Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

prolog

Koridor gedung MIPA sedikit ramai, lalu lalang siswa siswi yang hendak ke kantin atau ke perpustakaan sembari menenteng buku, berbeda dengan kedua anak manusia yang malah seperti menghalangi jalan mereka. Tak sedikit pula yang memerhatikan keduanya, aneh saja. Meskipun memang keduanya anak-anak famous dengan demikian menjadi buah bibir.

"Shye, boleh gue jujur?"

"Gue suka sama lo. Lo Mau kan jadi cewek gue?" Ashyela nampak diam, seluruh tubuhnya kaku, dalam otak dan hatinya muncul berbagai persepsi. Otaknya berpikir dia harus apa? Sedangkan hatinya berbunga-bunga, mungkin saja jika ini di film-film yang sering ia tonton sudah ribuan bunga yang keluar dan mengelilingi dalam dirinya.

Rasa senang dan haru yang bercampur menjadi satu. Ya, siapa yang tidak senang, satu tahun sudah menaruh harap pada Farrel dan menunggu dia peka dan sekarang dia mengungkapkan perasaanya.

"Gimana?" Setelah mendengar suara Farrel lagi, Ashyela hanya mengangguk. "Apa nih?" Tanyanya lagi, dia nampak tersenyum lebar.

"Iya," cicit Ashyela.

"Iya apa?" Tak lelah Farrel terus bertanya, sebenarnya hanya pura-pura saja dia terus bertanya, sebenarnya tanpa Ashyela jawab pun Farrel sudah tahu pasti bahwa Ashyela akan mau menjadi pacarnya.

"Iya gue mau," ucap Ashyela sedikit malas.

"Jadi? Kita resmi pacaran?" Ashyela mengangguk menanggapi ucapan Farrel.

"Makasih, El. Tapi gue takut ayah bunda bakal tahu hubungan kita."

"Kenapa?"

"Lo tahu sendiri kan? Keluarga gue."

"Semoga aja mereka mengerti."

"Makasih juga elo udah nerima gue, maaf karena udah nunggu gue selama setahun buat gue ungkapin perasaan gue ke lo."

"Sama-sama, El gapapa kok."

Hanya Farrel yang mengungkapkan perasaanya secara tidak romantis bahkan di koridor sekolah, Farrel yang berbeda tetapi Ashyela suka.

***

Suasana kantin nampak ramai walaupun sudah terbiasa seperti ini, namun rasanya kali ini lebih ramai.

"Kak Ashyela," sapa gadis berambut keriting gantung ketika Ashyela melewatinya. Siapa yang tidak mengenal Ashyela,  ketua osis, most wanted girl, murid kesayangan guru karena sejuta prestasi, dan ada satu hal yang tidak mereka ketahui, Ashyela adalah anak dari pemilik sekolah ini—Ganesha High school mungkin jika mereka mengetahui Ashyela akan tambah dipuja-puja di sana, dan banyak juga yang tidak menyukai dirinya.

"Hai." Dia selalu tersenyum ramah, walaupun mood sedang hancur sekalipun jika ada seorang yang menyapa entah itu hanya membalasnya dengan anggukan yang penting tetap bersikap baik.

"Woy bu ketos balik, nih udah gue pesenin tadi," ucap Calista sahabat Ashyela.

"Makasih calistong." Ashyela langsung menyantap bakso tersebut.

"Dari mana?" Ashyela mengalihkan pandangan ke seseorang yang bertanya padanya.

"Tadi rapat OSIS sebentar," jawabnya. Terlihat Calista serta Ranty memicingkan matanya melihat interaksi kedua orang tersebut.

"Bentar kek ada yang aneh, nggak biasanya, iya nggak, Ra?" Calista merentangkan tangannya, dan ia bertanya pada Ranty.

"Nah itu gue juga herman, kok Farrel tanya gitu ke shye, kan cuma gituan, heran aja nggak biasanya."

"Mereka pacaran," jawab Marcel, sahabat Farrel dan jangan lupakan Marcel sudah memiliki pasangan yaitu Calista.

Uhuk uhuk

"Pelan-pelan elah." Ranty menepuk pundak Calista yang tersedak air minum.

"Sejak kapan?" Tanya Calista.

"Satu Minggu yang lalu," jawab Satya sahabat Farrel, sambil merangkul Farrel, Farrel yang merasa risih langsung melepas begitu saja.

Kedua anak manusia yang baru saja jadian satu Minggu itu memilih diam menikmati makanannya.

"Gila lo, nggak bilang-bilang."

"Salah siapa nggak tanya," jawab Ashyela, yang masih menikmati bakso mang Koko, bakso terenak di Ganesha.

"Traktir, Rel," celetuk Ranty.

"Sana," ucap Farrel sambil mengibaskan tangannya, agar Ranty segera pergi membeli apa yang ia inginkan.

"Kita?"

"Ck, kek nggak biasanya aja."

Padahal satu piring nasi goreng baru saja masuk perut, tetapi mereka akan kembali memesan makanan berat.

"Dasar perut karet."     





Cerita ini hanya fiktif belaka ambil baiknya buang buruknya ya sahabat. Semoga aja ada ilmu yang terselip di sani dan bermanfaat.

Note: jika ada komentar yang tidak sesuai dengan isi cerita Mon maap ya, karena cerita ini author ubah lagi alurnya.  Terima kasih

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro