnya bisa saja Rey sampai rumahnya dengan cepat, tetapi mobilnya mogok sebelum ia melihat Rin untuk pertama kali dan harus berlari sejauh mungkin. Tapi tetap saja, ia harus terjebak dengan wanita alien itu.
Setelah keheningan yang panjang selama perjalanan, sampailah mereka di tempat tujuan. Di depan mereka, kini berdiri rumah megah bak istana dengan nuansa emas. Gerbangnya pun sangat besar, mungkin cukup untuk dua ekor gajah memasukinya secara bersamaan.
"Hey, buka gerbangnya!" suruh Rey kepada satpam yang berjaga. Satpam itu memperhatikan Rey dan Rin dengan teliti.
"Tidak usah, dia temanku." Rey menghentikan satpam yang hendak memeriksa Rin. Itu adalah salah satu peraturan keamanan untuk sultan seperti Rey.
Satpam itu pun membukakan gerbang. Rey berjalan dengan diikuti Rin di belakangnya. Baru saja melewati gerbang, mereka sudah disuguhi taman yang luas nan indah. Terdapat tempat duduk dan ayunan berwarna putih dengan ukiran emas.
Rin memperhatikan sekitarnya. Hmm, lumayan. Tidak salah aku memanfaatkannya. Dengan begini tugasku akan lebih mudah, batinnya.
Rey menekan bel. Tidak sampai satu menit, pintu di depannya sudah terbuka lebar. Terlihat dua pembantu yang baru saja membukakan pintu terdiam menunggu perintah Rey selanjutnya.
"Tunjukkan jalan ke kamar tamu untuknya. Telepon servis mobil untuk memperbaiki mobilku di jalan X," ujarnya sambil memberi kunci mobil pada salah satu pembantunya.
"Oh, ya untukmu A- maksudku Rin, jika ada yang kamu butuhkan, tanyakan saja padanya," ucap Rey pada Rin yang hanya di balas anggukan singkat lalu pergi.
"Cih, dasar tidak tahu berterima kasih," cibirnya.
------------------------------------------------------
Rin menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia sudah dijelaskan semua untuk keperluannya dan beberapa tempat di sana. Lengkap, ini lebih dari apa yang ia rencanakan sebelumnya. Dia pikir Rey adalah pegawai kantoran yang pas-pasan, ternyata ia adalah manusia dengan harta yang berlimpah. Beruntungnya ia dapat melihat kunci mobil yang terselip di saku jaz yang Rey pakai saat memergokinya di gang. Setelan pakaiannya pun tampak mahal dengan bros silver di sebelah kanan dadanya.
"Jika tidak ada lagi yang Nona ingin tanyakan, saya akan kembali ke tempat saya Nona," pamit pembantu di dekat pintu kamar Rin.
"Eh, tunggu. Apa di kamar tuanmu itu ada telepon seperti ini?" tanya Rin sambil menunjuk telepon rumah di sebelah kasurnya.
"Ada Nona."
"Berikan nomornya," pinta Rin. Pembantu itu pun memberikan beberapa nomor penting yang dapat dihubungi ketika keadaan darurat atau ada hal yang penting. Setelahnya, pembantu itu pun pergi dan meninggalkan Rin sendirian di kamarnya.
"Ah, aku lupa mengecek tugasku kembali." Rin menyalakan Rizepher dan membuka beberapa filenya.
"Hari ini sungguh melelahkan Rize ... Pekerjaanku mengalami glitch, hukuman dari Time King, turun ke bumi, lalu ada manusia yang melihatku. Untung saja aku bisa menyembunyikan identitasku darinya, jika tidak semuanya akan kacau." Rin menutup semua filenya pada Rizepher. Tubuhnya dihempas sembarangan dan tidur terlentang menatap langit-langit kamar.
"Sekarang kamu tidak perlu memikirkan keperluan selama di bumi."
"Kamu benar. Tapi ada yang janggal darinya Rize ... Bagaimana dia bisa tetap bergerak saat semua waktu disekitarnya berhenti?" ucap Rin bingung.
"Kamu tidak perlu memikirkan manusia itu Rin, yang penting saat ini adalah tugasmu."
"Tapi Rize, aku juga harus menyelidikinya. Mungkin saja dia ada hubungannya dengan glitch yang terjadi."
"Bahaya bagimu jika berurusan dengan manusia terlalu jauh. Lebih baik kamu menjauhinya dan cepat selesaikan tugasmu. Dengan begitu, kamu akan kembali ke Kerajaan Waktu seperti yang seharusnya."
"Ya, aku akan beristirahat sekarang." Rin mematikan Rizephernya. Sesungguhnya ia tidak terlelap. Beberapa kejadian aneh sejak turun ke bumi menghantui pikirannya. Ia harus menyelidiki semuanya tanpa sepengetahuan Rizepher.
Bersambung ....
Apa hubungan Rey dengan glitch yang dialami Rin? Apa semuanya akan sesuai seperti yang Rin inginkan? Stay tune yah:* Jangan lupa klik bintangnya guys!
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro