One
Kirana Andromeda punya seribu alasan mengapa ia sangat menyukai bulan. Pertama, karena bulan cantik. Kira bahkan bisa duduk di balkon apartemen nya sambil menatap langit malam berjam jam. Suasana malam dan cantik nya bulan merupakan refreshing theraphy yang bisa dia dapatkan setiap hari tanpa harus mengeluarkan biaya seperpun. Jelas, melihat pemandangan cantik tidak harus membayar mahal.
Kedua, karena bulan melambangkan romansa. Kira selalu membayangkan, bisa duduk berdua tanpa melakukan apapun dengan orang yang ia sayang. Hanya diam, dan saling mendongak ke atas untuk menikmati semilir angin malam dan indah nya bulan. Ah, tentu saja ditemani dua gelas kopi dan sepiring tempe mendoan yang ia beli di depan apartemen nya.
Seperti sekarang, tempe mendoan yang ia pesan 15 menit yang lalu tampak nya sudah mendingin. Pemilik nya sedang sibuk merenung dengan banyak sekali kertas kertas putih di tangan nya. Sesekali menghela nafas lelah, memijat kening nya, menyeruput sedikit demi sedikit kopi nya, tanpa menyntuh mendoan kesukaan nya. Aneh, sangat aneh.
"Saya gak punya uang untuk biaya kuliah kamu."
Sambungan terputus. Kira melempar telpon nya asal. Sebanyak apapun beban yang dia pikul, yang satu itu sangat memberatkan dirinya. Andai saja Kira bisa terlahir kembali, ia pasti akan memilih untuk menjadi batu. Agar sepanjang hidup ia hanya perlu berdiam tanpa harus melakukan apapun apalagi dianggap beban oleh orang lain.
Kira melirik ke arah dinding. Jam menunjukan pukul 22.15 sedangkan dia masih setia dengan pakaian dinas nya. Berusaha mengumpulkan tenaga nya, gadis itu mulai membereskan barang barang nya.
"Nanti kita ngobrol lagi ya, masih banyak banget yang mau aku obrolin. Hari ini kacau banget, aku mau tidur dulu deh." bisik nya.
Kira tersenyum tipis, kembali mendongakan kepala dan menatap bulan. Tangan nya terangkat, hendak menggapai benda yang jarak nya sangat jauh itu.
"Terimakasih selalu menemani malam aku ya, bulan."
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro