Akhirnya Pulang
Note:
JELEK BANGET BAGIAN aksinya :"D
bodo amat
☁️Selamat Membaca☁️
Sasori sudah berada di tempat yang sama dengan Putri Dara dan melihat Putri Dara sedang sendirian. Sasori memanggil sang putri, sang putri langsung menengok ke arahnya.
Mata coklat Sasori melebar, lagi-lagu dia melihat Deidara di dalam diri sang putri, entah dia sudah mulai rindu dengan partner-nya itu.
Sepertinya saat pulang aku harus minta maaf ... karena lama meninggalkannya sendirian, sebuah senyum tipis menghiasi wajah Sasori.
Sasori berlari mendekat pada sang putri, menarik tangan sang putri tanpa basa-basi, lalu Sasori menggendong sang putri ala bridal lagi.
"Pegangan yang erat, kita akan langsung ke menara Ryumyaku dengan cepat."
Sasori menatap wajah sang putri. "Kamu benar-benar mirip dengan Deidara saat rambutnya diurai."
"Siapa itu Deidara?"
"Temanku."
"Ternyata sudah punya tunangan."
"Bukan begitu putri bodoh, dia cuman rekan kerjaku saja."
🦂💥
Langkah kaki Sasori dipercepat saat mendengar suara jatuh dengan keras beserta dengan batu-batu yang hancur bagian dinding dan tangga.
Anrokuzan menggunakan ekor kugutsu-nya untuk menyerang Sasori, Sasori menghindar dengan cepat tetapi kakinya tetap kena sedikit serangan Anrokuzan.
Di depan pintu sumber Ryumyaku, Sasori menurunkan Putri Dara.
"Pergilah, aku yang akan melindungimu."
"Tapi--"
"Yang bisa menutup Ryumyaku cuman kamu."
Putri Dara membalikkan badannya, masuk ke dalam ruangan, meninggalkan Sasori di lorong.
Sasori bersiap siaga dengan serangan lanjutan dari Anrokuzan, tangan boneka raksasa itu menuju Sasori, Sasori menghentikan serangannya itu, di waktu yang sama boneka itu membuka mulutnya dan partikel ungu mulai bersatu menjadi bola mirip dengan Bijuu Dama.
Sasori mendecih, Sasori langsung mengambil langkah mundur, bersamaan dengan itu Anrokuzan menembakkan laser dari mulut.
Laser itu menghancurkan pintu masuk, Sasori berhasil menghindar dari serangan itu namun sayangnya bebatuan yg hancur akibat laser jatuh ke lautan chakra Ryumyaku dan membuat menara itu hilang kendali, chakra warna ungu berubah menjadi warna merah darah.
Berjat itu juga jempatan menuju segel Ryumyaku hancur, untungnya Putri Dara berhasil menyebrangi jembatan.
"Mereka bertiga kemana sih, Ryumyaku sudah hilang kendali."
Kemudian dari luar laser berwarna biru muncul mengenai Anrokuzan, Itachi datang dan langsung menembakkan bola api ke dada boneka raksasa itu, dengan capat Sasori meloncat ke bagian dada yang sudah terbuka, Sasori mencengkram boneka berbentuk laba-laba yang menajdi jantung boneka raksasa tersebut. Sasori mengeluarkan jantung raksasa itu.
Disaat yang sama kekuatan Ryumyaku sudah ditutup oleh Putri Dara.
"Kisame."
Itachi menyebut nama partner timnya bak pawang hiu profesional yang nyuruh hiu peliharaannya atraksi.
Dalam sekejap Kisame menghancurkan boneka laba-laba itu menggunakan samehada-nya.
"Sudah, ternyata semudah ini."
Sasori menyahuti Itachi. "Karena ada Nagato."
Wakil ketua yang memiliki percaya diri rendah ini langsung mengibaskan kedua tangannya. "Engga kok, ini karena kerja sama tim, ya kan Kisame?"
"Iya ...?" Kisame ragu sendiri.
Setelah membereskan Anrokuzan menara Ryumyaku mulai bergetar, kemungkinan besar berkat ulah Anrokuzan menara ini akan hancur, bebatuan sudah mulai jatuh ke dalam lautan chakra Ryunyaku.
"Hokage keempat bisa nyegel tempat ini kan?" tanya Sasori ke Itachi.
"Bisa."
"Terus kemana tuh anaknya?"
"Bentar lagi juga dateng mending kita ke tengah-tengah dulu," balas Itachi dengan santai sambil menunjuk-nunjuk Putri Dara yang sendiri di sebrang sana.
Dalam sekejap mata Sasori mengambil langkah duluan, hilang begitu saja. Nagato garuk-garuk kepala lihat tingkah Sasori yang ajaib.
"Kayaknya ketua tim kita sudah mulai kangen dengan partnernya ...?" Nagato.
"Bisa iya bisa tidak." Itachi.
"Kayaknya lebih ke kangen berantem gak sih?" Kisame.
Setelah itu mereka bertiga pun menyusul Sasori diikuti oleh tiga pahlawan bertopeng dari Konoha. Sesuai alur aslinya, Minato menyegel kekuatan Ryumyaku, lautan chakra merah berubah menjadi hijau dan menara berhenti bergetar, menjadi lebih tenang. Penyegelan selesai tubuh keempat anggota Akatsuki ini mulai memudar.
Minato dan Itachi sempat liat-liattan, lalu si calon hokage ini tersenyum. "Tidak kusangka kamu sudah besar aja ya."
"Eh? Ah ... iya om, setiap hari di markas Akatsuki saya makan makanan yang bergizi om." Itachi nyengir inosen.
Bohong banget, batin Kisame dan Nagato.
Sementara itu si boneka chucky dan Putri Dara sedang bincang-bincang, sang putri sempat mempertanyakan tubuh kugutsu Sasori, sang putri menanyakan alasan mengapa Sasori mengubah dirinya menjadi hitokugutsu.
"Soal itu ... kupikir dengan begini lebih mudah, tidak perlu takut kehabisan darah, kena racun, dan ga perlu makan-minum juga."
"Begitu ya, begitu ... ya. Maaf aku bertanya yang aneh."
"Tidak kok, semua orang yang baru pertama kali melihat wujud asliku pasti bertanya hal yang sama."
Lirikan mata ketiga mahluk Akatsuki bergerak perlahan menonton Sasori. Sebelum keempat mahluk ini kembali ke zamannya, Putri Dara menyuruh Sasori sedikit menunduk dan chu, dahi Sasori mendapatkan hadiah kecupan ringan dari sang putri.
"Enaknya jadi OTP kesayangan sutradara." Itachi membuka sesi gibah.
"Nanti juga kalian dapet giliran," bisik Nagato.
"Kata sutradara abis ini kita kok," kata Kisame.
🐸🦈🍡
Sasori membuka matanya, lalu menegakkan badannya, melihat ke kiri-kanan secara bergantian. Ternyata dia masih ada di dalam menara Ryumyaku.
Apa yang sudah terjadi? Kenapa dia tidak ingat sama sekali?
Sasori melihat tubuhnya, dia tidak mengenakan jubah Akatsuki. Jubahnya tidak ada!
"Kedua tanganku retak, kaki juga ... sampe markas harus maintenance huft, jubah juga engga ada ... dimarahin Kakuzu pulang-pulang dah gua."
"Tapi ...." Sasori menyentuh dahinya. "Ada sesuatu yang penting yang aku lupain, tapi apa?"
"Waduh Akasuna no Sasori bangun-bangun ga pake jubah, jangan-jangan tadi mimpi aneh abis kena cahaya."
Sasori langsung menengok ke sumber suara paling menyebalkan sedunia akhirat dalam hidupnya. "MULUT LU BISA DIEM GA ITACHILUKBA?! Gua cekok racun juga elu." Sasori melempar kerikil pada Itachi.
Itachi menghindari lemparan batu dari Sasori dengan mudah dan tersenyum mengejek.
"DANNA!"
Sasori mendongakkan kepalanya, dia melihat burung nendo Deidara terbang bersama pemiliknya, burung nendo itu terbang mendekatinya. Sasori hanya duduk saja, tadi dia sempat melihat serpihan tubuhnya dari wajahnya, dia tidak boleh banyak gerak.
"Danna! Kenapa waktu pergi ga pake jubah sih?" kata Deidara dengan nada marah dan menyampirkan jubah Sasori ke pundak si empunya.
Sasori bingung, Sasori inget saat dia pergi dia masih pakai jubah Akatsuki.
"Danna juga lupa bawa pedang chakra-nya, un."
Sasori makin bingung, dia tidak ingat apa-apa. Jubah dan pedangnya ada di Deidara? Kok bisa?
"Dei."
"Apa danna?"
Sasori mengangkat kedua tangannya ke atas seperti minta gendong. "Badanku retak, gendong."
"Gamau, un."
Sasori memasang ekspresi wajah memelas seperti anak kecil. "Dei."
"Iya deh iya, un."
Dengan berat hati Deidara menggendong Sasori di punggungnya, lalu membawanya naik ke burung nendo C2 miliknya.
"Kami duluan ya! Un."
"Hati-hati Deidara."
"Nagato juga hati-hati pulang bareng hiu sama si sulung incest, un."
"Hahahaha ...."
Mereka bertiga sama dengan Sasori, tidak ingat apa yang terjadi, semua perjalanan masa lalu mereka lenyap bak ditelan black hole, tetapi Itachi tiba-tiba kepikiran soal Sasori yang tidak pakai jubah, isi kepala Itachi beda dengan Nagato yang penuh dengan pikiran positif.
Itachi menyikut tangan Kisame. "Jangan-jangan sebelum berangkat Sasori (SENSOR) sama si Dei dulu makanya gak pake jubah."
"Itachi-san, itu terlalu jauh, Sasori masih pake jubah pas berangkat."
"Itachi jangan mikir yang aneh-aneh." Nagato memberikan pukulan kecil ke kepala Itachi.
~The Doll Prince and The Princess~
END
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro