
HERE COMES THE BOOM
Manda merasakan dirinya dibawa kembali ke dalam Heksaworld. Kali ini ada yang beda. Ada semacam kepastian dalam dirinya kalau dia bisa memanipulasi Heksaworld. Dia percaya sepenuhnya, Heksaworld adalah dunia miliknya. Dia sebagai Astacakra. Sekarang waktunya merebutnya.
Manda muncul kembali dengan entakan baru. Dia muncul di dalam kerumunan keroyokan bogem mentah. Dia muncul kembali sebagai Manda Lance. Kali ini di tangannya terpasang sarung tinju berkekuatan super. Ukurannya cukup besar. Manda meninju ke udara. Energi dari pukulan itu mengempas kerumunan.
Seketika buyar.
Manda bersiap. Dia tak peduli lagi dengan lifebar di atas. Dia merasa super sekarang. Dengan ketangguhan seorang petinju Manda menggasak mereka-mereka yang nekat maju. Sekali hantam lima belas musuh musnah jadi kepingan koin. Bahkan musuh terbesar pun, seekor Minotaur, Manda tonjok dengkulnya langsung lenyap. Manda tidak memberi kesempatan mereka dapat mengeroyoknya lagi. Konsentrasi dan berimajinasi, Manda melepaskan tinju roketnya. Sarung tangan tinjunya berubah jadi besar, lepas dari tangan, lalu muncul jetnya.
Tinju roket itu kemudian melenyapkan sisa-sisa musuh. Selesai melakukan tugasnya, sarung tinju itu kembali ke tangan Manda. Dia gunakan untuk mengempaskan diri ke udara dan meninju muka Son Goku yang songong sekali mengangkat-angkat piala. Son Goku menghindari serangan Manda. Selanjutnya dia mengeluarkan kamehameha. Manda menangkis bola sinar itu dengan sarung tinju membesarnya. Terjadi empasan energi, membuat keduanya terpental ke lawan arah. Piala terjatuh ke daratan es. Hoverboard masih melayang di udara.
Manda dan Son Goku bangkit lalu berlari ke arah masing-masing. Manda meluncur ke bawah sementara Son Goku lompat ke atas. Saat posisinya tepat, Manda menembakkan sarung tinju itu dengan roketnya. Son Goku terbawa sarung tinju ke luar angkasa. Meledak di sana. Terjadi hujan kepingan koin.
Manda mengambil piala itu. Akhirnya dia juara terakhir. Semua musuh sudah lenyap. Terdengar suara tepuk tangan. Wong Heksa muncul dalam wujud hologramnya. "Hebat-hebat. Tak kusangka kau dapat keluar dari kondisi sulit itu."
Dari perkataan Wong Heksa, Manda curiga dia tidak tahu kalau Manda sempat mati kehabisan lifebar. Tidak menggubris Wong Heksa, Manda mengecek piala itu. Piala itu kepalanya berbentuk kubah, Manda dapat memutarnya dan melihat dalamnya. Kosong. "Mana katanya petunjuk keberadaan adikku?" hardik Manda kepada Wong Heksa.
Wong Heksa tertawa seperti Joker dan sangat menjengkelkan.
"Keparat! Kau mempermainkanku!" Manda menyumpahi Wong Heksa dengan beraneka ragam nama binatang. Lifebar di atas berkurang drastis. Manda tidak peduli.
"Hei hei, awas lifebarmu!"
"Peduli setan!" Manda sudah mengubek-ubek piala itu mengecek apakah ada petunjuk di dalamnya. Tidak ada sama sekali. Piala itu kosongan. Piala yang sering dimenangkan anak-anak sekolah. Tidak ada istimewanya.
Saking kesalnya Manda menerjang Wong Heksa. Keduanya kaget. Wong Heksa tak menyangka Manda dapat menyerangnya. Memanfaatkan situasi itu Manda mencekik Wong Heksa. Mendesaknya jatuh ke tanah. "Katakan di mana adikku!"
"Aku tidak akan memberitahumu. Kau belum selesai dengan permainanku!"
"Persetan! Akan kutemukan kau!"
Wong Heksa lenyap seketika. Manda menyumpah-nyumpah. Piala itu dibantingnya hingga hancur berkeping-keping. Ada bola kecil putih yang menggelinding. Berputar-putar dan berdesing sampai bising. Bola itu memecah jadi cahaya. Sangat menyilaukan, Manda melindungi matanya.
Perlahan-lahan cahaya itu meredup. Manda membuka mata dan mendapati dirinya telah berpindah tempat.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro