
Chapter 5:
Lima tahun lalu, Mark dan Rui tidak pernah sekalipun pergi ke markas Arionist bersama. Namun, kini berbeda.
Hari kedua di akhir pekan ini mereka kembali ke Arionist, melangkah bersama dan ditatap heran anggota Arionist yang tak sengaja melewati mereka. Dulu, Mark dan Rui tak pernah terlihat saling peduli. Namun setelahnya, semenjak bubarnya Arionist mereka malah semakin dekat dan berhubungan serius seperti sekarang.
"Ah, heran. Kenapa Noran belum punya pacar? Padahal Mark yang jelek itu saja sudah menikah?" heran Emi. Menyinggung Noran yang sedang asik memainkan ponselnya.
Dulu, Emi, Noran dan Mark adalah teman baik yang suka saling menghujat satu sama lain walaupun semenjak bubarnya Arionist lima tahun lalu mereka sibuk dengan urusan hidup masing-masing. Dengan kembalinya Arionist sekarang, mereka kembali bernostalgia.
Noran menatap tajam Emi. "Kau mengakui jika aku cukup tampan, kan?" tanyanya yang sontak membuat kekesalan Noran berbalik kembali ke Emi.
"Jijik!" seru Emi pula.
Rui menggeleng, menarik Mark untuk tidak ikut nimbrung pembicaraan dua insan itu. Mereka menjauhi ruang utama Arionist itu---ruang tempat anggota Arionist istirahat dan berkumpul.
"Entah kenapa tatapan Rui padaku terasa dingin dan tajam," gumam Emi yang disadari Noran. Anggota inti ke-7 dan anggota inti ke-4 itu saling pandang sebelum mengangguk bersama.
"Sepertinya dia masih marah padaku," ucap Emi.
Noran mengangguk. "Tak heran, Mark pernah tak sengaja mencium mu, wanita mana yang terima ketika kekasihnya melakukan hal itu dengan orang lain," ucap Noran mengungkit masa lalu.
"Ah, padahal itu bukan salahku!" Emi mendesah kesal.
"Sayangnya tidak ada yang peduli," jawab Noran yang refleks Emi pukul karena kesal.
Rui berhenti di depan sebuah pintu yang membuat Mark ikut berhenti. Tatapan Rui sendu, Mark menyadari itu sehingga langsung menarik tangan wanita tersebut untuk melanjutkan jalan mereka.
"Jangan dibawa pikiran, anggota inti akan menyelesaikannya," ucap Mark.
Di balik pintu, ada Hana yang di otopsi. Rui membayangkan betapa sakitnya Hana sebelum kematiannya dan bagaimana raut wajahnya yang manis justru berhiaskan darah. Rui menghela napas, memejamkan mata berikutnya mengangguk mengiyakan ucapan Mark. Anggota inti Arionist akan menyelesaikannya, Rui tak perlu khawatir.
"Leo dimana?" Karena Mark tiba-tiba harus mengurus sesuatu dan tak mengijinkan Rui ikut, kini wanita beriris cokelat kemerahan itu jadi tak tahu harus melakukan apa. Sehingga disinilah Rui berada, ruangan di mana anggota menyimpan dan memasak makanan di sela kegiatan mereka dan ada Rin dan Ita di sana sekarang, sedang mengambil minum.
"Sepertinya di ruangan nya," jawab Rin.
"Tidur?" tebak Rui yang sontak membuat Ita tersedak. Leo memang di kenal sebagai tukang tidur dulunya, semua anggota Arionist mengetahui itu. Setidaknya lima tahun lalu, sekarang pria itu sedikit mengurangi kebiasaannya.
"Di saat seperti ini? Kurasa tidak," ucap Rin mengibaskan tangannya.
Rui mengangguk dan mengambil duduk di kursi terdekat.
Bisa dibilang, anggota Arionist yang mengetahui kematian Hana nampak terlalu santai. Namun semuanya memang disengaja, Leo yang memintanya agar mereka tetap berkumpul seperti biasa untuk mencari gerak-gerik mencurigakan yang muncul di Arionist, untuk mengetahui pelakunya yang masih belum jelas siapa.
"Lima tahun tidak bertemu sepertinya kalian tidak berubah, ya," ucap Rui. Seharusnya hari pertama berkumpul lah Rui mengatakan hal itu bukan hari kedua ini, tapi mengingat semuanya berjalan tak sesuai keinginan, Rui baru bisa mengatakan basa-basi ini sekarang.
Ita tersenyum simpul sedangkan Rin terkekeh. "Kak Rui juga nampaknya tidak berubah, masih seperti dulu, ah tidak tapi malah tambah cantik" puji Rin, gadis itu pula mendudukkan dirinya di seberang kursi Rui, menangkup pipinya menatap Rui dengan gestur asik.
Gadis itu masih saja supel, pikir Rui yang menggumamkan terima kasih. Rui kemudian beralih pada Ita, menatap gadis bersurai abu-abu itu yang duduk di sebelah Rin.
"Ita, aku minta maaf," ucap Rui yang membuat Ita yang tadinya tak tertarik menatap dengan penuh tanda tanya ke Rui.
Minta maaf? Maksudnya apa?
***
Gimana Arionist sejauh ini menurutmu?
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro