
Bab 32 Moooo
Hai, hai!!
Jumpa sama saya dimari ya, haha!!
Kagura: kau licik! Ceritaku kok pendek, sih? Ai yang lain pada panjang semua!
Aiko: ya maip, tetiba mood ku kepeleset, gituuuw.
Naraku: kok judulnya ....
Sesshoumaru: si sapi pasti.
Kagome: buyou maksudmu?
Aiko: skuy lah cekidot!
Rambut silver di kepala pria renta itu makin menipis. Dia berjalan menyusuri koridor menuju aula dimana mahasiswa akan ditempa di kampus Todai.
Mata nya bulat, wajah keriput, tapi tubuh masih gagah. Beberapa dosen menyapa dan membungkuk hormat padanya.
"Keh!"
"Inuyasha."
"Apa, Totosai?"
Pria diketahui bernama Totosai menghela napas. Kenapa anak Touga ini pada enggak sopan terhadapnya. "Kau lihat apa di bawah?"
Totosai mengerling ada objek yang dilihat Inuyasha. "Pacarmu?"
Inuyasha mengepalkan tangannya.
"Bukankah kau sudah punya Kikyo?"
"Dia tidak tahu kalau aku sudah punya pacar sebelumnya."
Totosai menggarukkan kepalanya setengah botak. "Maka kau harus melepaskannya. Bukankah kalian sering bertengkar?"
Inuyasha bimbang. Dia meragu, apa keputusan untuk melepas Kagome adalah yang terbaik? Mengingat me jalani hubungan hampir tiga tahun, tetapi tidak menghasilkan yang berarti.
Selalu bertengkar.
"Kau harus memutuskan. Ingat, belajarlah yang benar jangan banyak main. Karena aku yang membiayai kuliahmu. Jika tidak, kau tahu sendiri akibatnya." Totosai pergi meninggalkan Inuyasha sendirian yang masih termangu.
.
.
"Kita putus!"
Totosai menoleh ke arah sumber suara. Dari dalam mobil dia melihat dengan jelas gadis manis itu berlari sambil menangis. Dan entah kenapa Sesshoumaru muncul dan agak terhuyung ke belakang. Perempuan itu tak sengaja menubruknya.
Senyum Totosai mengembang.
"Akhirnya kau bertemu dengan teman masa kecilmu, Sesshoumaru," gumamnya.
....
Selang berapa bulan kemudian, laki-laki tinggi tegap itu datang memenuhi panggilannya. Totosai mempersilakan duduk.
"Ada apa kau memanggilku?"
Akhir-akhir ini kau sangat sibuk, Sesshoumaru. Ku sarankan cepat atau lambat kau mencari asisten dosen."
Sesshoumaru tampak berpikir.
"Apa kau sudah punya kandidat?"
"Ada," sahutnya mantap. "Namanya Higurashi Kagome. Dia cepat tanggap apa yang ku suruh."
Totosai mengangguk.
"Namun, dia suka datang terlambat." Ada gurat senyum tipis di wajah tampannya. Maniknya menerawang menatap langit ruang rektor.
"Sudah berapa kali aku tegur, masih saja seperti itu."
Sekali lagi Totosai mengangguk. Mata bulatnya menatap lekat-lekat laki-laki di hadapannya.
"Kau rindu padanya? Kenangan masa kecil kalian sangat erat, ya."
Suara tertahan di dalam dada Sesshoumaru. Ada garis senyum di sudut bibir nya. Netra emas milik pria itu sedikit meredup membayangakan wajah gadis yang dia temui waktu itu dengan linangan air mata.
"Aku tak menyangka akan bertemu lagi dengannya. Hampir saja aku ingin melupakannya."
Totosai menopang tangan di dagu nya. "Kenapa tidak kau lupakan saja?"
"Aku tidak bisa. Aku sudah berjanji padanya. Janji seorang anak kecil yang aku pegang sampai sekarang, aku akan mencarinya."
"Lalu kenapa kau tak melakukannya?"
"Karena dia bersama dengan Inuyasha."
Totosai tertegun. Ada gurat kesedihan di wajah keponakannya. Totosai jadi iba. "Aku akan membantumu."
"Aku tidak butuh bantuanmu."
Totosai tersenyum. Sesshoumaru sudah kembali ke sifat aslinya. Inuyasha dan Sesshoumaru, dua keponakan yang sangat berbeda sifat juga karakternya.
Sesshoumaru beranjak dari kursinya. "Aku pergi."
"Sesshoumaru, sebentar lagi aku ulang tahun."
Pria itu mengerling dari sudut matanya. "Apa maumu."
"Kasih aku hadiah."
"Nanti kubelikan sapi bulat untukmu."
Mata Totosai makin membulat. "Kenapa harus sapi?"
"Bukankah kau maniak sapi? Kau lupa ya. Terdapat banyak sapi di sini." Sesshoumaru berlalu dari hadapan Totosai.
Sedangkan Totosai memandang sekeliling ruangan. Iya, sih. Di meja nya ada patung sapi, lukisan sapi, miniatur sapi, ganci sapi, bahkan ada boneka sapi lucu di sofa nya.
Totosai hanya menggarukkan kepalanya tidak gatal. Hehe, jadi malu.
****
END.
Lucu kaaaan sapi nya Totosai???
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro