Liburan dulu gak sih? part 2
Sementara sang leader sedang mengoceh dan merengek layaknya anak kecil minta belaian seorang ibu karena jatuh dari tangga dengan mengganaskan, dibalik jatuhnya Yahiko sebenarnya ada pelaku yang melakukannya, pelakunya itu hanya menonton Yahiko meluncur bak naik serodotan sampai ke lantai 1.
Si pelaku bersiul, dalam hatinya dia super duper senang bisa sampe bikin Yahiko jatuh dari tangga, walaupun dia sudah kepala dua tingkah masih seperti anak-anak, kaya anak bandel. Pelaku itu tertawa namun ditahan biar tidak ketahuan. Si pelaku penjatuhan Yahiko adalah pemuda sesat pemilik sepasang manik ungu janda yang membangunkan Yahiko.
"Leader tahan banting, ga asik." Nampak raut wajah si pelaku berubah kecewa.
Hidan, itu adalah nama si pemuda sesat yang hobi menyebarkan aliran Dewa Jashinnya sambil tebar dada atau telanjang dada selama mencari mangsa, semua targetnya adalah orang-orang yang ada di buku bounty.
Mahluk ini paling suka nempel dengan Kakuzu layaknya benalu, dompet Akatsuki harus dideketin, siapa tau pas mau jajan dibayarin.
Sangat menganak tirikan Obito, sepertinya dia ada dendam tersendiri.
Tingkahnya seperti anak kurang asuhan orang tua, loncat sana loncat sini, cari perhatian, mahluk yang paling sering kena hukum Konan.
☁️☁️
Rengekan sang leader menggelegar sampai mengganggu sebuah kamar, kamar yang berisi mahluk bermata ijo yang hanya bisa ditarik keluar menggunakan duit.
"Ada apa ribut-ribut?"
Pintu dengan hiasan gantung kayu berbentuk selembar duit terbuka, menampakkan kakek-kakek tinggi dengan muka seram, rambut panjang kecoklatan mirip kuntilbapak.
Kakuzu, bendaharam terpelit sepanjang sejarah dunia Naruto, mahluk ini paling ditakuti oleh Yahiko dalam masalah pengambilan gaji dari misi. Kakek ini super tsundere jadi jangan melakukan hal yang bikin kakek ini marah.
Tsundere-nya barbar, terakhir Hidan jadi pajangan dinding markas.
Intinya masalah perduitan dia paling cepat, uang receh kembalian meski cuman 100 perak juga tetep harus diambil.
100 perak tetep duit, tanpa 100 perak Akatsuki tidak akan pernah kaya.
Emang tidak akan pernah kaya, selama mahluk ini masih menjabat jadi bendahara.
☁️☁️
"Pagi Kuzy," sapa Hidan dengan riang.
"Tadi paan yang jatuh di tangga?"
"Leader," jawabnya sambil memasang wajah malaikat dan mengedipkan mata imut.
"Jangan jail, nanti dilibas shinra tensei nyaho," semburnya, sebenernya Kakuzu rela aja Hidan lenyap, udah bosen satu tim sama boneka santet zebra itu.
TAPI, Hidan tidak bisa mati. Sekian.
Tiba-tiba pintu markas terbuka, menampilkan anak tiri yang menjadi mastermind perang ninja di dalam sebuah komik.
"PAGI GAISSSSS! PAGI YANG INDAH UNTUK MOYAN DI DEPAN MARKAS DAN KETEMU RIN~!"
Uchiha Obito, waktu masuknya ke organisasi ini sama dengan Itachi alias mendatangani sebuah kertas penuh kebohongan yang diberikan Konan sewaktu perengkrutan. Punya gebetan yang namanya Rin, suka minta izin balik ke Konoha demi bisa ngapelin Rin walau ujung-ujungnya sakit hati atau malah digoda sama mas-mas bermasker yang tidak ingin dia anggap teman satu timnya.
Dilabel anak tiri sama anak-anak lain, tapi tetep disayang ketua kok, engga disayang Konan aja.
☁️☁️
Sebuah tatapan tajam langsung dilayangkan pada Obito, tatapan tajam dari meja makan lurus ke pintu, tatapan penuh dendam dan kekesalan. Konan lebih suka menghabiskan paginya dengan suasana tenang, tidak ada teriakan, tidak ada hal-hal yang menghancurkan markas dari sisi mana pun.
Biasanya Hidan yang melakukan hal tersebut, tetapi setelah mendapatkan pukulan dari Konan, perlahan Hidan sedikit tobat, kadang kala Hidan yang jadi alarm mereka semua bangun termasuk Konan, sebagai ibu Akatsuki itu tidak mudah kawan.
Obito langsung mingkem setelah dapat deathglare, lalu muncullah seekor tanaman oreo di sampingnya.
"Kan udah dibilangin jangan ribut, ah gemana seh lu." Si oreo pun menyikut pinggang Obito.
Zetsu, tanaman venus flytrap kembar siam yang seperti oreo, brojol dari biji tanaman pemberian Jiraiya, aslinya anak Kaguya, di sini dia tidak ada niat buat bangunin emaknya lagi, dia bagian mengurus gosip-gosip luar sana dan gosip dalam markas, sering dapet kejadian unik alias melihat tingkah unik para anggota Akatsuki diluar nalar.
Mau tau salah satu kejadian absurd yang Zetsu temukan pada pagi hari yang cerah?
Waktu itu dia liat Kisame dengan kaos singlet tambah sarung kotak-kotak sedang jongkok di sisi kolam ikan.
"Kur kur kur kur ... juminten kur kur."
Ya emang cukup aneh.
Zetsu pun masuk lagi ke dalem tanah, sementara Obito nyengir, lalu ambil langkah mundur.
"Gais, aku pamit ke Konoha dulu dadah~."
☁️☁️
Lupakan soal Kisame yang manggil ikannya seperti burung. Kita kembali ke meja makan, suasana meja makan agak suram karena Konan. Kelihatannya mood Konan sedang jelek padahal kemarin masih bagus.
"Yahiko."
Yahiko menengok ke Konan takut-takut. "I ... iya nyonya?"
"Masih sakit abis jatoh tadi?"
Konan nanyanya dengan nada ketus, persis emak-emak antagonis yang kesal dengan anak-anak. Yahiko masih pasang tampang sedih khas bocah yang luka karena ulah sendiri.
Srot! Ingus yang ngalir keluar dari lubang hidungnya disedot lagi oleh sang leader. Kepalanya mengangguk pelan.
"Masih atit mah ...."
Yahiko akting bayi subur.
"Yaudah sini aku obatin."
Katanya begitu, tetapi nyatanya telinga Yahiko dijewer, sang leader diseret ke lantai dua dan BLAM! Pintu kamar bercat ungu-biru muda ditutup dengan keras.
"GYAAAAAAA!"
Kemudian terdengar teriakan Yahiko dari dalam kamar itu.
Kisame, Itachi, Nagato dan Deidara saling lihat, kemudian Nagato mengangkat kedua bahunya.
Mereka memilih untuk tidak penasaran apa yang terjadi di dalam kamar.
"Oi Deidara."
"Ah iya danna, maaf lama." Deidara langsung memasukan selembar roti dengan selai stroberi ke dalam mukutnya sekaligus.
"Kalian mau kemana?" tanya Kisame.
"Mau ke suna."
"Gausah jauh-jauh ke love hotel, tinggal main di kamar," sambar Itachi.
Sasori langsung ngambil gelang karet di meja makan dan memberikan serangan gelang karet itu ke Itachi.
Ctak! Dahi Itachi tanpa ikat kepala terkena gelang karet cukup keras sampe merah.
"Bacot incest, mau pulang ke rumah nenek doang."
"Ohhh ... mau ngenalin calo--hmmmpph?!"
Sebelum terjadi perang dunia antara si sulung keriput dan boneka ken, mulut busuk Itachi dibekap Kisame. Kisame langsung nyuruh Sasori pergi sebelum Itachi ngomong ngalor ngidul lagi.
Markas kehilangan dua orang, makin sepi, tidak sepi, masih ada teriakan Yahiko sebagai backsong.
"YUHU! GUA YANG GANTENG DAN DISAYANG DEWA JASHIN DATENG!"
Si klimis loncat dari lantai dua dan lari ke meja makan.
"Wuih! Roti bakar cuy! Mewwah!"
"Ayo sarapan Hidan," kata Nagato.
"Ada tangga Hidan, pake itu, jangan loncat," kata Kakuzu pada si klimis.
Si klimis nampak tidak suka, si bendahara masker itu bukan bapaknya, cerewet banget.
"Lu bukan bapak gua nyet, berisik."
"Sudah-sudah gausah berantem ayo sarapan." Nagato menengahi.
"Gua kesini bukan buat sarapan."
"Terus?" Kisame.
"Uang kas, bayar."
Krik, krik krik, Itachi mengangkat kepalanya, lalu menengok Kakuzu, dia berkedip, sring! Mangekyou sharingan aktif.
Nagato menengok ke Kakuzu, tangan masih bergerak untuk menyendok puding buah naga, dan memakannya.
"Ju, bayarnya lusa, boleh ya?"
Itu adalah sebuah kalimat yang keluar dari mulut Kisame.
"Duit mulu anjrit, bayar uang kagak bikin Dewa Jashin seneng, Dewa Jashin maunya tumbal."
Hidan bersabda demikian.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro