Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Guru × Murid

A/N:

switch age Rayne (27) × Lang!Delisaster (18)

Ini agak-agak nyerempet

.

.

.

Delisaster membaca papan nama di pintu, papan nama itu bertuliskan "Rayne Ames". Kedua matanya nenyipit ada rasa kesal yang menghampiri. Dia tidak melakukan apapun tapi malah dipanggil ruangan.

Daripada kesal terus menerus tiap kali dipanggil guru bermarga Ames itu lebih baik menyelesaikan masalahnya dengan cepat.

Delisaster memasuki ruangan. Ekspresi wajah masam dia perlihatkan pada sang guru yang telah memanggilnya.

"Kenapa aku dipanggil ke sini? Aku ga melakukan apapun, cuman ada beberapa siswa mengajakku taruhan koin emas."

Perkataannya tidak digubris.

"Sensei."

"Bicaralah dengan sopan."

Delisaster mendumel dalam hatinya.

"Rayne-sensei, ada apa memanggilku?"

"Rayne-sensei."

"Tunggu sebentar, sedang mengecek tugas murid, duduklah dulu."

Delisaster mendengus kesal, dan berjalan menuju sofa, duduk dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Diam-diam matanya melirik gurunya itu, jarang-jarang bisa melihat orang itu memakai kacamata.

Delisaster menarik pandangannya dari Rayne.

"Kenapa melihatku seperti itu?"

"Aku ga liat ke sensei kok."

"Maaf menunggu lama." Rayne menaruh pena bulunya.

Rayne beranjak dari mejanya ke sofa, berdiri di depan Delisaster, memperhatikannya dari atas sampai bawah. Delisaster memperlihatkan ketidaksukaannya dilihat oleh gurunya itu.

"Kamu tidak berubah, pakai baju yang bener dan jangn lupa pake dasi," katanya bersamaan dengan tangan kirinya yang bergerak masuk ke balik seragam Delisaster.

"Sensei, ini masih di sekolah loh ...," balasnya dengan suara gemetar.

Tiba-tiba suara pintu yang dikunci bergema, Delisaster jadi berpikir dipanggilnya dia ke ruangan ini adalah rencana gurunya ini.

"Delisa, aku tidak suka."

"Cara aku make ini-itu bukan urusan sensei."

"Begitukah."

Badan Delisaster bergidik saat tangan Rayne masuk lebih dalam, Delisaster menahan tangan gurunya itu.

"Udah dibilangin ini di sekolah, jangan bilang aku dipanggil ke sini cuman untuk ini?"

"Iya."

Delisaster menggeram kesal. "Dasar guru mesum."

"Diamlah."

Kekesalannya sudah mencapai batas, dia harus keluar dari sini, sebelum nasibnya bisa tambah buruk, lebih parah dari hari-hari sebelumnya.

Tangan kanannya mencengkram tangan kiri Rayne kencang dan berusaha untuk menjauhkan tangan itu dari tubuhnya tetapi dalam hitungan detik saat tangan Rayne sudah tidak menyentuh tubuhnya.

Sebuah partisan melesat cepat, menancap dekat di sebelah kanan kepala Delisaster.

"Sensei, ga boleh loh menyerang murid." Entah kenapa senyum menghiasi wajah Delisaster. "Sensei beneran suka dengan tubuhku ini, hm?"

"Sensei ingin menyentuhnya lagi?"

Delisaster menyentuh bibir bawahnya menggunakan jari telunjuk. "Jangan-jangan sensei juga ingin mencicipi bibir ini?"

"Sensei bener-bener mesum."

"Itu semua salahmu."

"Padahal aku tidak melakukan apapun."

"Delisa jadilah milikku."

"Aku kan sudah milik sensei, sensei lupa dengan hari itu?"

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro